Sunday, 14 February 2016

Teori Perilaku Konsumen : Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II

loading...

Apa itu teori perilaku konsumen ?
 
Seperti yang kita ketahui, dalam kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Apakah menonton televisi atau mengupdate artikel di blog ? minum jus atau secangkir kopi di pagi hari ? membeli mobil sport baru atau pergi traveling ke luar negeri ? kita memang harus selalu melakukan pilihan karena keinginan kita terbatas sedangkan sumber daya yang kita miliki sangat terbatas.
 
Konsep pilihan ini merupakan perilaku dasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen ini menyartakan bahwa konsumen pada umumnya selalu berusaha untuk mencapai utilitas (utility) yang maksimal dari pemakaian benda yang dikonsumsinya.
 
Apa yang dimaksud dengan konsep utilitas ? utilitas adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Atau dengan kata lain, utilitas adalah ukuran kepuasan yang diterima dari penggunaan atau konsumsi barang dan jasa.
 
Utilitas adalah kata lain dari kepuasan. Karena berkaitan dengan ukuran kepuasan dari penggunaan barang dan jasa, utilitas sering pula disebut sebagai nilai guna.
 
Masing-masing konsumen merupakan pribadi yang unik. Konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya  mempunyai kebutuhan yang berbeda dan perilaku yang berbeda dalam pemenuhan kebutuhannya. Namun, dalam perbedaan-perbedaan yang unik itu ada suatu persamaan, yaitu setiap konsumen berusaha memaksimalkan kepuasannya dalam mengkonsumsi suatu barang.
 
Teori perilaku konsumen dapat menjelaskan bagaimana cara seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakini akan memberikan kepuasan maksimum dengan dibatasi oleh pendapatan dan harga barang.
Untuk memahami teori perilaku konsumen, maka kita perlu menggunakan pendekatan kardinal sebagai berikut :

 

Pendekatan kardinal


Pendekatan kardinal juga disebut sebagai pendekatan marginal utility. Pendapatan kardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur/dikuantifikasi dengan satuan tertentu, seperti uang, jumlah, atau buah. Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen. Konsumen yang rasional akan berusaha memaksimumkan kepuasannya dengan pendapatan yang dimilikinya.
 
Sehubungan dengan teori perilaku konsumen, maka kita perlu melihat hasil penelitian dari Hermann Heinrich Gossen mengenai nilai guna total (total utility) dan nilai guna marjinal (marginal utility) yang terkandung dalam hukum Gossen I dah hukum Gossen II. Oleh karena itu, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu nilai guna total dan nilai guna marjinal.
 
Nilai guna total adalah kepuasan total yang dinikmati oleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu secara keseluruhan. Sedangkan nilai guna marjinal atau kepuasan marjinal adalah tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang dikonsumsinya.

 
teori perilaku konsumen


Hukum Gossen I


Konsumen akan selalu membuat pilihan yang akan memberi mereka kepuasan paling besar. Mereka selalu berusaha untuk memaksimumkan nilai guna atau kepuasan. Namun demikian, menurut penelitian Herman Heinrich Gossen,  disebutkan bahwa apabila pemenuhan kebutuhan atas suatu barang dilakukan secara terus menerus, kenikmatan dari mengkonsumsi barang tersebut  mula-mula tinggi, namun makin lama makin menurun hingga akhirnya mencapai titik jenuh.
 
Penelitian ini menghasilkan Hukum Gossen I yang berbunyi : “ jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh”. Teori ini juga dikemukakan oleh William Stanley Jevons, seorang ekonom dan matematikawan Inggris.
 
Agar memahami Hukum Gossen dengan jelas, bayangkan jika kita makan 6 potong ayam goreng dalam sekali waktu. Ayam goreng pertama rasanya akan enak, yang kedua juga masih enak, tapi, lama kelamaan kepuasan kita akan berkurang hingga akhirnya ayam terakhir rasanya seperti kotoran ayam. Ketika makan ayam goreng kelima, kita sudah mengalami titik jenuh dan ayam goreng keenam sudah bukan enak lagi, tapi bikin eneg.

 

Hukum Gossen II


Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia bukan hanya mengkonsumsi satu jenis barang, tetapi berbagai jenis barang. Lalu, bagaimana mereka mengatur pengeluaran yang demikian banyak tersebut sehingga dapat memaksimumkan kepuasan ? karena pendapatan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan akan didasarkan pada pertimbangan mendesak tidaknya suatu kebutuhan (menurut tingkat intensitas).
 
Kebutuhan sekunder belum terpenuhi jika kebutuhan primer belum terpenuhi. begitu pula kebutuhan mewah atau tersier tidak akan dipenuhi jika kebutuhan sekunder belum dipenuhi. Mengingat sumber daya yang terbatas, pemenuhan kebutuhan primer akan lebih tinggi tingkat kepuasannya dari pada pemenuhan kebutuhan mewah atau kebutuhan tersier.
 
Dalam menyikapi persoalan di atas, Gossen menyatakan bahwa konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marjinal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama. Artinya, unit terakhir dari masing-masing produk yang dikonsumsi memiliki nilai yang sama. Pernyataan ini dikenal dengan nama Hukum Gossen II.

>

loading...
Teori Perilaku Konsumen : Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment