Sunday, 14 February 2016

Teori Penyebab Terjadinya Inflasi

loading...

Penyebab klasik mengenai terjadinya inflasi adalah masuknya uang yang terlalu banyak ke dalam masyarakat, sehingga masyarakat makin ingin membelanjakan uang mereka. Namun, jumlah barang yang tidak seimbang dengan permintaan pasar menyebabkan harga barang naik. Muncul pendapat bahwa jika pemerintah berhenti menciptakan dan mengedarkan banyak uang ke masyarakat, maka keinginan masyarakat untuk berbelanja dapat diredam dan dengan sendirinya inflasi akan menghilang. Solusi ini memang efektif, namun hanya pada saat hiper inflasi terjadi seperti di Jerman pada saat Perang Dunia I.
 
Pada tahun 1923, harga di Jerman berlipat 34 miliar kali dibandingkan 1921. Pada saat perang dan pasca perang, inflasi merupakan hal yang biasa. Hal yang menjadi tidak biasa adalah jauh setelah perang pun harga barang setelah perang usai pun tetap naik hingga detik ini.
 
Kenaikannya mungkin tidak banyak, hanya 2% atau 3%, namun polanya tidak berubah. Harga selalu naik dan tidak pernah turun. Untuk hal ini, masalahnya banyak uang di pasar saja tidak cukup untuk menjelaskan inflasi. Dibutuhkan penjelasan lain mengapa inflasi bisa terjadi.
 
Secara umum, ada dua teori yang menjelaskan mengapa inflasi bisa terjadi, yaitu inflasi karena permintaan yang meningkat (demand pull inflation) dan inflasi karena kenaikan biaya produksi (cost push inflation).

 

Inflasi yang disebabkan karena kenaikan permintaan (demand pull inflation)


Menurut teori ini, inflasi terjadi karena permintaan masyarakat terhadap berbagai barang lebih besar dari pada penawaran barang, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Akhirnya harga barang naik. Demand pull inflation bisa muncul karena beberapa hal.
 
Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, terlalu banyaknya uang yang dialirkan oleh bank sentral bisa menyebabkan terjadinya inflasi. Meningkatnya anggaran belanja negara dan ekspansi bisnis juga dapat meningkatkan permintaan barang secara keseluruhan.
 
Inflasi juga dapat terjadi jika pajak diturunkan atau konsumen enggan menabung dan lebih suka membeli barang lebih banyak.

 

Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi (cost pull inflation)


Pada cost push inflation, kenaikan harga disebabkan oleh adanya tuntutan kenaikan gaji dari serikat pekerja dan motif mencari keuntungan sebesar-besarnya yang dilakukan oleh perusahaan besar.
 
Menurut teori ini, serikat pekerja yang kuat menuntut gaji yang lebih besar kepada perusahaan. Ketika perusahaan harus membayar gaji yang lebih tinggi kepada karyawannya, biaya produksi mereka meningkat. Agar keuntungan mereka tetap, perusahaan menaikkan harga.
 
Setiap kali hal ini terjadi, harga barang kebutuhan sehari-hari ikut naik. Lalu pekerja menuntut gaji mereka dinaikkan lagi. Sekali lagi, perusahaan mempunyai alasan untuk menaikkan harga barang, begitupun seterusnya.
 
teori inflasi




Meskipun demikian, banyak orang yang percaya bahwa sebenarnya perusahaan menaikkan harag barang kapan pun mereka inginkan untuk meningkatkan keuntungan, bukan hanya karena tuntutan serikat pekerja.

Ada beberapa teori yang memperlajari tentang inflasi. Masing-masing teori melihat aspek-aspek tertentu dalam proses inflasi. Teori-teori tersebut antara lain :

 

Teori kuantitas


Menurut teori kuantitas, inflasi disebabkan bertambahnya kuantitas (jumlah) uang yang beredar dan harapan masyarakat mengenai kenaikan harga di masa yang akan datang.
 
Jika masyarakat berharap harga tidak naik, maka uang yang diterima akan disimpan dalam bentuk tabungan. Akibatnya, permintaan berkurang dan harga tidak naik. Sebaliknya, jika masyarakat mengira bahwa di masa yang akan datang barang akan mengalami kenaikan, maka masyarakat akan segera melakukan pembelian. Keadaan seperti ini justru akan mendorong meningkatnya permintaan akan barang. Pada akhirnya, kenaikah harga barang justru benar-benar terjadi.
 
Bila kenaikan harga ini terjadi terus-menerus hingga terjadi hiper inflasi, orang akan mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai mata uang. Tanda ketika orang mulai tidak percaya pada nilai mata uang tersebut adalah semakin cepatnya peredaran uang. Saat menerima uang, orang enggan menyimpannya lebih lama karena mereka tahu makin lama nilai uang makin turun. Karena itu, mereka cepat-cepat menggantinya dengan barang sebelum uang mereka tidak berharga.

 

Teori Keynes


Menurut teori Keynes, inflasi terjadi ketika ada kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan gaya ekonomi (gaya hidup) yang berada di atas kemampuan ekonominya, misalnya pemerintah yang menjalankan pemerintahan dengan defisit anggaran biaya yang dibiayai dengan mencetak uang baru. Bisa juga berasal dari pengusaha yang berusaha memperluas  investasinya dengan cara meminjamkan kredit bank. Bahkan, menurut teori ini serikat buruh juga dapat menyebabkan inflasi ketika menuntut kenaikan gaji melebihi produktivitas mereka sendiri.
 
Keadaan semacam ini akan mengakibatkan permintaan terhadap barang-barang lebih besar dari barang yang tersedia (barang yang ditawarkan). Akibatnya harga barang secara umum naik.

 

Teori struktualis


Menurut teori struktualis, inflasi disebabkan oleh ketidakelastisan penerimaan ekspor. Di negara berkembang, pertumbuhan nilai ekspor lebih lamban dibandingkan pertumbuhan di sektor lain. Kelambanan ini disebabkan harga barang ekspor tersebut tidak tinggi di pasar dunia, padahal barang tersebut merupakan ekspor utama negara berkembang.
 
Untuk meningkatkan pertumbuhan yang lamban ini, pemerintah meningkatkan produksi meskipun biaya produksinya tinggi. Akibatnya, harga jual barang tersebut menjadi mahal juga. Bila kenaikan ini terjadi secar terus menerus, akan menyebabkan terjadinya inflasi.
 
Menurut teori strukturalis, jika terjadi kenaikan harga, maka akan dituntut oleh tuntutan kenaikan gaji. Akibatnya, agar bisa tetap mempertahankan keuntungan, pengusaha menaikkan harga barang.
>

loading...
Teori Penyebab Terjadinya Inflasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment