Teori Ekonomi Makro dan Teori Ekonomi Mikro

loading...
Pada tahun 1930, terjadi pembagian ilmu ekonomi menjadi 2 bagian, yaitu ekonomi makro (macroecocomics) dan  ekonomi mikro (microeconomiscs).

Teori ekonomi makro


Berbagai masalah ekonomi yang penting dan sekaligus merupakan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dari suatu perekonomian menjadi bagian dalam makroekonomi. Makroekonomi dibutuhkan pihak-pihak yang berwenang untuk mengambil kebijakan perekonomian. Dalam hal ini, pihak yang berwenang membuat kebijakan di bidang perekonomian adalah pemerintah.
Ada beberapa alasan pentingnya makroekonomi bagi pemerintah, yaitu :
  1. Membantu pemerintah untuk menentukan apa saja  yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah resesi yang dihadapi suatu perekonomian.
  2. Membantu pemerintah melalui berbagai kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
  3. Membantu pemerintah untuk mempertahankan agar inflasi tetap berada di tingkat rendah dan stabil tanpa menyebabkan perekonomian mengalami ketidakstabilan dalam jangka pendek.
  4. Menjelaskan pada masyarakat mengenai bagaimana perubahan suatu kebijakan dapat mempengaruhi jenis-jenis barang yang dihasilkan dalam perekonomian.

Faktor- faktor yang mendorong berkembangnya makro ekonomi menjadi cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri adalah :
  1. Usaha para ahli statistik ekonomi untuk mengumpulkan dan menyistemasi berbagai data agregat dalam rangka menyediakan landasan ilmiah (scientic basic) bagi kepentingan penelitian makroekonomi. Usaha ini dipelopori oleh Simon Kuznets pada tahun 1920-an yang kemudian dilanjutkan dengan Richard Stone.
  2. Adanya usaha untuk melakukan identifikasi yang lebih hati-hati menyangkut siklus bisnis (bussiness cycles) sebagai suatu fenomena yang berulang.
  3. Timbulnya Depresi Besar Ekonomi (Great Depression) pada tahun 1929-1933.
  4. Terbitnya buku The General Theory of Employment karya John Maynard Keynes pada tahun 1936. Dalam buku tersebut, Keynes mengemukakan bahwa pengangguran bisa saja terjadi untuk jangka waktu yang lama atau bahkan dalam waktu yang tidak terbatas.

Dalam perkembangan selanjutnya, gagasan baru yang dikemukakan Keynes dianggap sebagai suatu revolusi pemikiran atau revolusi teori ekonomi. Keynes dianggap telah menciptakan Keynes Revolution di bidang ilmu ekonomi. Revolusi yang dilakukan Keynes menjadi tonggak lahirnya makro ekonomi sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri.
Tugas ilmu ekonomi makro adalah menjelaskan hal-hal berikut ini :
  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju produk nasional bruto (GDP) atau produk domenstik bruto (PDB), yang merupakan ukuran dari kemampuan suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa, serta sekaligus menjadi ukuran standar hidup dan pertumbuhan pendapatan riil penduduk.
  2. Sebab-sebab timbulnya pengangguran dan cara mengatasinya.
  3. Sebab-sebab timbulnya inflasi dan cara mengatasinya.
  4. Sebab-sebab naik tururnya tingkat bunga dalam perekonomian.
  5. Sebab-sebab terjadinya ketidakseimbangan (defisist atau surplus) dalam neraca pembayaran.
  6. Faktor-faktor penyebab fluktuasi nilai tukar mata uang di dalam negeri terhadap mata uang asing.

Beberapa hal yang perlu dipelajari dalam makro ekonomi antara lain :
  1. Perhitungan pendapatan nasional.
  2. Perdebatan antara teori-teori ekonomi, seperti antara kaum klasik dengan kaum Keynes, pandangan antara kaum aliran Keynesian dengan aliran moneteris, dan sebagainya.
  3. Analisis penentuan pendapatan keseimbangan.
  4. Konsumsi dan investasi.
  5. Pasar barang dan pasar uang.


teori ekonomi makro dan teori ekonomi mikro

 

Teori ekonomi mikro


Studi tentang alokasi dan efisiensi sumber daya dan ekonomi pasar dipelajari dalam teori ekonomi mikro. Pengertian mikro ekonomi yaitu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku dari unit-unit ekonomi individual, seperti rumah tangga, perusahaan, dan struktur industri.
Berdasarkan definisi mikroekonomi tersebut, dapat diketahui bahwa perilaku dari para pelaku ekonomi secara individual, seperti konsumen (rumah tangga) serta perusahaan yang menjadi bagian (komposisi) dan alokasi dari kelompok masyarakat di suatu wilayah atau negara.
Misalnya, berapa banyak sepeda motor yang diproduksi perusahaan A, berapa produksi jagung yang dihasilkan petani B, atau berapa banyak produksi pakaian yang dihasilkan produsen C, menjadi bagian yang dijelaskan dalam mikroekonomi.
Teori ekonomi mikro disebut juga teori harga (price theory). Hal tersebut karena teori mikro ekonomi mempelajari alokasi sumber dana yang terbatas jumlahnya untuk tujuan yang sifatnya alternatif. Adapun maksud dari teori harga adalah teori yang membahas mengenai aliran barang dan jasa dari sektor perusahaan (produsen) ke sektor rumah tangga (konsumen), serta aliran faktor produksi dari sektor konsumen (pemilik faktor produksi) ke produsen (pengguna faktor produksi). Aliran-aliran tersebut menciptakan harga, baik harga barang atau jasa maupun harga faktor produksi.
Terdapat beberapa tujuan mempelajari teori ekonomi mikro, yaitu melatih mengadakan pengambilan keputusan tentan perilaku konsumen dan produsen masing-masing sebagai satu unit ekonomi yang terkecil dan terbatas. Serta untuk memahami alokasi sumber-sumber ekonomi yang ada dalam suatu masyarakat tertentu dalam mencapai kemakmuran.
Adapun hal-hal yang dikaji dalam teori ekonomi mikro adalah :
  1. Perilaku seseorang sebagai konsumen, pemilik sumber-sumber ekonomi dan produsen.
  2. Arus perputaran barang dan jasa mulai dari produsen hingga konsumen.
  3. Terbentuknya harga barang dan jasa.
  4. Penentuan tingkat produksi agar tercapai keuntungan maksimum.
  5. Pengalokasian pendapatan konsumen yang terbatas untuk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga mencapai kekuasaan maksimum.

Teori ekonomi mikro mempunyai peranan sebagai berikut :
  1. Digunakan sebagai alat untuk meramalkan kondisi di waktu yang akan datang.
  2. Dapat digunakan untuk menentukan fakta yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti.
  3. Dapat digunakan untuk  membuat kebijakan ekonomi, seperti kebijakan pemerintah mengenai Upah Minimum Regional (UMR) dan bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi alokasi sumber daya.
  4. Untuk memeriksa kemakmuran suatu bangsa.
  5. Dapat digunakan untuk membantu mengambil keputusan di dalam perusahaan (managerial decision making), misalnya analisis permintaan ongkos.

Beberapa teori yang dipelajari dalam mikroekonomi antara lain :
  1. Teori permintaan dan penawaran.
  2. Teori perilaku produsen dan konsumen.
  3. Teori ongkos produksi.
  4. Teori persaingan pasar sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.

Perbedaan ilmu ekonomi makro dan ilmu ekonomi mikro


Untuk memahami perbedaan antara ilmu ekonomi makro dan ilmu ekonomi mikro, maka perhatikan penjelasannya pada tabel di bawah ini :

Sisi perbedaan
Makroekonomi
Mikroekonomi
Pokok pembahasan
Membahas perekonomian sebagai suatu keseluruhan dan mengabaikan unit-unit individu serta masalah-masalah yang dihadapi individu atau unit-unit tersebut.
Membahas unit-unit individu, seperti perusahaan dan rumah tangga.
Metode analisis
Menganggap bahwa distribusi barang, produksi, serta harga barang relatif tetap dan kemudian membahas tentang produksi total dan tingkat harga umum, serta menjelaskan bagaimana hal ini terjadi.
Menganggap bahwa produksi total dan tingkat harga umum dalam perekonomian merupakan sesuatu yang tetap.
Kegunaan
Memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti apakah faktor yang menentukan tingkat perekonomian suatu negara ? mengapa pertumbuhan ekonomi tidak selalu konstan? Serta mengapa pengangguran serta kenaikan harga selalu terjadi ?.
Menerangkan faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan  ekonomi negara dan keadaan-keadaan yang menciptakan berbagai masalah dan juga menerangkan pula langkah-langkah yang dapat digunakan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.
Ekonomi mikro bermanfaat untuk menolong dalam memilih fakta-fakta penting yang relevan dalam persoalan ekonomi dan berguna sebagai dasar untuk peramalan, sehingga berguna bagi para manajer dalam pengambilan keputusan.




Demikianlah penjelasan mengenai teori ekonomi makro dan teori ekonomi mikro serta perbedaan antara ekonomi makro dan ekonomi mikro. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

loading...

0 Response to "Teori Ekonomi Makro dan Teori Ekonomi Mikro"

Post a Comment