Syarat-Syarat Interaksi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial terjadi karena terpenuhinya dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai syarat-syarat interaksi sosial tersebut.


Kontak sosial


Dalam sosiologi, kontak sosial dapat terjadi dengan atau tanpa hubungan fisik. Kontak sosial dengan hubungan fisik, misalnya kita menepuk bahu orang yang kita sapa. Kontak sosial tanpa hubungan fisik, misalnya melalui telepon, surat elektronik, dan lain-lain.
 
Menurut pelakunya, kontak sosial dapat dibedakan menjadi :
  1. Kontak sosial antarindividu, misalnya seorang anak berbincang dengan ibunya.
  2. Kontak sosial antara individu dengan kelompok. Misalnya, seorang narasumber yang berbicara di depan peserta seminar atau seorang guru yang berbicara di depan murid-murid kelasnya.
  3. Kontak sosial antarkelompok, misalnya sebuah perusahaan memberikan order pekerjaan kepada perusahaan lain.

Kontak sosial memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Bersifat positif jika menghasilkan kerja sama dan bersifat negatif jika menghasilkan konflik.
  2. Bersifat primer jika pelaku interaksi bertemu muka langsung. Misalnya dosen mengajar di kelas atau atasan memanggil bawahan. Bersifat sekunder jika melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon. Kontak sosial sekunder dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung, misalnya kepala sekolah yang memanggil guru agar menghadap. Kontak sosial sekunder tidak langsung, misalnya kepala sekolah memanggil guru melalui pesuruh kantor.
syarat-syarat interaksi sosial

 

Komunikasi


Sebagai syarat interaksi sosial, komunikasi memuat komponen-komponen sebagai berikut :
  1. Komunikator, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan, perasaan, pendapat, gagasan, atau pokok-pokok pikiran kepada orang atau kelompok lain.
  2. Komunikan, yaitu seseorang atau sekelompok  orang yang menerima pesan, perasaan, pendapat, atau pokok-pokok pikiran dari pihak lain.
  3. Pesan, yaitu segala sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, pikiran, dan perasaan.
  4. Media, yaitu sarana untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan lain-lain.
  5. Efek, yaitu perubahan yang terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator.

Adanya komunikasi menimbulkan kontak sosial, akan tetapi adanya kontak sosial belum tentu menimbulkan komunikasi. Seorang turis yang berbicara dengan bahasa Inggris berbicara pada seorang tukang becak yang tidak bisa berbahasa Inggris. Ada kontak sosial antara tukang becak dan turis asing tersebut. Hanya saja, tidak ada komunikasi karena pesan yang coba disampakan oleh komunikator tidak dimengerti oleh komunikan.
 
Interaksi sosial juga dapat terjadi melalui komunikasi nonverbal. Setiap pihak yang menyadari keberadaan pihak lain yang dapat menyebabkan perubahan perasaan. Misalnya, seseorang memakai minyak wangi yang baunya menyengat sehingga orang yang berpapasan dengannya menoleh. Kesan dalam pikiran orang yang berpapasan tadi mendorongnya untuk menolehkan kepala dan mencari asal bau tersebut.
 
Demikianlah penjelasan mengenai syarat-syarat interaksi sosial. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

0 Response to "Syarat-Syarat Interaksi Sosial"

Post a Comment