Sunday, 14 February 2016

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

loading...

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator ekonomi yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan daerah. Makin tinggi kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya ekonomi yang dimiliki, maka makin tinggi pula harapan untuk mewujudkan kemakmuran.
 
Terdapat beberapa faktor pendukung keberhasilan pembangunan daerah, yaitu :
  1. Perencanaan yang mantap.
  2. Ketetapan penerapan startegi berdasarkan rencana yang telah dibuat.
  3. Pengambilan keputusan
  4. Evaluasi hasil-hali pembangunan
Adapun yang dimaksud dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai barang atau jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah dalam satu tahun tertentu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa PDRB merupakan total pendapatan yang berasal dari suatu daerah.

Total pendapatan daerah dalam PDRB bukanlah seluruh pendapatan penduduk atau pemilik faktor produksi yang tinggal di daerah yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena ada sebagian pendapatan yang diterima penduduk daerah lain yang menanamkan modalnya. Tentunya pendapatan yang diperoleh penduduk dari daerah lain itu menjadi pendapatan daerah asal.
 
Jika dalam perhitungan pendapatan nasional dikenal PNB sebagai jumlah neto yang dihasilkan suatu negara, maka jumlah neto yang dihasilkan suatu daerah disebut PDRN (Produk Domestik Regional Neto). Secara matematis, rumus untuk menghitung PDRN, yaitu :
PDRN = PDRB – Penyusutan

 
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)



Terdapat dua hal penting dalam penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yaitu :
  • Harga yang berlaku, menggambarkan nilai-nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun tersebut. Terdapat 3 pendekatan dalam penghitungan PDRB berdasarkan harga yang berlaku, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.
  • Harga konstan, menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun dasar. Di Indonesia ditetapkan pada tahun 1993. Data dari hasil penghitungan PDRB berdasarkan harga konstan menggambarkan perkembangan perekonomian daerah dari tahun ke tahun. Perkembangan tersebut disebabkan oleh perubahan dalam volume produksi barang dan jasa yang dihasilkan, serta perubahan tingkat harga barang dan jasa.

 
Penghitungan dengan berdasarkan pada harga konstan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat produktivitas dan kapasitas produksi masing-masing sektor. Maka dari itu, hasil penghitungan dengan metode ini berguna untuk perencanaan ekonomi, baik secara keseluruhan maupun secara sektoral.
 
Adapun dari segi metode statistik, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk memperoleh nilai tambah atas dasar harga konstan, yaitu :
  1. Revaluasi, yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengalikan volume produksi barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun yang berjalan dengan harga barang dan jasa tersebut pada tahun dasar.
  2. Ekstrapolasi, yaitu metode yang dilakukan dengan cara membagi nilai produksi pada tahun berjalan dengan suatu indeks volume dan dikalikan 100. Indeks volume yang digunakan sebagai ekstrapolator dapat merupakan indeks dari masing-masing unit produksi seperti produk yang dihasilkan, tenaga kerja, jumlah perusahaan, dan lainnya yang dianggap sesuai.
  3. Deflasi, yaitu metode yang dilakukan dengan cara membagi nilai pada tahun berjalandengan suatu indeks harga sebagai deflator dan dikalikan 100. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator adalah indeks harag barang dan jasa yang sesuai dengan sifat dan komoditas dari suatu kegiatan ekonomi yang dihitung nilainya seperti indeks harga produsen, indeks harga barang bangunan, indeks harga barang pertambangan, indeks harga perdagangan  besar, dan sebagainya.
  4. Deflasi berganda, yaitu metode yang dilakukan dengan cara mendeflasikan secara terpisah antara output dan biaya antara atau nilai tambah dari masing-masing kegiatan ekonomi. Indeks harga yang digunakan untuk untuk menghitung output biasanya merupakan indeks, indeks harga produsen atau indeks harga perdagangan besar. Adapun untuk menghitung indeks biasanya merupakan indeks harga produsen atau indeks biaya antara, digunakan indeks harga dari komponen input terbesar.
Demikianlah penjelasan mengenai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.
>

loading...
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment