Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Barang dan Jasa

loading...
<
Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa serta menyebabkan kurva permintaan bergeser ke kiri atau ke kanan.

Harga barang komplementer dan barang substitusi


Misalkan harga buah jeruk tiba-tiba melambung tinggi. Ana, Arman, dan Anita mungkin akan mengurangi atau bahkan menghentikan pembelian jeruk dan beralih ke apel. Oleh karena itu, kuantitas permintaan apel pun meningkat tajam, meskipun harga apel tidak berubah. Kurva permintaan apel akan bergeser  ke kanan. Jadi, pada barang substitusi peningkatan harga suatu barang akan mengakibatkan peningkatan permintaan barang lain yang menjadi substitusinya.

Contoh lain, jika harga mentega meningkat, permintaan terhadap roti mungkin menurun. Mentega dan roti adalah barang komplementer. Akibatnya, kurva permintaan roti akan bergeser ke kiri. Jadi, pada barang komplementer peningkatan harga suatu barang akan menyebabkan penurunan permintaan barang yang menjadi komplementernya.


Jumlah pendapatan


Jumlah pendapatan menjadi faktor yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa. Ketika pendapatan meningkat, konsumen cenderung meningkatkan konsumsi mereka terhadap berbagai barang dan jasa (menggeser kurva permintaan ke kanan). Sebaliknya ketika pendapatan menurun, konsumen cenderung menurunkan pembelanjaannya terhadap berbagai barang dan jasa (menggeser kurva permintaan ke kiri).

Namun demikian, ada jenis barang dan jasa  tertentu yang  permintaannya justru menurun ketika pendapatannya meningkat dan meningkat ketika pendapatan berkurang. Sebagai contoh, ketika pendapatan meningkat, keluarga Ali mungkin akan mengurangi makan tempe dan banyak makan daging. Kurva permintaan tempe keluarga Ali bergeser ke kiri ketika pendapatan meningkat. Barang-barang yang permintaannya menurun ketika pendapatan meningkat dinamakan barang-barang inferior. Sedangkan barang-barang yang permintaanya meningkat ketika pendapatan meningkat disebut barang normal.


faktor yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa

Jumlah dan karakteristik penduduk


Jumlah konsumen akan mempengaruhi kuantitas total barang dan jaasa yang dikonsumsi. Oleh karena itu, semakin besar jumlah penduduk, semakin besar pula permintaan barang dan jasa.

Selain jumlah penduduk, struktur usia penduduk juga mempengaruhi permintaan barang dan jasa tertentu. Jika penduduk balita pada tahun ini meningkat, maka permintaan terhadap barnag-barang dan jasa yang dibutuhkan balita akan meningkat pula.


Perubahan tradisi, mode, dan selera masyarakat


Selera yang berubah dapat mengakibatkan perubahan permintaan. Sebelum atap genteng populer, masyarakat banyak menggunakan atap seng. Namun, saat ini masyarakat banyak menggunakan atap genteng. Akibatnya, permintaan atap genteng naik. Sebaliknya, permintaan atap seng menurun. Contoh lainnya adalah dahulu anak muda kebanyakan menyukai celana dengan potongan cutbray sehingga permintaan terhadap celana ini meningkat. Akan tetapi, saat ini celana cutbray sudah dianggap tidak sesuai mode dan ketinggaan zaman dibandingkan celana model skinny jeans. Oleh karena itu, permintaan terhadap celana cutbray menurun dan permintaan terhadap skinny jeans meningkat.


Perkiraan dan harapan masyarakat


Pekiraan dan harapan masyarakat juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi permintaan. Ketika krisis ekonomi pada tahun 1997, situasi ekonomi menjadi kurang menentu. Banyak masyarakat yang khawatir dan memperkirakan akan terjadi resesi yang berkepanjangan.

Di televisi dan surat-surat kabar diberitakan terjadinya antrean panjang di pasar-pasar swalayan. Para ibu berebut gula pasir, minyak goreng, susu, mie instan, tepung terigu, serta berbagai barang konsumsi lainnya. mereka khawatir harga barang-barang tersebut akan meningkat di kemudian hari. Bahkan mereka juga khawatir bahwa stok atau persediaan berbagai barang keperluan konsumsi tersebut akan hilang di pasaran karena produsennya sudah tidak mampu lagi berproduksi.


Hari raya keagamaan


Pada hari natal, permintaan terhadap pohon natal, kaset lagu-lagu rohani, kue-kue natal, atau berbagai barang suvenir akan meningkat tajam. Begitu pula pada saat hari raya lebaran Idul Fitri, maka permintaan terhadap ketupat, daging sapi, kue-kue kering, sarung, dan pakaian juga akan meningkat tajam.


Kondisi sosial dan ekonomi


Kondisi sosial dan ekonomi suatu daerah akan mempengaruhi peningkatan permintaan barang dan jasa. Pada waktu situasi keamanan kacau, permintaan terhadap makanan dan senjata tajam mungkin meningkat. Toko-toko dan perkantoran meningkatkan tenaga keamanan mereka. Begitu pula dengan penduduk yang berpendapatan tinggi. Mereka beramai-ramai menyewa jasa tenaga keamanan untuk menjaga rumah serta harta kekayaan mereka. Sementara itu, sebagian besar orang cenderung mengerjakan berbagai aktivitas di rumah. Hal ini mengakibatkan permintaan terhadap bensin dan jasa angkutan cenderung menurun.

Demikianlah penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

0 Response to "Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Barang dan Jasa"

Post a Comment