Siklus Hidrologi : Siklus Air Pendek, Sedang, dan Panjang

Salah satu hal yang sangat penting dalam gejala hidrosfer adalah proses siklus hidrologi di muka bumi. Hidrosfer adalah salah satu bagian dari bumi, terdiri dari perairan laut, perairan darat, dan air yang ada di atmosfer dalam bentuk uap air atau titik-titik air berupa awan yang melayang-layang di udara.
 
Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa hidrosfer adalah lapisan air yang mengelilingi bumi. Perairan darat terdiri dari perairan sungai, perairan rawa, danau, dan air dalam tanah atau air tanah.
 
Hampir semua makhluk hidup  membutuhkan air demi kelangsungan hidupnya, oleh karena itu kebutuhan akan air sangat penting bagi kehidupan. Menurut sejarah, sejak seribu tahun sebelum masehi, para tokoh/ ilmuwan seperti Hometos telah mencoba untuk menjawab tetang asal-usul air yang ada di dalam mata air, sungai dan lain-lainnya, tetapi belum didapatkan jawaban yang jelas dan memuaskan. Demikian pula tokoh seperti Plato, Thales dan Aristoteles.
 
Para ilmuwan saat itu beranggapan bahwa mata air berasal dari persendian yang amat luas di dalam perut bumi yang abadi sifatnya. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, pada kenyataannya keberadaan air di muka bumi sangat beraneka ragam tergantung pada ruang dan waktu.
 
Air di muka bumi memiliki jumlah yang tetap dan selalu bergerak dalam satu putaran terus-menerus yang disebut siklus hidrologi atau daur hidrologi. Hal ini terjadi akibat pengaruh sinar matahari.
Siklus hidrologi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
 

1.    Siklus air pendek
 
Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah manjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang menjadi hujan.
 

2.    Siklus air sedang
 
Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran.
 

3.    Siklus air panjang
 
Air laut menguap, setelah menjadi awan melalui proses kondensasi, lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegunungan-pegunungan yang tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah, mencair lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut.
 
Di dalam siklus hidrologi terjadi proses kondensasi dan sublimasi. Kondensasi adalah proses berubahnya uap air menjadi butir-butir air, sedangkan sublimasi adalah proses berubahnya uap air menjadi butir-butir es atau salju.
 
Menurut perkiraan, air yang ada di permukaan bumi seluruhnya mencapai 1.360.000.000 km kubik. Sekitar 1.320.000.000 km kubik berada di lautan atau samudera dan sisanya terjadi sirkulasi pada atmosfer ke daratan dan kembali ke laut atau samudera.
 
Air yang ada di permukaan bumi dan di udara berada dalam bentuk cair, padat, dan gas. Perubahan air dalam tiga bentuk ini memang sangat menakjubkan. Jika terjadi perubahan temperatur, air dapat berubah menjadi es atau membeku, atau sebaliknya es dapat berubah menjadi cair atau disebut mencair, dan air yang mencair dapat pula berubah menjadi gas melalui proses penguapan.
 
Dalam setahun tidak kurang dari 500.000 km kubik air di muka bumi berubah menjadi gas ke dalam atmosfer. Kurang lebih 430.000 km kubik air laut berubah menjadi uap air atau sekitar 1000 km kubik setiap hari, dan sisanya 70.000 km kubik menguap dari daratan (termasuk penguapa dari tanaman yang disebut transpirasi).
 
Uap air yang terdapat di dalam udara dapat berubah menjadi butir-butir air atau es. Jika temperatur udara terus menurun, butiran air berubah menjadi kristal-kristal es, lama-kelamaan semakin besar, dan udara tidak lagi mampu menahan beratnya sehingga jatuh ke bumi sebagai hujan. Butiran-butiran air atau kristal-kristal es yang masih bertahan melayang-layang di udara karena amat kecil dan disebut awan.
 
Sebaliknya, setiap tahunnya curah hujan yang jatuh ke permukaan bumi sekitar 500.000 km kubik, yaitu 390.000 km kubik langsung jatuh di laut atau samudera dan sisanya 110.000 km kubik jatuh di daratan.
Persebaran air yang ada di permukaan bumi secara presentase adalah : air laut 97,5%, air sungai, air danau, air tanah, dan salju 2,449% serta berupa uap air 0,001%.
 
siklus hidrologi
Demikianlah penjelasan mengenai siklus hidrologi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

0 Response to "Siklus Hidrologi : Siklus Air Pendek, Sedang, dan Panjang"

Post a Comment