Friday, 29 January 2016

Pengertian, Tujuan, dan Pola Konsumsi

loading...

Pengertian konsumsi


Pengertian konsumsi secara umum adalah suatu kegiatan ekonomi yang bersifat mengurangi atau menghabiskan manfaat dan kegunaan dari hasil produksi (barang atau jasa). Secara sederhana, konsumsi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang menggunakan barang atau jasa, baik sekaligus maupun berangsur-angsur, untuk memenuhi kebutuhan. Orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.
 
Seseorang atau sekelompok orang dalam melakukan kegiatan konsumsinya akan melakukannya bsecara efektif, yakni didasarkan atas alternatif-alternatif pilihan yang efektif dan efisien. Ada beberapa ciri-ciri kegiatan konsumse karena hal tersebut, yaitu :
  1. Seseorang atau sekelompok orang akan mengonsumsi barang atau jasa yang berguna untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan prioritasnya, seperti memenuhi kebutuhan primer terlebih dahulu baru memenuhi kebutuhan lain.
  2. Dalam mengonsumsi barang atau jasa, seseorang atau sekelompok orang hanya sampai pada pemenuhan kebutuhan.
  3. Seseorang atau sekelompok orang akan mengonsumsi barang atau jasa yang dianggapnya senilai dengan pengorbanan yang dikeluarkan (yaitu uang yang akan dibelanjakan).
  4. Seseorang atau sekelompok orang akan mengonsumsi barang atau jasa sesuai dengan kemampuan daya beli (penghasilan).
  5. Seseorang atau sekelompok orang akan mengonsumsi barang atau jasa yang dianggap mempunyai manfaat.

 

Tujuan konsumsi


Seseoang atau sekelompok orang melakukan kegiatan konsumsi antara lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta memperoleh kepuasan semaksimal mungkin dengan terpenuhinya kebutuhan itu. Kepuasan maksimal didapat apabila manusia melandaskan kegiatan konsumsinya atas prinsip ekonomi, yaitu telah melakukan perhitungan atau pengorbanan yang dikeluarkan dengan hasil produksi yang diperoleh (dikonsumsi).

 

Pola konsumsi


pengertian, tujuan dan pola konsumsi

Pola konsumsi adalah cara konsumen ketika melakukan kegiatan konsumsi (yaitu dalam memanfaatkan barang atau jasa) yang didasarkan atas berbagai kondisi (penghasilan, usia, gaya hidup, pendidikan, pekerjaan, dan lainnya). dengan demikian, karakter, kebutuhan, keinginan, kemampuan, dan selera tidak sama antara orang yang satu dengan orang yang lain. Kondisi demikian menyebabkan pola konsumsi pada tiap orang berbeda-beda.
 
Berikut ini adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi :
 

1.    Penghasilan
 
Jumlah penghasilan seseorang, baik kecil ataupun besar berpengaruh secara langsung pada pola konsumsinya. Penghasilan yang diperoleh akan digunakan seseorang untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya (atau melakukan tindakan konsumsi). Penghasilan dapat seluruhnya atau sebagian dimanfaatkan. Penghasilan yang tidak dipakai seluruhnya untuk konsumsi dapat ditabung.
 

2.    Usia
 
Pola konsumsi manusia semakin meningkat dan beragam seiring dengan pertambahan usia. Sebagai contoh, pola konsumsi anak balita berbeda dengan pola konsumsi anak remaja atau orang dewasa.
 

3.    Sikap dan kepribadian (gaya hidup)
 
Seseorang dengan gaya hidup tertentu tentu memiliki pola konsumsi yang boros, sedangkan seseorang yang terbiasa dengan pola hidup bersahaja akan lebih ekonomis.
 

4.    Pekerjaan
 
Pola konsumsi seseorang yang telah bekerja akan berbeda dengan seseorang yang belum bekerja. Contoh : pola konsumsi seorang direktur lebih tinggi daripada pola konsumsi seorang kuli bangunan.
 

5.    Selera
 
Setiap konsumen dalam memilih barang atau jasa yang dikonsumsi belum tentu sama. Sebagai contoh : seseorang menyukai jaket kulit sedangkan orang lainnya lebih menyukai sweater.
 

6.    Pendidikan dan status sosial
 
Pola konsumsi akan semakin tinggi atau besar seiring dengan semakin tinggi pendidikan atau status sosial seseorang. Contoh : pola konsumsi seseorang yang senantiasa berganti model telepon seluler dengan model terbaru, atau pola konsumsi seorang presiden tentu berbeda dengan pola konsumsi   tukang ojek.
 

7.    Perediaan harga barang atau jasa
 
Perubahan harag barang konsumsi pun berpengaruh terhadap pola konsumsi seseorang. Kondisi demikian juga berpengaruh terhadap barang-barang substitusi.
 

8.    Tingkat peradaban
 
Pola konsumsi manusia yang hidup pada zaman prasejarah masih lebih bersifat sederhana dari pada pola konsumsi manusia pada zaman sekarang.
 

9.    Lingkungan tempat tinggal

Kehidupan masyarakat desa yang sederhana menyebabkan pola konsumsi mereka sederhana pula. Sebaliknya, kehidupan masyarakat perkotaan yang didukung oleh fasilitas super lengkap memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga pola konsumsinya lebih tinggi dari pada pedesaan. Contoh : pola konsumsi masyarakat di kota Wamena lebih rendah dari pada masyarakat di kota Jakarta.

 

10.    Jumlah anggota keluarga
 
Peningkatan konsumsi akan terjadi seiring dengan penambahan jumlah anggota keluarga baru. Contoh keluarga kecil yang beranggotakan ayah, ibu dan akan akan memiliki pola konsumsi yang lebih rendah dari pada pola konsumsi keluarga luas beranggotakan ayah, ibu, anak, kakek, nenek, paman, atau bibi.
 

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian konsumsi, tujuan konsumsi, dan pola konsumsi. Semoga tulisan ini bermanfaat.
>

loading...
Pengertian, Tujuan, dan Pola Konsumsi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment