Friday, 29 January 2016

Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenis Produksi

loading...

Pengertian produksi


Pengertian produksi adalah usaha manusia untuk menghasilkan atau mengubah barang atau jasa menjadi barang atau jasa lain yang berguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu, produksi dapat pula diartikan sebagai kegiatan manusai yang menghasilkan atau menambah kegunaan barang atau jasa, baik langsung maupun tidak langsung, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pihak atau orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.
 
Suatu proses produksi dapat menambah nilai guna dan ekonomi barang atau jasa kerena beberapa hal berikut ini ini :
  1. Ada usaha menciptakan jasa pemindahan barang/ jasa. Contoh : kereta api memiliki nilai guna bila telah mengangkut barang-barang dari satu kota ke kota lain.
  2. Ada usaha pengubahan bentuk yang lebih baik. Contoh : sebuah kapas dipintal menjadi benang kemudian menjadi kain.
  3. Ada jangka waktu pemakaian. Contoh : sebuah payung dan jas hujan berguna ketika hujan.
  4. Ada perubahan zaman. Contoh : manusia zaman dahulu berpakaian seadanya yang terbuat dari kulit binatang atau kulit kayu, sedangkan manusia masa kini berpakaian lengkap berbahan katun atau bahan lainnya.

 

Tujuan produksi

Tujuan kegiatan produksi antara lain :
  1. mempertinggi manfaat barang dan jasa.
  2. Mengubah bentuk barang atau jasa.
  3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat.
  4. Memenuhi kebutuhan masyarakat.
  5. Memperluas kesempatan bekerja.
  6. Meningkatkan modal usaha.
  7. Memperoleh keuntungan yang maksimum
Selain itu, dalam kegiatan produksi, penyedia faktor produksi akan mendapat balas jasa seperti :
  1. Pemilik faktor sumber daya alam berupa tanah akan mendapatkan  sewa tanah
  2. Pemilik faktor tenaga kerja akan menerima upah atau gaji
  3. Pemilik modal atau investor akan menerima bunga
  4. Para pengusaha akan menerima laba atau keuntungan
pengertian, tujuan dan jenis-jenis produksi

Jenis-jenis produksi


Berikut  ini adalah beberapa jenis produksi, yaitu :
  1. Produksi di bidang ekstraktif, yaitu usaha mengambil, menggali, atau mengumpulkan barang atau bahan dari alam secara langsung. Contoh : petani karet yang mengolah hasil kebun karet; nelayan yang menangkap ikan di laut; atau penambang yang mengambil hasil tambang atau mineral.
  2. Produksi di bidang agraris, yaitu usaha mengolah tanah hingga menghasilkan sesuatu. Contoh : petani yang mengolah tanah untuk dijadikan sawah.
  3. Produksi di barang industri, yaitu usaha mengolah bahan baku atau bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh : industri tekstil atau garmen yang mengubah kapas menjadi benang kemudian dipintal, atau industri makanan yang mengolah kacang kedelai menjadi tempe atau tahu.
  4. Produksi di bidang perdagangan, yaitu usaha menjual barang-barang jadi yang siap untuk dikonsumsi tanpa melalui proses produksi. Contoh : toko kelontong, agen koran, dan supermarket.
  5. Produksi di bidang jasa, yaitu usaha menjual jasa kepada pihak yang memerlukan bantuan jasanya. Contoh : jasa bank, pos, transportasi, dan asuransi.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian produksi, tujuan produksi, dan jenis produksi. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.
>

loading...
Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenis Produksi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment