Klasifikasi Industri

loading...
Perindustrian merupakan kegiatan pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ada begitu banyak jenis-jenis industri atau macam-macam industri. Berikut ini adalah klasifikasi industri yang perlu kita ketahui.

 
Klasifikasi industri menurut proses industri terbagi menjadi 3, yaitu :
  1. Industri hulu, yaitu industri yang bergerak dalam penyediaan mesin, logam dasar dan kimia dasar. Contoh : industri kayu lapis serta industri besi dan baja.
  2. Industri hilir, yaitu jenis industri yang bergerak dalam penyediaan pangan, tekstil, dan bahan bangunan. Contoh : industri furniture atau mebel, industri pipa dan industri garmen.
  3. Industri kecil, yaitu jenis industri yang tidak termasuk ke dalam industri hulu maupun industri hilir. Contoh : industri jasa dan penerbitan.

Menurut jenis modal, industri terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Indutri padat modal, yaitu industri yang memerlukan banyak modal untuk keperluan bahan baku, jenis produksi, maupun penjualan hasilnya. Contoh : industri besi dan baja, industri perakitan, atau industri pengolahan makanan.
  2. Industri padat karya, yaitu industri yang banyak menyerap tenaga kerja. Contoh : industri tekstil/ garmen dan industri percetakan.

 
klasifikasi industri
Menurut lokasinya, jenis  industri terbagi menjadi 4, yaitu :
  1. Industri berorientasi bahan baku mentah. Contoh : industri berbasis agrobisnis seperti industri teh, kopi, dan industri pertambangan.
  2. Industri berorientasi pasar/konsumen. Contoh : industri minuman dan makanan.
  3. Industri berorientasi tenaga kerja. Contoh : industri tekstil atau garmen.
  4. Industri yang berorientasi pada ketiga hal di atas atau disebut footlose industry. Jenis industri ini dapat ditemukan di lokasi manapun. Contoh : industri penerbitan.

 
Klasifikasi industri menurut besarnya modal yang dikeluarkan terbagi menjadi 4, yaitu :
  1. Industri rumah tangga adalah industri yang umumnya diusahakan oleh keluarga dan memanfaatkan tenaga kerja 1-4 orang. Contoh : industri anyaman, rajutan, dan sejenisnya.
  2. Industri kecil, adalah industri yang umumnya diusahakan keluarga dengan modal kecil dan peralatan sederhana. Jumlah tenaga kerja industri kecil adalah 5-19 orang dan umumnya masih ada hubungan saudara.
  3. Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan modal cukup, peralatan agak moderen, dan mulai ada pembagian kerja yang jelas. Jumlah tenaga kerja industri sedang adalah 20-99 orang. Contoh : industri penggergajian kayu, industri pakaian atau garmen, industri mebel atau furniture.
  4. Industri besar, merupakan jenis industri yang membutuhkan jumlah modal sangat besar, peralatan moderen, dan telah ada pembagian kerja yang profesional. Jumlah tenaga kerja yang dimiliki oleh industri besar adalah lebih dari 100 orang. Contoh : industri pupuk, industri besi dan baja, industri semen, industri kayu lapis dan industri perbengkelan.

 
Menurut sumber bahan bakunya, ada 3 macam industri, yaitu :
  1. Industri keratif, adalah industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan pertambangan.
  2. Industri nonekstraktif adalah industri yang bahan bakunya berasal dari tempat atau industri lain. Industri nonekstraktif terbagi atas dua jenis, yaitu sebagai berikut : Industri reproduktif, adalah industri yang bahan bakunya berasal dari alam dan selalu menggantinya dengan yang baru. Contoh : industri pertanian dan perkebunan. Industri manufaktur, adalah industri yang mengolah bahan baku yang hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari atau digunakan untuk industri lain seperti kayu lapis, benang tenun, dan kain.
  3. Industri fasilitatif adalah industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain. Contoh : industri perbankan, perdagangan, pariwisata, dan transportasi.

 
Klasifikasi industri menurut barang produksi terbagi menjadi 3, yaitu :
  1. Industri primer adalah industri yang memproses barang tanpa memerlukan proses pengolahan lebih lanjut. Contoh : industri penganyaman, pengiringan ikan, dan penggilingan padi.
  2. Industri sekunder adalah industri yang memproses barang dengan proses pengolahan lebih lanjut. Contoh : industri pemintalan.
  3. Industri tersier adalah industri yang menghasilkan jasa. Contoh industri transportasi dan perdagangan.

Demikianlah penjelasan mengenai klasifikasi industri. Semoga dengan tulisan ini kita lebih mengetahui banyak mengenai jenis-jenis industri atau macam-macam industri.  
loading...

0 Response to "Klasifikasi Industri"

Post a Comment