Kegiatan Ekonomi Pertanian

loading...
<
Ada dua bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia, yaitu kegiatan ekonomi pertanian dan kegiatan ekonomi non pertanian. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai kegiatan ekonomi pertanian.
Pertanian dalam arti sempit adalah usaha manusia untuk mengelola sumber daya alam melalui kegiatan bercocok tanam. Adapun yang dimaksud dengan pertanian dalam arti luas adalah usaha manusia untuk mengolah sumber daya alam yang tidak saja melalui kegiatan bercocok tanam, tetapi juga  melalui usaha perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan.

 
Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk kegiatan ekonomi pertanian :

 

Ladang berpindah (huma)


Ladang berpindah adalah kegiatan pertanian yang dilakukan secara berpindah-pindah tetapi masih di dalam satu kawasan hutan. Peladang akan berpindah membuka lahan baru apabila lahan yang lama telah dipakai sebanyak 2-5 kali. Pada kondisi tersebut, tanah sudah tidak subur lagi.

 

Tegalan


Tegalan adalah kegiatan bercocok tanam pada lahan pertanian kering yang sistem irigasinya (pengairan) bergantung pada air hujan. Tegalan umumnya menetap dan telah ada pengolahan yang intensif. Jenis komoditas tanaman tegalan adalah  tanaman palawija dan umbi-umbian seperti jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, ubi, dan sejenisnya.

 

Sawah


kegiatan ekonomi pertanian
Sawah adalah bentuk pertanian lahan basah menetap dengan sistem perairan tadah hujan atau sistem irigasi (pengairan). Berdasarkan sumber pengairan yang digunakan, sawah dapat dibedakan atas 4 macam, yaitu :
  1. Sawah tadah hujan, yaitu sawah yang sumber air untuk pengairannya berasal dari air hujan atau bergantung pada musim hujan.
  2. Sawah irigasi, yaitu sawah yang sumber air untuk pengairannya berasal dari sistem irigasi yang teratur sehingga tidak tergantung pada musim atau curah hujan.
  3. Sawah lebak, yaitu sawah yang sumber airnya untuk pengairannya bersasal dari air sungai.
  4. Sawah pasang surut (sawah bencah), yaitu sawah yang sumber airnya berasal dari air laut atau air rawa di sekitar daerah pasang surut.

 

Perkebunan


Perkebunan adalah kegiatan bercocok tanam pada lahan yang luas dan mengusahakan tanaman bernilai ekonomi tinggi, seperti kopi, cokelat, pala, cengkih, kelapa sawit, tembakau, teh, dan sejenisnya. Ditinjau dari sistem pengelolaannya, perkebunan dapat dibedakan menjadi dua yaitu perkebunan kecil atau perkebunan rakyat dan perkebunan besar.

 

Kehutanan


Kehutanan adalah kegiatan pengelolaan atau pemanfaatan hutan sebagai lahan pertanian. Pemanfaatan dan pengolahan hutan harus diseimbangkan dengan fungsi hutan itu sendiri, yaitu sebagai pengatur cuaca, iklim, tata air, tempat hidup aneka binatang dan tumbuh-tumbuhan, sumber bahan pangan dan bahan bangunan, dan sebagai tempat rekreasi.

 

Peternakan


Peternakan merupakan suatu usaha memelihara dan mengembangbiakkan hewan ternak untuk diambil manfaatnya. Peternakan yang diusahakan di Indonesia ada tiga macam, yaitu peternakan hewan kecil seperti kelinci, kambing, domba, atau babi. Peternakan hewan besar, seperti kerbau, sapi dan kuda. Peternakan unggas seperti ayam, itik, angsa, dan burung.

 

Perikanan


Perikanan adalah usaha penangkapan atau pemeliharaan  ikan yang dilakukan di laut, sungai, danau, waduk, kolam, sawah, atau tambak.  Jenis perikanan yang diusahakan di Indonesia digolongkan menjadi 3, yaitu perikanan ikan laut (contoh ikan kembung, tongkol, cucut, kakap, pari, teripang, bawal laut, lemuru, dan cumi-cumi), perikanan darat, yaitu perikanan air tawar (contoh : ikan mas, mujair, belut, nila, lele, gurame, tawes, sepat, dan bawal air tawar), dan perikanan air payau/ tambak ( contoh : ikan bandeng, belanak, kakap, dan udang).

Demikianlah penjelasan mengenai kegiatan ekonomi pertanian. Semoga tulisan ini bermanfaat.

0 Response to "Kegiatan Ekonomi Pertanian"

Post a Comment