Monday, 18 January 2016

Jenis Hujan atau Tipe-Tipe Hujan dan Penjelasannya

loading...


Hujan adalah endapan air di udara yang jatuh ke permukaan bumi. Proses terjadinya hujan selalu diawali dengan terbentuknya awan, yaitu perubahan air di udara menjadi butir-butir air atau es karena proses kondensasi atau pengembunan. Namun tidak semua awan mendatangkan hujan meskipun mengandung cukup air.

Butir-butir air yang membentuk awan memiliki diameter antara 0,014 mm – 0,035 mm, sangat kecil dan ringan sehingga melayang-layang di udara. Berdasarkan teori benturan, butir-butir air di dalam awan berbeturan satu sama lain sehingga menyebabkan butiran-butiran tersebut bersatu bertambah besar dan mencapai diameter 0,5 mm, karena gaya beratnya jatuh ke bumi sebagai hujan.

Berdasarkan proses terjadinya, jenis hujan terdiri dari hujan orografis, hujan konveksi, hujan frontal, dan hujan buatan.


Hujan orografis


Peranan topografi terhadap terjadinya hujan amat besar. Angin yang banyak membawa uap air ketika melewati gunung atau pegunungan, mendaki lereng dan makin tinggi ke udara bergerak ke atas, maka udara tersebut semakin dingin sehingga uap air yang ddibawanya mengalami pengembunan atau kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air yang membentuk awan.

Pembentukan titik-titik air yang semakin banyak akhirnya menimbulkan hujan pada lereng yang menghadap ke arah datangnnya angin tersebut. Angin akan bertiup terus melewati puncak dan menuruni lereng, akan tetapi angin ini tidak lagi membawa uap air, sehingga di lereng yang membelakangi  arah datangnya angin tidak turun hujan. Lereng yang membelakangin arah angin tersebut dinamai daerah bayangn hujan.



Hujan konveksi


Hujan konveksi (zenith) terjadi pada siang hari sehingga disebut hujan tengah hari. Pada siang hari ketika udara cerah, terjadi pemanasan yang tinggi terhadap permukaan bumi. Akibatnya, udara mengembang dan bersama-sama uap air naik secara vertikal ke atas  dan proses ini berlangsung sangat cepat.

Uap air yang naik ke atas mengalami pendinginan dan berubah menjadi titik-titik air (pengembunan) yang mengakibatkan turunnya hujan. Jenis hujan ini biasanya sangat lebat, tetapi hanya berlangsung sebentar dan meliputi wilayah yang sempit  



Hujan frontal


Hujan frontal merupakan permukaan yang membatasi dua masa udara yang berbeda temperaturnya satu sama lain. Hujan frontal terjadi berawal dari udara yang lebih hangat menjadi lebih ringan dan cenderung berada di atas udara yang lebih dingin. Udara dingin mengangkat udara yang lebih hangat. Udara yang lebih hangat terangkat kemudian mengembang dan mendingin. Dalam proses pendinginan akan terbentuk titik-titik air, yaitu awan. Setelah titik-titik awan itu mengalami kejenuhan, akhirnya jatuh dan terjadilah hujan frontal.

Pada umumnya, hujan frontal terjadi di daerah lintang sedang di mana udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi (kutub) bertemu dengan udara dari zona tekanan rendah, yaitu daerah subtropis.



Hujan buatan


Perkembangan teknologi di bidang meteorologi, telah memberikan kemampuan pada manusia untuk membuat hujan buatan. Jenis hujan ini dilakukan dengan cara menaburkan bahan kimia berupa Argenintum Ionida atau bahan pendingi seperti es kering ke dalam awan untuk mempercepat proses pembentukan awan.
Hujan buatan sering dilakukan pada musim kemarau panjang atau pada kebakaran hutan yang luas, seperti kebakaran yang baru saja melanda Indonesia pada tahun 2015, di mana asapnya sudah mengganggu negara tetangga.



Berdasarkan bentuknya, jenis hujan terdiri dari hujan es, hujan salju, hujan rintik-rintik, dan hujan asam.


Hujan es


Hujan es sering juga disebut sebagai hujan batu, yaitu hujan yang dsertai butir-butir es yang berjatuhan ke bumi. Hujan es terjadi karena arus udara yang banyak mengandung uap air bergerak secara vertikal mencapai lapisan udara yang sangat tinggi, sehingga suhu udara turun di bawah nol derajat Celcius.

Akibat proses tersebut, maka uap air yang terkandung di udara berubah secara cepat menjadi kristal-kristal es, dan jatuh ke bumi sebagai hujan es. Sebagian dari kristal-kristal es tersebut telah mencair sebelum mencapai permukaan bumi, oleh karena itu hujan es sering diiringi dengan hujan lebat pada siang hari, tetapi berlangsung dalam waktu yang singkat.



Hujan salju


Salju adalah kristal-kristal es yang halus, terbentuk dari uap air yang mengalami pendinginan, sampai di bawah titik beku. Salju ini kemudian jatuh ke permukaan bumi, tetapi tidak sempat mencair karena suhu permukaan bumi sangat dingin, biasanya kurang dari 5 derajat Celcius.

Jenis hujan salju sering terjadi di daerah kutub, di daerah beriklim sedang pada musim dingin dan di puncak-puncak gunung tinggi. Di Indonesia, hujan salju terdapat di puncak gunung Jaya Wijaya di Propinsi Papua, karena ketinggiannya telah melewati batas salju di daerah tropis yaitu lebih dari 4500 meter di atas permukaan laut.



Hujan rintik-rintik

jenis-jenis hujan

Hujan rintik-rintik terjadi karena butir air yang terdapat di awan sangat kecil, diameternya berukuran di antara 0,2-0,5 mm. Hujan rintik-rintik terjadi dari awan berlapis yang rendah dekat permukaan bumi.



Hujan asam


Di negara-negara industri, seperti negara-negara Eropa dan Amerika Serikat sering terjadi pencemaran udara karena asap pabrik sehingga menimbulkan hujan asam. Hujan asam ialah hujan yang mengandung endapan asam yang sangat tinggi, sehingga menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan hidup.

Kandungan asam di dalam udara seperti oksida sulfur dan oksida nitrogen yang berasal dari asap industri atau pabrik, mengalami perubahan kimia di udara dan jatuh ke bumi sebagai hujan asam di dalam air hujan, salju atau kabut, bahkan kadang-kadang sebagai partikel-partikel kering yang membentuk asam. Jenis hujan ini dapat menyebabkan kerusakan terhadap hutan dan kematian pada ikan-ikan di danau-danau.

Ribuan hektar huta telah rusak di negara-negara Eropa dan Amerika Utara sebagai akibat dari hujan asam. Kerusakan dimulai dengan daun-daun pada dahan dan ranting yang menguning, kemudian gugur mahkota atau pucuknya dan akhirnya mati atau tumbuh kerdil.

Di Skandinavia atau Amerika bagian utara, ikan-ikan mati di danau-danau sebagai akibat  hujan  asam. Mengingat luasnya dampak negatif yang terjadi, diperlukan kesadaran semua pihak, terutama negara-negara industri agar berusaha mengatasi masalah pencemaran udara karena dapat mengganggu keseimbangan lingkungan hidup.

>

loading...
Jenis Hujan atau Tipe-Tipe Hujan dan Penjelasannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment