Friday, 29 January 2016

Faktor-Faktor Produksi

loading...

Faktor produksi adalah segala sesuatu yang dapat menambah kegunaan barang atau jasa sehingga dapat dimanfaatkan konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Alam dan tenaga kerja adalah faktor produksi sederhana yang sudah berlangsung sejak lama dan dikenal sebagai faktor produksi asli. Adapun modal dan keahlian merupakan faktor produksi turunan.

 

Faktor produksi alam


semua barang yang disediakan alam merupakan sumber daya yang sangat potensial untuk dimanfaatkan, baik secara langsung maupun tidak langsung, guna memenuhi kebutuhan manusia. Contoh : tanah, barang tambang/ barang galian, udara, tenaga alam (air terjun, panas bumi dan sinar matahari), dan air.

 

Faktor produksi tenaga kerja


faktor-faktor produksi
Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang digunakan untuk mengolah faktor produksi alam. Faktor produksi tenaga kerja berkaitan dengan kemampuan atau keahlia manusia, baik jasmani maupun rohani untuk  memenuhi kebutuhannya. Faktor-faktor penentu kemampuan kerja antara lain adalah usia produktif, latar belakang pendidikan formal, disiplin kerja, kepribadian, kesehatan, keahlian/ keterampilan formal, pengalaman, dan motivasi diri.
 
Tenaga kerja menurut kualitasnya terbagi menjadi 3, yaitu :
  1. Tenaga kerja terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang telah memiliki pendidikan secara mendalam mengenai suatu bidang ilmu tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama. Contoh : insinyur, dokter, perawat, arsitek, guru, dosen, akuntan, atau pengacara.
  2. Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian melalui pelatihan khusus atau praktik kerja praktis, tetapi tidak mendapat pendidikan yang lama. Contoh : sopir, penjahit, tukang las, montir, pemahat, atau pelukis.
  3. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak pernah mendapatkan pendidikan atau pelatihan kerja praktis. Dengan demikian, tenaga kerja ini hanya mengandalkan kemampuan fisik (tenaga fisiknya). Contoh : kuli angkut/ bangunan, pesuruh, pelayan, atau tukang sapu.

Tenaga kerja menurut sifatnya terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang banyak menggunakan akal dan pikirannya ( berasal dari kecerdasan intelektual manusia). Contoh : manejer, direktur, guru, dosen, dan sejenisnya.
  2. Tenaga kerja jasmani, yaitu tenaga kerja yang memanfaatkan tenaganya atau fisiknya. Contoh : kuli angkut atau bangunan, buruh, dan petani.

 

Faktor produksi modal


Pengertian modal dalam arti luas adalah semua barang atau jasa yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa yang lebih bermanfaat. Adapun pengertian modal dalam arti sempit adalah barang atau uang yang diinvestasikan untuk membiayai sebuah usaha atau proses produksi. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis modal :
 

Menurut wujudnya, modal terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Modal berupa uang, mata uang yang sah, memiliki nilai, dan dikeluarkan oleh pemerintah yang sah. Contoh: uang kartal atau uang giral.
  2. Modal berupa barang atau jasa, seperti gedung, mesin, lahan pertanian, tenaga ahli, pegawai, atau peralatan kantor.

Jenis-jenis modal menurut sumbernya terbagi menjadi :
  1. Modal sendiri atau perseorangan, yaitu modal yang berasal dari kekayaan pribadi. Contoh : rumah kontrakan yang mendapat uang sewa, tabungan di bank akan mendapatkan bunga.
  2. Modal pinjaman, yaitu berasal dari pinjaman kepada suatu pihak (seperti pegadaian, bank, koperasi, atau orang lain) untuk digunakan sebagai modal dalam proses produksi. Contoh : pinjaman bank untuk usaha.

Menurut sifatnya, jenis modal terbagi menjadi 3, yaitu :
  1. Modal tetap, yaitu modal yang sifatnya tidak habis dalam satu kali proses produksi serta tidak dapat dipindah ke tempat lain. Contoh : tanah, bangunan gedung, dan mesin.
  2. Modal lancar, yaitu modal yang sifatnya dapat habis dalam sekali produksi serta dapat dipindah ke tempat lain. Contoh : bahan bakar dan bahan mentah.
  3. Modal variabel, yaitu modal berupa uang tunai yang digunakan sebagai alat tukar-menukar guna mendatangkan modal tetap dan modal lancar serta membiayai proses produksi. Contoh : uang tunai dan tabungan di bank.

Modal menurut bentuknya terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Modal nyata (konkret), yaitu modal yang dapat dirasakan secara indrawi. Contoh : mesin, bahan mentah, bahan bakar, uang.
  2. Modal abstak, yaitu modal yang tidak dapat dirasakan secara indrawi, tetapi dapat digunakan untuk proses produksi dan hasilnya terlihat. Contoh : keahlian, keterampilan, kepandaian, dan pengalaman.

 

Faktor produksi keahlian


Faktor produksi keahlian harus dimiliki oleh seseorang yang bertugas mengatur proses produksi. Keahlian yang dibutuhkan antara lain dimulai dari ide untuk memproduksi barang atau jasa hingga menyampaikannya kepada konsumen. Faktor produksi keahlian ini sering dikaitkan dengan kewirausahaan atau pengusaha. Pengusaha atau manajer harus memiliki kemampuan untuk memimpin, menyusun rencana, mengawasi, mampu bekerja di lingkungan yang heterogen, mampu memotivasi diri sendiri dan orang lain, serta mampu memahami teknis di bidangnya.

 
Demikianlah penjelasan mengenai faktor-faktor produksi yang terdiri dari faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal dan faktor produksi keahlian. Semoga tulisan ini bermanfaat.

>

loading...
Faktor-Faktor Produksi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment