Cuaca dan Iklim ǀ Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim

loading...

Pengertian Cuaca dan Iklim

 

Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat di suatu tempat. Cuaca sealu berubah-ubah di setiap waktu pada semua tempat. Oleh sebab itu, sering terjadi di suatu tempat udara berawan atau hujan turun lebat, sedangkan di tempat lain  cuaca terang benderang.
 
Pengamatan cuaca dilakukan secara terus menerus oleh Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berpusat di Jakarta. BMKG bertugas menyelidiki dan mencatat keadaan udara seperti suhu udara, temperatur udara, tekanan udara, keadaan awan, dan curah hujan.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memiliki stasiun-stasiun pengamatan cuaca yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi.
 
Sedangkan,
 
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan dalam waktu lama (11-30 tahun). Perbedaan antara cuaca dan iklim terletak pada luasnya daerah liputan dan lamanya waktu pengamatan.
 
Cuaca dikenal sebagai keadaan udara setempat yang memiliki wilayah cakupan yang lebih sempit dibandingkan dengan keadaan iklim yang meliputi wilayah yang luas. Keadaan cuaca ditentukan dengan pengamatan yang singkat (24 jam), sementara keadaan iklim ditentukan setelah melalui pengamatan yang lama. Ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi.
 

Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim


Unsur-unsur cuaca sama dengan unsur-unsur iklim. Unsur-unsur cuaca dan iklim adalah sebagai berikut :

 

Temperatur udara


Rata-rata temperatur udara di Indonesia di atas permukaan laut adalah sekitaar 27,5 derajat Celcius, sementara rata-rata temperatur udara di daratan pada ketinggian 0 meter di atas permukaan laut adalah sekitar 26 derajat celcius. Daerah-daerah yang sama temperatur udaranya di atas permukaan bumi digambarkan pada peta dalam bentuk garis yang disebut isotherm.
 
Makin tinggi letak suatu tempat dari permukaan laut, maka temperatur udaranya semakin rendah. Di daerah tropis terjadi penurunan temperatur udara sekitar 0,6 derajat Celsius pada setiap selisih ketinggian 100 m ke  arah vertikal.

 

Tekanan udara


Tekanan udara ialah beratnya udara di atas satu satuan areal. Tekanan udara pada setiap tempat di permukaan bumi tidak sama besarnya, karena tergantung pada keadaan temperatur udaranya. Semakin tinggi temperatur udara di suatu tempat, maka tekanan udaranya semakin rendah. Jika terjadi perbedaan tekanan udara, maka terjadilah gerakan udara dari daerah bertekanan udara tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan udara rendah (minimum). Gerakan udara ini disebut angin.

 

Angin


Angin  adalah udara yang bergerak horizontal (sejajar dengan permukaan bumi). Menurut hukum Buys Ballot, gerakan angin mengikuti ketentuan yang dinyatakan sebagai berikut :
“angin bertiup dari daerah bertekanan udara maksimum ke daerah bertekanan udara minimum. Di belahan bumi utara membelok ke kanan, di belahan bumi selatan membelok ke kiri.”
 
Pembelokan arah angin tersebut terjadi karena adanya pengaruh dari rotasi bumi yang berputs dari arah barat ke arah timur. Pada musim pancaroba, arah angin di atas Kepulauan Indonesia tidak menentu. Hal ini disebabkan karena perbedaan tekanan udara yang selalu berubah-ubah sehingga arah anginpun tidak menentu.
 
Karena perbedaan pemanasan udara setempat, angin dapat pula bergerak berputar seperti  angin siklon yang bisa menimbulkan bencana alam. Angin seperti ini disebut angin puting beliung atau angin puyuh.

 

Kelembaban udara


Kelembaban udara ialah banyaknya uap air yang terkandung di dalam udara. Endapan air di udara berupa awan, kabut, embun, atau hujan. Kelembaban udara ada dua macam, yaitu :
  1. Kelembaban udara mutlak (absolut), yaitu banyaknya uap air (dalam garam) yang terdapat dalam setiap satu meter kubik udara).
  2. Kelembaban udara nisbi (relatif), yaitu banyaknya uap air yang terdapat dalam udara dibandingkan dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung oleh udara tersebut pada suhu tertentu.

 

Awan


Awan adalah titik-titik air yang melayang-layang tinggi di udara. Besarnya titik air itu lebih kurang 0,01 mm, dengan kecepatan jatuh 1 cm/detik, hampir sebanding dengan kecepatan udara yang bergerak vertikal. Itulah sebabnya awan dapat bertahan diudara kecuali apabila kelembaban udara sangat tinggi menyebabkan butir air bertambah besar sehingga awan tersebut jatuh di bumi sebagai hujan.


Curah hujan


Curah hujan adalah banyak sedikitnya hujan yang jatuh pada suatu tempat di permukaan bumi. Besarnya curah hujan tergantung pada beberapa faktor, seperti  kelembaban udara, topografi wilayah, letak wilayah, arah dan kecepatan angin, dan temperatur udara. Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, sehingga kelembaban udara pun selalu tinggi. Kelembaban udara yang tinggi menyebabkan curah hujan sangat tinggi.
 
Terjadinya hujan selalu didahului oleh proses pengembunan (kondensasi), di mana uap air di udara berubah menjadi butir-butir air atau kristal es yang disebut awan. Gumpalan awan dapat bertambah besar dan karena gaya beratnya jatuh ke bumi sebagai hujan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian cuaca dan iklim serta unsur-unsur cuaca dan iklim. Semoga tulisan ini bermanfaat.
unsur-unsur cuaca dan iklim

loading...

0 Response to "Cuaca dan Iklim ǀ Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim"

Post a Comment