Friday, 15 January 2016

Bentuk-Bentuk Akomodasi

loading...


Akomodasi sebagai suatu proses sosial dalam interaksi sosial akan dapat terwujud dalam berbagai bentuk, seperti koersi, kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi, stalemate dan ajudikasi. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk akomodasi.
 

 Koersi (coercion)


Koersi, merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan dari salah satu pihak yang lebih kuat terhadap pihak lain yang lebih lemah kedudukannya. Contohnya : seorang pekerja menuntut kepada majikan agar upahnya dinaikkan. Oleh majikan, tuntutan tersebut tidak dipenuhi, dan jika pekerja tersebut terus menuntut, maka akan diberhentikan dari pekerjaannya. Karena takut diberhentikan, maka pekerja tersebut menghentikan tuntutannya. Posisi majikan lebih kuat dari pada pekerjannya.
 

Kompromi (compromise)


Kompromi, yaitu bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang bertentangan saling mengurangi tuntutanya sehingga pihak-pihak yang bertentangan dapat memperoleh suatu penyelesaian yang baik.
Contohnya : buruh pada sebuah perusahaan menuntut kenaikan gaji karena harga kebutuhan pokok di pasaran meningkat. Akan tetapi, perusahaan tidak mampu memenuhi kenaikan gaji seperti yang dituntut buruh. Pihak perusahaan menjelaskan kepada pihak buruh bagaimana keadaan keuangan perusahaan sehingga bburuh bisa mengerti keadaan perusahaan dan perusahaan pun mengerti keadaan buruh. Akhirnya, dicapai suatu kompromi yaitu gaji buruh dinaikkan tetapi hanya 50% dari tuntutan buruh, dan kedua belah pihak menerimanya dengan baik.
 

Arbitrasi (arbitration)


Arbitrasi merupakan bentuk kompromi yang menggunakan pihak ketiga. Misalnya, pada contoh kasus di atas tadi, apabila antara buruh dan perusahaan tidak tercapai kesepakatan dalam pertentangan mereka, maka penyelesaiannya dilakukan dengan mengundang pihak ketiga.
 
Pihak ketiga yang diundang, dipilih oleh suatu badan netral yang berkedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertikai serta mempunyai wewenang membuat suatu keputusan dalam penyelesaian pertikaian diantara kedua belah pihak, misalnya dari Departemen Tenaga Kerja dan Trasmigrasi.
 

Mediasi (mediation)


Mediasi adalah bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi yaitu mengundang pihak ketiga yang  netral untuk mendamaikan dan menyelesaikan pertentangan di antara orang atau kelompok tersebut. Pihak ketiga dalam hal ini sifatnya hanya sebagai penasihat dan tidak mempunyai kedudukan  atau wewenang untuk membuat keputusan seperti halnya yang terjadi dalam arbitrasi.
 
Contohnya, Indonesia ditunjuk sebagai negara penegah dalam penyelesaian pertikaian di Kamboja. Dalam kasus ini, Indonesia hanya menjadi perantara perundingan antara pihak-pihak yang  bertikai di Kamboja. Keputusan untuk berdamai atau tidak ada pada pihak-pihak yang bersengketa. Indonesia tidak mempunyai hak untuk memutuskan, hanya menjadi pengawas saja agar perundingan berjalan lancar.
 

Konsiliasi (consiliation)


Konsiliasi adalah bentuk akomodasi dengan cara mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai penyelesaian terbaik. Pihak-pihak yang bertikai diundang, dan diberi kesempatan kepada masing-masing pihak untuk saling menyesuaikan diri.
 
Misalnya, dalam masalah perburuhan di Indonesia, bila terjadi suatu masalah yang menimbulkan pertentangan seperti masalah upah, jam kerja, dan sebagainya, dibentuk panitia tetap di Indonesia yang khusus menangani penyelesaian masalah perburuhan, berada di bawah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Wakil-wakil dari buruh, perusahaan, dan wakil Depnakertrans, duduk bersama membicarakan masalah yang dipertentangkan sehingga tercapai kesepakatan.
 

Toleransi (toleranstion)


Toleransi adalah suatu bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang berbeda paham menghindarkan diri dari perselsihan dengan cara saling menghargai dan menghormati pihak lain. Indonesia dikenal sebagai negara yang masyarakatnya memiliki budaya toleransi, hal ini terlihat dalam toleransi beragama. Masing-masing pihak yang berbeda agama dan budaya saling menghormati sehingga konflik-konflik yang disebabkan perbedaan agama dan budaya tidak perlu terjadi.
 

Stalemate


Stalemate adalah bentuk akomodasi dimana masing-masing pihak yang bertikai berhenti pada satu titik tertentu karena kedua pihak memiliki kedudukan yang seimbang. Masing-masing pihak yang bertikai mundur, dan tidak ada lagi yang maju, mereka sadar, kalaupun pertikaian diteruskan tidak ada yang akan menang, justru sebaliknya sama-sama kalah. Contohnya adalah persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur pada “Perang Dingin” berakhir dengan sendirinya tanpa ada pihak yang dinyatakan kalah atau menang.
 

Ajudikasi (adjudication)


Ajudikasi adalah suatu bentuk akomodasi di mana penyelesaian pertikaian dilakukan melalui badan peradian karena semua cara msuyawarah yang ditempuh tidak menghasilkan penyelesaian yang dapat diterima semua pihak. Keputusan pengadilan bersifat mengikat, dan harus diterima semua pihak walaupun keputusan itu pasti tidak memuaskan salah satu pihak yang bertikai.
 
bentuk-bentuk akomodasi
Demikianlah penjelasan mengenai bentuk-bentuk akomodasi atau macam-macam akomodasi. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. 
>

loading...
Bentuk-Bentuk Akomodasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment