Alat Pengukur Cuaca dan Iklim dan Cara Kerjanya

loading...

Untuk membuat prakiraan terhadap perubahan-perubahan cuaca atau iklim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika selalu melakukan pengukuran terhadap unsur-unsur cuaca dan iklim. Beberapa alat-alat pengukur cuaca dan iklim yang digunakan antara lain :


Termometer


Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur temperatur udara. Termometer sederhana yang banyak digunakan adalah jenis termometer batang. Cara kerja termometer, bila suhu udara bertambah panas, maka air raksa pada bola bawah termometer memuai dan naik sepanjang kaca tipis di dalam kaca.

Sebaliknya, jika temperatur udara turun kembali maka air raksa dalam kaca ikut turun. Naik turunnya temperatur udara dapat dilihat pada  angka yang tertera pada tabung kaca dalam satuan derajat Celcius, Fahrenheit atau Reamur.

Jenis termometer lainnya adalah termometer maksimum dan minimum. Termometer maksimum digunakan untuk mengukur temperatur udara yang tinggi, sedangkan termometer minimum digunakan untuk mengukur temperatur udara yang rendah.



Barometer


Barometer adalah alat pengukur tekanan udara. Ada beberapa tipe barometer, misalnya barometer yang menggunakan tabung kaca hampa udara. Bagian ujung tabung yang terbuka dimasukkan ke dalam bejana air raksa. Bila tekanan udara naik, maka udara akan menekan air raksa yang ada di dalam tabung. Besarnya tekanan udara ialah selisih permukaan air raksa di dalam bejana di dalam tabung. Tipe barometer lainnya adalah barometer aneroid dan barograf yang menggunakan lempeng logam  yang tipis.



Anemometer

alat pengukur cuaca dan iklim

Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin. Alat ini dapat dilihat pada stasiun pengamatan cuaca atau di bandar udara. Anemometer ditempatkan di lapangan terbuka pada tiang yang agak tinggi. Pada alat ini terdapat beberapa mangkok untuk menerima tiupan angin. Ketika angin bertiup, angin meniup mangkok tersebut sehingga mangkok tersebut berputar.

Putaran mangkok dihubungkan dengan alat pencatat kecepatan angin. Kecepatan mangkok berputar tergantung pada kecepatan angin bertiup. Makin cepat angin bertiup, makin cepat pula mangkok berputar, dan sebaliknya. Kecepatan angin bertiup dapat dilihat pada alat pencatat yang ditempatkan di dalam ruangan pengamatan cuaca.

Anemometer moderen telah dilengkapi dengan petunjuk arah angin yang dihubungkan dengan komputer. Alat perekam arah angin dan kecepatan angin secara otomatis mencatatnya dalam kertas grafik. Kecepatan angin dinyatakan dalam satuan meter/detik, km/jam atau mil/jam.



Higrometer


Higrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara. Alat ini dapat kita lihat pada stasiun-stasiun pengamatan cuaca. Higrometer diletakkan di dalam sangkar Stevenson sebagaimana halnya dengan termometer pengukur suhu udara.

Higrometer terdiri dari satu termometer kering dan satu termometer basah. Kelembaban udara nisbi (relatif) dapat diketahui ddengana melitat tabel kelembaban relatif setelah menghitung selisih temperatur udara pada termometer kering dan termometer basah.



Penakar Hujan atau Fluviograf


Penakar hujan atau biasa disebut juga Fluviograf adalah alat untuk mengukur besarnya curah hujan. Alat ini ditempatkan pada lapangan terbuka, agar air hujan yang jatuh tidak terhalang masuk ke dalam tabung tersebut. Air hujan yang masuk melalui corong ditampung di dalam ruang tertutup supaya tidak menguap.

Kemudian air huja yang ditampung diukur dengan menggunakan gelas pengukur sehingga dapat diketahui besarnya curah hujan. Tinggi rendahnya curah hujan biasanya dinyatakan dalam mm (mili meter). Beberapa stasiun pengamat cuaca telah menggunakan alat pengukur curah hujan moderen yang dilengkapi dengan komputer sehingga tingginya curah hujan dapat diketahui dengan mudah.
loading...

0 Response to "Alat Pengukur Cuaca dan Iklim dan Cara Kerjanya"

Post a Comment