Air Permukaan : Sungai, Danau, dan Rawa

loading...
Air permukaan adalah bagian dari air hujan yang tidak mengalami peresapan, atau air hujan yang mengalami peresapan dan muncul kembali ke permukaan bumi sebagai mata air. Mata air yang muncul ke permukaan bumi akan mengalir sebagai air permukaaan.
 
Air hujan yang tidak mengalami peresapan, dan mata air-mata air yang muncul di permukaan bumi akan membentuk aliran permukaan yang menjadi sungai dan genangan air berupa rawa-rawa dan danau. Bagian terpenting dari air permukaan yang banyak dimanfaatkan secara langsung bagi kehidupan manusia adalah sungai dan danau.

 

Sungai


Sungai adalah air yang mengalir secara alamiah melalui saluran alam. Pada umumnya, sungai bermuara ke laut atau danau-danau. Tetapi ada pula sunga yang muaranya tidak mencapai laut. Sungai yang muaranya tidak mencapai laut banyak terdapat di daerah gurun yang amat kering. Di Australia, jenis sungai ini disebut creek dan di Arab disebut wadi.
 
Pada saat hujan, palung-palung ini berisi air tetapi bilamana hujan tidak ada, sungai-sungai ini hanya berupa palung-palung yang kering. Air hujan yang mengalir tidak dapat mencapai laut karena banyak meresap ke dalam tanah yang kering dan ada pula yang habis menguap kembali ke atmosfer.
 
Besarnya volume air yang mengalir pada satu sungai dalam suatu satuan waktu pada titik tertentu di sungai itu, disebut debit air. Debit air sungai terkecil terdapat di bagian hulu, sedangkan yang terbesar di bagian muara. Sungai yang besar berarti debit airnya besar, sedangkan sungai yang kecil debit airnya kecil.
Besar kecilnya volume air yang mengalir (debit air sungai) dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
 

1.    Iklim
 
Unsur iklim sangat berpengaruh pada debit air sungai. Banyaknya curah hujan (presipitasi) dan besarnya penguapan (evaporasi) sangat menentukan volume air yang ada di dalam sungai.
 
Pada saat musim penghujan presipitasi lebih besar dibandingkan besarnya evaporasi yang mengakibatkan debit air menjadi besar bahkan terjadi luapan air atau banjir. Tetapi sebaliknya, pada musim kemarau jumlah presipitasi menurun tetapi tingkat penguapan meningkat sehingga debit air semakin kecil.
 

2.    Kondisi daerah aliran sungai (DAS)
 
Luas dan ketinggian daerah aliran sungai berpengaruh besar terhadap debit air sungai. Daerah aliran sungai adalah bagian permukaan bumi yang berfungsi untuk menerima, menyimpan, dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya melalui sungai.
 
Contoh : hujan yang jatuh pada bagian permukaan bumi mengalirkan airnya ke sungai, misalnya, Sungai Kapuas. Bagian permukaan bumi yang menerima air hujan dan mengalirkan air sungai ke Sungai Kapuas disebut DAS Kapuas.
 
DAS biasanya dibatasi oleh punggung/igir perbukitan atau pegunungan. DAS yang luas berarti memiliki daerah tangkapan hujan yang luas pula, sehingga debit air sungai yang mengalir pada DAS itu lebih besar.
 
Daratan yang luas seperti benua biasanya debit air sungainya lebih besar dibandingkan daratan yang lebih sempit, seperti pada pulau-pulau kecil. Debit air sungai di Kalimantan lebih besar jika dibandingkan dengan debit air sungai yang ada di Pulau Jawa, karena Pulau Kalimantan jauh lebih luas dari Pulau Jawa.

 

Danau


Danau adalah cekungan di permukaan bumi yang cukup luas dan digenangi oleh air. Pada umumnya, permukaan air danau selalu di atas permukaan air laut. Ciri-ciri danau antara lain :
1.    Airnya cukup dalam.
2.    Tumbuh-tumbuhan air hanya menutupi bagian tepi saja.
3.    Sudah terdapat gelombang di permukaan air.
4.    Permukaan air danau pada umumnya lebih tinggi dari pada permukaan air laut.

 

Rawa-rawa


Rawa-rawa adalah daerah yang lebih rendah yang tergenang air dan pada umumnya permukaana ir rawa selalu di bawah atau sama dengan permukaan air laut, sehingga airnya selalu menggenang dan permukaan airnya selalu tertutup oleh tumbuhan air.
 
Ciri air rawa adalah airnya yang asam dan berwarna coklat sampai kehitam-hitaman. Rawa-rawa ada yang terdapat di pedalaman daratan tetapi banyak pula yang terdapat di sekitar pantai. Air rawa di sekitar pantai sangat dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut.
 
air permukaan : sungai, danau dan rawa
Pada saat air laut pasang, permukaan rawa tergenang dan saat air laut surut daerah ini kering. Rawa di tepi pantai ini banyak diumbuhi oleh pohon bakau, sedangkan yang ada di daerah pedalaman banyak ditumbuhi nipah (sejenis palem). Rawa-rawa banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi (sekitar pantai) dan sepanjang pantai Propinsi Papua.

Demikianlah penjelasan mengenai air permukaan yang berupa sungai, danau, dan rawa. Semoga tulisan ini bermanfaat.
loading...

0 Response to "Air Permukaan : Sungai, Danau, dan Rawa"

Post a Comment