Pengertian, Ciri-Ciri dan Tujuan Interaksi Sosial


Pengertian Interaksi Sosial


Secara harfiah, interaksi berarti tindakan yang berbalasan antarindividu, antarkelompok, atau antara individu dan kelompok yang saling mempengaruhi. Tindakan saling mempengaruhi ini sering kali dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol atau konsep-konsep. Definisi interaksi sosial menurut Macionis adalah suatu proses bertindak (aksi) dan membalas tindakan (reaksi) yang dilakukan oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.

Secara umum, pengertian interaksi sosial adalah :
“interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok melalui kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian”
Definisi interaksi sosial yang lain menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara satu individu dengan individu lain, antara individu dengan kelompok masyarakat, atau antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain di dalam masyarakat.
Interaksi sosial melibatkan berbagai proses sosial yang menyusun unsur-unsur dinamis dari masyarakat, yaitu proses tingkah laku yang dikaitkan dengan struktur sosial. Interaksi sosial ini dapat terjadi di pasar, di dalam rapat, di ladang atau di mana saja.
Dalam interaksi sosial, lokasi/tempat terjadinya interaksi bukanlah faktor yang penting. Oleh sebab itu, interaksi sosial dapat dikatakan sebagai hubungan yang saling mempengaruhi dalam masyarakat dan tidak dibatasi oleh lokasi atau tempat. Dalam proses saling mempengaruhi tersebut, norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat menjadi salah satu pegangan masyarakat.
Ditinjau dari pola hubungannya, interaksi sosial dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Tingkat hubungan yang dalam, yaitu interaksi yang berlangsung secara terus menerus dan tidak terbatas, serta sama-sama memiliki tujuan tertentu. Contoh : hubungan antara orang tua dan anak, kakak, atau dengan adik.
  2. Tingkat hubungan yang dangkal, yaitu interaksi sosial yang hanya berlangsung pada saat-saat tertentu dan tidak berkesinambungan. Contoh : hubungan antara sopir dan penumpang di angkutan umum.

Ciri-Ciri Interaksi Sosial


Berdasarkan pengertian interaksi sosial di atas, maka dapat disimpulkan ciri-ciri interaksi sosial sebagai berikut :
1.    Dilakukan oleh dua orang atau lebih dan ada reaksi dari pihak lain.
2.    Ada kontak sosial dan komunikasi.
3.    Bersifat timbal balik, positif dan berkesinambungan.
4.    Ada penyesuaian norma dan bentuk-bentuk interaksi sosial.
5.    Pola interaksi sosial yang baik harus terjalin berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektif dan efisien.
6.    Penyesuaian diri pada kebenaran dan norma.
7.    Tidak memaksa secara mental dan fisik.

Tujuan interaksi sosial


Proses interaksi sosial dapat berlangsung secara langsung maupun tidak langsung. Contoh interaksi sosial secara langsung adalah dengan bertatap muka sedangkan secara tidak langsung terjadi melalui media komunikasi seperti telepon, surat, E-mail, BBM, SMS, dan sebagainya.
Meskipun interaksi sosial terjadi secara langsung maupun tidak langsung, interaksi sosial tetap memiliki tujuan yang sama. Tujuan interaksi sosial antara lain :
a.    Menjalin dan meningkatkan hubungan persahabatan.
b.    Menjalin hubungan bisnis.
c.    Melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan.
d.    Menjalankan atau merundingkan suatu masalah yang timbul.
e.    Beradaptasi dengan lingkungan kebudayaan atau kebiasaan orang lain atau kelompok lain.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial dan tujuan interaksi sosial. Semoga tulisan ini bermanfaat.

pengertian interaksi sosial

0 Response to "Pengertian, Ciri-Ciri dan Tujuan Interaksi Sosial"

Post a Comment