Sumber Modal Kerja dan Pembagian Sumber Modal Kerja

loading...

Kebutuhan akan modal kerja mutlak untuk disediakan perusahaan dalam jumlah tertentu. Untuk memenuhi dana tersebut diperlukan sumber modal kerja yang dapat dicari dari berbagai macam sumber yang ada. Namun dalam pemilihan sumber modal harus memperhatikan untung ruginya pemilihan sumber modal kerja tersebut. Pertimbangan ini perlu dilakukan agar tidak menjadi beban perusahaan ke depan atau akan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.
 
Sumber dana untuk modal kerja dapat diperoleh dari penurunan jumlah aktiva dan kenaikan pasiva. Berikut ini adalah beberapa sumber modal kerja yang dapat digunakan, yaitu :
1.    Hasil operasi perusahaan
2.    Keuntungan penjualan surat berharga
3.    Penjualan saham
4.    Penjualan aktiva tetap
5.    Penjualan obligasi
6.    Memperoleh pinjaman
7.    Dana hibah
8.    Dan sumber lainnya
 
Hasil operasi perusahaan, maksudnya adalah pendapatan atau laba yang diperoleh pada periode tertentu. Pendapatan atau laba yang diperoleh perusahaan ditambah dengan penyusutan. Seperti misalnya cadangan laba atau laba yang belum dibagi. Selama laba yang belum dibagi perusahaan dan belum atau tidak diambil pemegang saham, maka akan menambah modal kerja perusahaan. Namun modal kerja ini sifatnya hanya sementara waktu saja dan dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama.
 
Keuntungan penjualan surat berharga, juga dapat digunakan untuk keperluan modal kerja. Besarnya selisih antara harga beli dengan harga jual surat berharga tersebut. Namun sebaliknya jika terpaksa harus menjual surat berharga dalam kondisi rugi, maka akan otomatis mengurangi  modal kerja.
 
Penjualan saham, artinya perusahaan melepas sejumlah saham yang masih dimiliki untuk dijual kepada berbagai pihak. Hasil penjualan saham ini dapat digunakan sebagai modal kerja, sekalipun kebiasaan (prioritas) dalam manajemen keuangan hasil penjualan saham lebih ditekankan untuk kebutuhan investasi jangka panjang.
 
sumber modal kerja dan pembagian sumber modal kerja
Penjualan aktiva tetap. Maksudnya yang dijual di sini adalah aktiva tetap yang dikurangi produktif atau masih menganggur. Hasil penjualan ini dapat dijadikan uang kas atau piutang sebesar harga jual.
 
Penjualan obligasi, artinya perusahaan mengeluarkan sejumlah obligasi untuk dijual kepada pihak lainnya. hasil penjualan ini juga dapat dijadikan modal kerja,  sekalipun hasil penjualan obligasi lebih diutamakan kepada investasi perusahaan jangka panjang sama seperti halnya dengan penjualan saham.
 
Memperoleh pinjaman dari kreditor (bank atau lembaga lain), terutama pinjaman jangka pendek. Khusus untuk pinjaman jangka panjang juga dapat digunakan, hanya saja peruntukan pinjaman jangka panjang biasanya digunakan untuk keuntungan investasi. Dalam praktiknya, pinjaman terutama dari dunia perbankan ada yang dkhususkan untuk digunakan sebagai modal kerja, walaupun tidak menambah aktiva lancar.
 
Memperoleh dana hibah dari berbagai lembaga. Dana hibah ini juga dapat digunakan sebagai modal kerja. Dana hibah ini biasanya tidak dikenakan biaya sebagaimana pinjaman dan tidak ada kewajiban pengembalian.
 
Secara khusus, sumber modal kerja dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.    Pembiayaan permanen
2.    Pembiayaan lancar
 
Sumber modal kerja untuk pembiayaan permanen merupakan  modal yang di gunakan untuk mempertahankan sirkulasi modal perusahaan kita agar tidak macet atau mengalami kesulitan. Sumber utama modal kerja untuk pembiayaan permanen adalah modal sendiri namun jika masih kurang dapat ditambahkan dari pinjaman jangka panjang.
 
Sumber modal kerja untuk pembiayaan lancar digunakan untuk membiayai modal kerja variabel yang biasanya terdiri dari dua sumber, yaitu :
  1. Modal dari sumber internal terdiri dari penyusutan, kewajiban yang belum jatuh tempo, serta cadangan dan laba.
  2. Modal dari sumber eksternal terdiri dari kredit perdagangan dan pinjaman.
Untuk modal kerja yang bersumber dari pinjaman terdiri dari beberape jenis, tergantung dari tujuan penggunaan pinjaman tersebut. Sedangkan jenis-jenis pinjaman bank sesuai dengan tujuannya adalah :
 
1. Kredit modal kerja, yaitu kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan. Karakteristik kredit modal kerja adalah :
  • Digunakan untuk kebutuhan dana jangka pendek, maksimal 1 tahun
  • Pemakaian dan pembayaran fleksibel sesuai dengan kebutuhan ataupun kemampuan
  • Bunga disesuaikan dengan jumlah penggunaan
  • Biasanya kredit modal kerja dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo
2. Kredit investasi, merupakan kredit yang diberikan untuk membeli aktiva tetap perusahaan. Karakteristik kredit investasi adalah :
  • Digunakan untuk keperluan jangka panjang, lebih dari satu tahun
  • Pemakaian dana dilakukan sekaligus
  • Pembayaran dilakukan secara cicilan atau diangsur (pokok+bunga) setiap bulan atau periode tertentu
Demikianlah jenis-jenis sumber modal kerja perusahaan. Semoga ini bisa menjadi acuan bagi kita yang tertarik untuk mendirikan sebuah perusahaan.
loading...

0 Response to "Sumber Modal Kerja dan Pembagian Sumber Modal Kerja"

Post a Comment