Proses Pendirian Badan Usaha


Pendirian suatu perusahaan tergantung dari jenis badan usaha yang dipilih. Ada badan usaha yang memerlukan beberapa dokumen saja, ada pula yang memerlukan dokumen yang lebih banyak. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap badan usaha berbeda. Waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan masing-masing badan usahapun berbeda.

Berikut ini adalah contoh proses pendirian badan usaha untuk badan usaha yang berbentuk Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT) dan yayasan.
 
1.    Mengadakan rapat umum pemegang saham
 
Para calon pemegang saham sepakat untuk membicarakan pembentukan usaha dengan segala hak dan kewajibannya dalam rapat umum pemegang saham. Hasil rapat ini dibuatkan notulennya, mulai dari awal sampai akhir sebagai bukti kesungguhan mereka untuk mendirikan badan usaha.
 
2.    Dibuatkan akte notaris
 
Setelah ada kesepakatan untuk mendirikan badan usaha, kesepakatan itu dituangkan dalam akte  notaris. Di dalam akte notaris tersebut, dicantumkan nama-nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha, dan tujuan perusahaan didirikan.
 
proses pendirian badan usaha
3.    Didaftarkan di pengadilan negeri
 
Selanjutnya oleh notaris akta ini didaftarkan di pengadilan negeri untuk mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum yang sah. Segala persyaratan harus segera dipenuhi, seperti dokumen dan izin domisili, surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) berikut data diri masing-masing.
 
4.    Diberitakan dalam lembaran negara
 
Badan usaha yang telah memperoleh legalitas dari Departemen Kehakiman akan diberitakan dalam berita negara.
 
Demikianlah penjelasan mengenai proses pendirian badan
usaha. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Proses Pendirian Badan Usaha"

Post a Comment