Pengertian Simpanan dan Jenis-Jenis Simpanan


Simpanan adalah uang nasabah yang dititipkan atau diinvestasikan ke bank. Kata lain dari simpanan adalah rekening atau account. Si pemilik dana disebut penyimpan dan akan diberikan imbalan jasa atas dana yang disimpan di bank tersebut. Imbalan jasa ini disebut bunga di bank konvensional dan bagi hasil bagi bank syariah. Besarnya imbalan jasa bunga atau bagi hasil tergantung dari kebijakan masing-masing bank.
 
Keuntungan menyimpan uang di bank adalah pertama memperoleh jasa, baik berupa bunga maupun bagi hasil. Kedua, uang yang disimpan di bank akan aman dari kehilangan atau kerusakan. Ketiga, memudahkan pembayaran dengan menggunakan pendebetan secara otomatis, misalnya untuk membayar listrik, telepon atau air, atau melakukan pembayaran dengan cek atau bilyet giro atau menggunakan kartu kredit. Terakhir, dengan menggunakan ATM pengambilan uang menjadi mudah.
 
Jenis simpanan yang ada di bank ada berbagai macam. Namun secara garis besar jenis-jenis simpanan yang ada di bank konvensional (barat) dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut :
 

1.    Simpanan Giro (Demand deposit )
Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Kepada setiap pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan jasa giro. Besarnya jasa giro tergantung dari bank yang bersangkutan. Rekening giro biasa digunakan oleh para usahawan, baik perorangan maupun perusahaannya. Bagi bank, jasa giro merupakan dana murah karena bunga yang hanya diberikan kepada nasabah lebih rendah dari pada bunga simpanan lainnya.
 

2.    Simpanan tabungan (saving deposit)
 
jenis-jenis simpanan




Tabungan merupakan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan dilakukan menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kuitansi, atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Pemegang rekening tabungan akan diberikang bunga tabungan yang merupakan jasa atas tabungannya. Sama halnya dengan rekening giro, besarnya bunga tabungan tergantung dari bank yang bersangkutan. Dalam praktiknya bunga tabungan lebih besar dibanding jasa giro.
 


3.    Simpanan deposito (time deposit)
 
Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannya pun dilakukan sesuai jangka waktu tersebut. Namun, saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Jenis deposito pun beragam sesuai dengan keinginan nasabah, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposit on call.
 
Sementara itu, jenis-jenis simpanan yang ada di Bank Syari’ah (Islam) sedikit berbeda dengan bank konvensional terutama dalam hal pemberian imbalan jasa. Jika imbalan jasa dalam bank konvensional disebut bunga, dalam bank syariah disebut bagi hasil.
 

Jenis simpanan (Al-wadi’ah) yang ada di Bank Syari’ah adalah sebagai berikut :
  1. Rekening giro wadia’ah di mana pemilik modal akan diberikan bonus dari pendapatan bank biasanya sebesar 30 % dari rata-rata saldo giro minimal tertentu.
  2. Rekening tabungan diberikan dengan sistem bagi hasil. Perbandingan bagi hasil antara  bank dengan nasabah biasanya 40-60 persen dari pendapatan bank dan untuk nasabah dihitung dari rata-rata saldo tabungan tertentu.
  3. Rekening deposito juga diberikan dengan sistem bagi hasil. Perbandingan bagi hasil (nisbah) antara bank dengan nasabah biasanya 45-55 persen dari pendapatan bank dan untuk nasabah dihitung dari rata-rata saldo per bulan.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian simpanan dan jenis-jenis simpanan. Semoga dengan tulisan ini kita bisa mengerti macam-macam simpanan yang ada baik di bank syariah maupun bank konvensional. 

0 Response to "Pengertian Simpanan dan Jenis-Jenis Simpanan"

Post a Comment