Sunday, 29 November 2015

Pengertian Pelapukan dan Jenis-Jenis Pelapukan

loading...


Pelapukan adalah proses penghancuran massa batuan yang dipengaruhi oleh iklim, struktur batuan, topografi, dan faktor biologis (tumbuhan, hewan, dan manusia). Berdasarkan prosesnya, pelapukan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pelapukan fisis atau mekanis, pelapukan organis atau biologis dan pelapukan kimiawi.

Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis pelapukan:

Pelapukan mekanis atau pelapukan fisis


Dalam pelapukan fisis atau mekanis, batuan yang terdiri dari bongkahan-bongkahan yang besar, pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Demikian pula dari bagian-bagian yang kecil akan hancur menjadi pasir, bahkan menjadi debu. Pelapukan ini disebut pelapukan mekanis karena proses berlangsungnya secara fisis atau mekanis.
Contoh terjadinya pelapukan fisis atau mekanis adalah :
  • Karena perbedaan temperatur yang besar, misalnya di daerah yang beriklim gurun atau kontinental, perubahan temperatur yang sangat besar antara siang dan malam manyababkan terjadinya padang pasir. Temperatur pada siang hari mencapai 40°C sedangkan di malam hari mencapai titik beku sehingga batuan menjadi pecah atau retak-retak. Apabila terkena panas, batuan akan mengembang dan apabila terkena dingin batuan akan menyusut hingga batuan menjadi retak.
  • Karena pembekuan air  di dalam tanah atau di celah-celah batuan. Air yang beku di dalam celah batuan, volumenya akan bertambah, akibatnya menekan batuan-batuan tersebut dan pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pelapukan akibat pembekuan air ini secara intensif berlangsung di daerah yang beriklim sedang. Pada musim dingin air tanah yang ada di permukaan bumi mengalami pembekuan.
  • Karena pengkristalan air garam, air tanah yang mengandung garam pada siang hari airnya menguap dan garamnya mengkristal. Kristal-kristal garam ini merusak batuan-batuan yang ada di sekitarnya.

Pelapukan organis atau biologis


Pealapukan organis atau biologis adalah jenis pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas tumbuh-tumbuhan, hewan, ataupun manusia. Berikut ini adalah contoh-contoh pelapukan biologis :
  • Akar tumbuhan yang kuat dapat menembus batuan sehingga pecah atau adanya lumut di batuan akan mempercepat pelapukan batuan.
  • Pelapukan organis yang bersifat kimiawi dapat terjadi apabila zat asam yang dikeluarkan oleh akar tanaman karena zat asam itu mampu merusak batuan.
  • Hewan, seperti semut, cacing, marmut, kelinci, dan undur-undur sering membuat lubang sebagai tempat tinggal atau sarang di dalam tanah. Melalui lubang-lubang tersebut, udara dan air dapat mempercepat pelapukan batuan. Selain itu, beberapa hewan seperti cacing tanah dapat menggemburkan tanah.
  • Aktivitas manusia yang menggunakan alat-alat berat dan mesin-mesin penghancur untuk keperluan bahan bangunan, pembangunan jalan raya, pertambangan dan sebagainya merupakan contoh pelapukan yang bersifat mekanis.

Pelapukan kimiawi


Pelapukan kimiawi banyak terjadi di daerah pegunungan kapur atau karst. Air hujan banyak mengandung CO2 (zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batuan kapur.
Di daerah tropis yang curah hujannya sanga tinggi seperti di Indonesia, pelapukan kimiawi berlangsung intensif. Karena air hujan mengandung zat asam arang yang cukup tinggi di samping juga banyaknya akar-akar dari tumbuhan yang menembus batuan.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian pelapukan dan jenis-jenis pelapukan. Setiap macam pelapukan membentuk permukaan bumi dengan caranya sendiri. Berdasarkan tulisan di atas, kita bisa melihat contoh-contoh pelapukan dan prosesnya.
Semoga bermanfaat. 
pengertian pelapukan dan jenis-jenis pelapukan

>

loading...
Pengertian Pelapukan dan Jenis-Jenis Pelapukan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment