Wednesday, 4 November 2015

Pengertian Neraca dan Komponen-Komponen Neraca

loading...



Sebelum mengetahui komponen-komponen neraca, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian neraca.

Pengertian Neraca menurut James van Horne adalah ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu yang menunjukkan total aktiva dengan total kewajiban ditambah dengan total ekuitas pemilik.
 
Dari definisi neraca di atas, dapat dijelaskan bahwa neraca merupakan ringkasan laporan keuangan,a artinya laporan keuangan disusun secara garis besarnya dan tidak mendetail. Kemudian, neraca juga menunjukkan posisi keuangan baik berupa aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal perusahaan (ekuitas) pada periode tertentu.
 
Dalam neraca disajikan berbagai informasi yang berkaitan dengan komponen yang ada di neraca. Secara lengkap, informasi yang disajikan dalam neraca meliputi :
1.    Jenis-jenis aktiva atau harta yang dimiliki
2.    Jumlah rupiah masing-masing jenis aktiva
3.    Jenis-jenis kewajiban atau utang
4.    Jumlah rupiah masing-masing jenis kewajiban atau utang
5.    Jenis-jenis modal
6.    Jumlah rupiah masing-masing jenis modal
 
Komponen atau isi yang terkandung dalam suatu aktiva dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu :
•    Aktiva lancar
•    Aktiva tetap
•    Aktiva lainnya
 
Kewajiban atau utang dibagi ke dalam dua jenis, yaitu :
•    Kewajiban lancar (utang jangka pendek)
•    Utang jangka panjang
 
Adapun komponen modal terdiri dari :
•    Modal setor
•    Laba yang ditahan
 

Posisi aktiva pada neraca disajikan pada sisi kanan secara berurutan dari atas ke bawah untuk neraca berbentuk skontro (account form). Sisi kanan terdiri dari aktiva dan sisi kiri terdiri dari kewajiban dan ekuitas. Adapun untuk neraca berbentuk laporan (report form) penyusunannya dimulai dari atas secara berurutan ke bawah yaitu dimulai dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas.
 
Penyusunan neraca dimulai dari yang paling lancar, yaitu mulai dari aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva lainnya. komponen yang terkandung dalam aktiva lancar adalah kas, bank, surat-surat berharga, piutang, sediaan dan lainnya.
 
Aktiva tetap terbagi dua, yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Komponen aktiva tetap berwujud seperti tanah, bangunan, mesin, kendaraan, peralatan dan lainnya. sedangkan dalam aktiva tidak berwujud seperti paten, goodwill, opsi da lainnya.
 
Posisi paling bawah diisi oleh aktiva lainnya, artinya tidak tergolong aktiva lancar maupun aktiva tetap. Sebagai contoh bangunan dalam proses, piutang jangka panjang, tanah dalam penyelesaian, uang jaminan dan sebagainya.
 
Di sebelah kiri neraca, berisi kewajiban (utang) dan modal (ekuitas) perusahaan. Kewajiban untuk nneraca berbentuk skontro. Komponennya dimulai dari kewajiban (utang) jangka pendek (lancar), artinya utang yang memiliki jangka waktu tidak lebih dari satu tahun seperti utang dagang, utang wesel dan utang bank.
 
Di bawah utang jangka pendek adalah utang jangka panjang. Utang jangka panjang merupakan utang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun seperti obligasi, hipotek atau utang bank dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.
 
pengertian neraca dan komponen-komponen neraca
Posisi terakhir di sisi kiri neraca adalah modal perusahaan atau ekuitas (equity). Komponen dari modal terdiri dari modal setor, laba ditahan, cadangan laba, hibah, atau lainnya.
 
Secara garis besar, komponen neraca secara garis besar terdiri dari :
 
1.    Aktiva lancar terdiri dari :
a.    Kas
b.    Rekening pada bank (rekening giro dan rekening tabungan)
c.    Deposito berjangka (time deposit)
d.    Surat-surat berharga (efek-efek)
e.    Piutang
f.    Pinjaman yang diberikan
g.    Sediaan
h.    Biaya yang dibayar di muka
i.    Pendapatan yang masih harus diterima
j.    Aktiva lancar lainnya
 

2.    Aktiva tetap terdiri dari
a.    Aktiva tetap berwujud, yaitu :
•    Tanah
•    Mesin bangunan
•    Peralatan
•    Kendaraan
•    Akumulasi penyusutan
•    Aktiva tetap lainnya
b.    Aktiva tetap tidak berwujud
•    Goodwill
•    Hak cipta
•    Lisensi
•    Merek dagang
 

3.    Aktiva lainnya yang terdiri dari antara lain :
a.    Gedung dalam proses
b.    Tanah dalam penyelesaian
c.    Piutang jangka panjang
d.    Utang jaminan
e.    Uang muka investasi
f.    Lainnya
 

Kemudian komponen utang (kewajiban) serta modal (ekuitas) tergambar dalam kondisi pasiva sebagai berikut :
 
1.    Utang lancar (kewajiban jangka pendek) terdiri dari :
a.    Utang dagang
b.    Utang wesel
c.    Utang bank
d.    Utang pajak
e.    Biaya yang masih harus dibayar
f.    Utang sewa guna usaha
g.    Utang dividen
h.    Utang gaji
i.    Utang lancar lainnya.
 

2.    Utang jangka panjang terdiri dari :
a.    Utang hipotek
b.    Utang obligasi
c.    Utang bank jangka panjang
d.    Utang jangka panjang lainnya
 

3.    Ekuitas terdiri dari :
a.    Modal saham
b.    Agio saham
c.    Laba ditahan
d.    Cadangan laba
e.    Modal sumbangan
 

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian neraca dan komponen-komponen neraca. Semoga tulisan ini memberikan manfaat.
 

Sumber :
Kasmir S.E. M.M., 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
>

loading...
Pengertian Neraca dan Komponen-Komponen Neraca Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment