Saturday, 28 November 2015

Pengertian Erosi dan Macam-Macam Erosi

loading...


Erosi (pengikisan) adalah proses terlepas atau berpindahnya material batu-batuan secara alamiah oleh tenaga-tenaga erosi seperti air, ombak, angin dan es/geyser. Permukaan batuan yang telah lapuk mudah sekali dihanyutkan oleh air yang mengalir atau bahkan tertiup oleh angin. Berdasarkan proses terjadinya, ada 4 macam erosi yaitu :
 

Erosi oleh air


Erosi air (ablasi) adalah erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir atau air hujan. Hujan lebat dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan banjir dan erosi besar-besaran.
 
Air sungai yang mengalir juga dapat menyebabkan proses pengangkutan material-material yang mengapung maupun yang berada di dasar sungai mengasah dan menghanyutkannya ke bagian hilir.
 
Di bagian hulu, arus sungai sangat deras dan mengakibatkan erosi bekerja secara vertikal (ke dasar sungai) sehingga mengubah bentuk badan sungai menjadi lembah-lembah berbentuk huruf V.
 
Di bagian muara, arus sungai semakin lambat karena sungai mengalir di tempat yang semakin datar, sehingga erosi ke arah dasar sungai semakin kecil, akan tetapi erosi yang lebih besar terjadi ke arah dinding sungai. Akibatnya, pada bagian muara, sungai-sungai semakin melebar, sehingga mengubah badan-badan sungai menjadi lembah-lembah berbentuk huruf U.

Erosi oleh air laut (abrasi)


Erosi laut atau pantai (abrasi) adalah erosi yang disebabkan oleh ombak (gelombang) sehingga pantai menjadi terkikis. Abrasi sangat besar pengaruhnya pada pantai-pantai yang curam. Di daerah pantai yang hutan bakaunya sudah habis ditebang, abrasi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan di sepanjang pantai.
 
Bentuk-bentuk muka bumi akibat abrasi terlihat pada tebing-tebing yang curam berupa gua-gua, pintu air, stack, dan cliff. Mula-mula bagian bawah dari pantai yang curam terkorek sedikit semi sedikit oleh kikisan air laut, lama kelamaan terbentuklah gua-gua, rongga-rongga, ataupun pintu-pintu air.
 
Gua-gua yang terbentuk cukup besar dan pada akhirnya runtuh, kemudian karena proses abrasi selanjutnya terbentuk lagi gua-gua yang baru. Kedalaman gua-gua yang terbentuk sangat bergantung pada jenis batuan pantai. Pada pantai yang terdiri dari batuan yang keras, dapat terbentuk gua yang lebih besar dan dalam.
 
Stack adalah tonggak-tonggak batu yang nampak berdiri di atas permukaan laut yang merupakan sisa-sisa batuan. Tonggak-tonggak batu ini adalah merupakan bagian-bagian batuan yang keras sehingga tahan terhadap pukulan gelombang laut.
 
Cliff adalah pantai yang terjal, terjadi karena kikisan air laut terhadap pantai. Kadang-kadang kemiringannya mencapai 90 derajat (tegak lurus dengan permukaan air laut). Abrasi di pantai yang curam mengakibatkan penyempitan daratan sepanjang pantai.

 

Erosi oleh gletser


Pengikisan oleh gletser disebut erosi glasial atau eksarasi. Gletser adalah lapisan es yang bergerak secara perlahan menuruni lembah di lereng pegunungan akibat gaya beratnya sendiri. Karena gerakan gletser ini maka terjadi pengikisan terhadap dasar dan samping kanan-kiri lembah tersebut. Puing-puing hasil kikisan gletser tersebut akhirnya diendapkan pada ujung gletser pada saat gletser mulai mencair. Endapan oleh gletser disebut moraine.

 

Erosi oleh angin


Erosi angin disebut deflasi, terjadi terutama di daerah-daerah yang kering seperti gurun. Kekuatan angin menjadi faktor yang penting dalam perombakan muka bumi, yaitu mengikis dan membangun bentuk-bentuk muka bumi. Batuan yang mengalami pelapukan, dikikis dan diangkut oleh angin. Apabila kakuatan angin mulai melemah, bahan-bahan yang diangkut mulai diendapkan.
 
pengertian erosi dan macam-macam erosi
Di samping deflasi, di gurun juga terjadi korasi yaitu angin yang mengangkat pasir dengan kerasnya mengikis batuan di daerah-daerah tersebut. Erosi semacam ini akan mengasah dan mengikis batuan yang kuat.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian erosi serta macam-macam erosi atau bentuk-bentuk erosi. Semoga tulisan ini bermanfaat.
>

loading...
Pengertian Erosi dan Macam-Macam Erosi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment