Pengertian dan Komponen Laporan Laba Rugi


Selain neraca, bentuk laporan keuangan lainnya adalah laporan laba rugi. Perbedaan neraca dengan laporan laba rugi adalah informasi yang diberikan oleh kedua jenis laporan keuangan tersebut. Neraca melaporkan informasi tentang kekayaan, utang dan modal. Sedangkan laporan laba rugi memberikan informasi tentang hasil-hasil usaha yang diperoleh perusahaan.

Laporan laba rugi juga berisi jumlah pendapatan yang diperoleh dan jumlah biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain, laporan laba rugi merupakan laporan yang menunjukkan jumlah pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan dan laba rugi dalam suatu periode tertentu.
 
Laporan laba rugi memuat jenis-jenis pendapatan yang diperoleh perusahaan di samping jumlahnya (nilai uangnya) dalam satu periode. Kemudian melaporkan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan berikut jumlahnya (nilai uangnya) dalam periode yang sama. Dari jumlah pendapatan dan biaya ini akan terdapat selisih, jika dikurangkan. Selisih dari jumlah pendapatan dan biaya ini kita sebut laba atau rugi.
 
Jika jumlah pendapatan lebih besar dari pada jumlah biaya, maka dikatakan bahwa perusahaan dalam kondisi untung. Sebaliknya jika jumlah pendapatan lebih kecil dari pada jumlah biaya, maka dikatakan bahwa perusahaan dalam kondisi rugi. Komponen lainnya yang ada di dalam laporan laba rugi adalah pajak dan laba per lembar saham.
 
Pengertian laporan laba rugi menurut James C. Van Horne merupakan ringkasan pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu diakhiri dengan laba atau rugi pada periode tersebut. Laporan laba rugi terdiri dari penghasilan dan biaya perusahaan pada periode tertentu, biasanya untuk satu tahun atau tiap semester atau tiap tiga bulan.
 
Dalam praktiknya, komponen pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi terdiir dari dua jenis, yaitu :
1.    Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok (usaha utama) perusahaan.
2.    Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari di luar usaha pokok (usaha sampingan) perusahaan.
 

Untuk komponen pengeluaran atau biaya-biaya dalam laporan laba rugi terdiri dari dua jenis, yaitu :
1.    Pengeluaran atau biaya yang dibebankan dari usaha pokok (usaha utama) perusahaan.
2.    Pengeluaran atau biaya yang dibebankan dari luar usaha pokok (usaha sampingan) perusahaan.
 
pasar uang dan pasar modal


Berikut ini adalah komponen laporan laba rugi agar kita lebih jelas mengetahui komponen-komponen laporan laba rugi :
1.    Penjualan (pendapatan)
2.    Harga pokok penjualan (H.P.P)
3.    Laba kotor
4.    Biaya operasi terdiri dari:
•    Biaya umum
•    Biaya penjualan
•    Biaya sewa
•    Biaya administrasi
•    Biaya operasi lainnya.
5.    Laba kotor operasional
6.    Penyusutan (depresiasi)
7.    Pendapatan bersih operasi
8.    Pendapatan lainnya
9.    Laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT ( Earning Before Interest and Tax)
10.    Biaya bunga terdiri dari :
•    Bunga wesel
•    Bunga bank
•    Bunga hipotek
•    Bunga obligasi
•    Bunga lainnya
11.    Laba sebelum pajak atau EBT (Earning Before Tax)
12.    Pajak
13.    Laba sesudah bunga dan pajan atau EAIT (Earning After Interest and Tax)
14.    Laba per lembar saham (Earning per Share)

Demikianlah penjelasan singkat mengenai laporan laba rugi dan komponen-komponen laporan laba rugi. Semoga bermanfaat. 


Sumber :
Kasmir S.E. M.M., 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

0 Response to "Pengertian dan Komponen Laporan Laba Rugi"

Post a Comment