Jenis-Jenis Rasio Keuangan

loading...

Jenis-jenis rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja manajemen beragam. Penggunaan masing-masing rasio tergantung pada kebutuhan perusahaan, artinya terkadang tidak semua rasio digunakan. Hanya saja jika hendak melihat kondisi dan posisi perusahaan secara lengkap, maka sebaiknya seluruh rasio digunakan.
 
Dalam praktiknya, terdapat beberapa macam jenis rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Masing-masing jenis rasio yang digunakan akan memberikan arti tertentu tentang posisi yang diinginkan. Jenis-jenis rasio keuangan sebagai berikut :
 

Rasio likuiditas


Fred Watson menyebutkan bahwa rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih, maka akan mampu memenuhi utang tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.
 
Jenis-jenis rasio likuiditas antara lain :
1.    Rasio lancar
2.    Rasio sangat lancar
3.    Rasio kas
4.    Rasio perputaran kas
5.    Inventory to Net Working Capital
 

Rasio solvabilitas


Rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi).
 
Adapun jenis-jenis rasio solvabilitas antara lain :
1.    Debt in Assets Ratio
2.    Debt in Equity Ratio
3.    Long Term Debt to Equity Ratio
4.    Times Interest Earned
5.    Fixed Charge Coverage
 

Rasio Aktivitas


Rasio aktivitas (activity ratio) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula dikatakan bahwa rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan. Efisiensi yang dilakukan misalnya di bidang penjualan, sediaan, penagihan piutang dan efisiensi di bidang lainnya. Rasio aktivitas juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivits sehari-hari.
 
Jenis-jenis rasio aktivitas yang dirangkum beberapa ahli keuangan yaitu :
1.    Perputaran piutang
2.    Hari rata-rata penagihan piutang
3.    Perputaran sediaan
4.    Hari rata-rata penagihan sediaan
5.    Perputaran modal kerja
6.    Perputaran aktiva tetap
7.    Perputaran aktiva
 

Rasio Profitabilitas


Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya bahwa penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan.
 
Jenis-jenis rasio profitabilitas antara lain :
1.    Profit Margin (Profit Margin on Sales)
2.    Return on Investment (ROI)
3.    Return on Equity (ROE)
4.    Laba per lembar saham
5.    Rasio pertumbuhan
 

Rasio pertumbuhan


Rasio pertumbuhan (Growth Ratio) adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya. Dalam rasio pertumbuhan, yang dianalisis adalah pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba bersih, pertumbuhan pendapatan per saham, dan pertumbuhan dividen per saham.
 

Rasio penilaian


Rasio penilaian (valuation ratio), yaitu rasio yang memberikan ukuran kemampuan manajemen menciptakan nilai pasar usahanya di atas biaya investasi, seperti :
1.    Rasio harga saham terhadap pendapatan
2.    Rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku


jenis-jenis rasio keuangan
sumber :
Kasmir S.E. M.M., 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

loading...

0 Response to "Jenis-Jenis Rasio Keuangan"

Post a Comment