Saturday, 28 November 2015

Jenis-Jenis Erupsi Gunung Berapi

loading...


Berdasarkan kekuatan letusannya, erupsi gunung berapi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
 

1.    Erupsi effusif
 
Pada erupsi effusif, tidak terjadi jatuhan debu, hanya terdapat aliran lava yang menuruni lereng karena lavanya cair. Erupsi effusif berlangsung dengan lemah, tidak menimbulkan ledakan-ledakan. Magma yang keluar mengalir menuruni lereng-lereng gunung.
 
Gejala ini terjadi karena tekanan gas dari dalam bumi agak lemah, sehingga letusannya tidak menimbulkan kerusakan pada puncaknya,akan tetapi menambah ketebalan lereng sehingga jenis erupsi ini digolongkan sebagai erupsi konstruktif.
 

2.    Erupsi eksplosif
 
Erupsi eksplosof berlangsung sangat kuat, disertai dengan ledakan-ledakan yang dahsyat karena tekanan gas dari dalam bumi sangat tinggi. Material-material dari puncak gunung api seperti batu, kerikil, pasir, debu, dan sebagainya  terlempar jauh.
 
Erupsi eksplosif tergolong jenis erupsi yang paling merusak karena dapat menghancurkan puncak-puncak gunung api. Pada erupsi eksplosif tidak terdapat aliran lava, bahkan banyak material berat terlempar.
Setelah erupsi, kerucut gunung api tersebut akan hilang karena sebagian hancur akibat erupsi. Contoh erupsi eksplosif adalah erupsi Gunung Krakatau di Selat Sunda.
 


3.    Erupsi campuran
 
Kekuatan erupsi campuran tidak sekuat erupsi eksplosif, namun lebih kuat dari erupsi effusif. Bahan-bahan yang dikeluarkan sewaktu terjadi erupsi selain lava, juga debu-debu vulkanis yang akhirnya secara bersama-sama dengan lava mmebeku tertimbun di lereng gunung itu.
 
Jenis erupsi ini juga tergolong erupsi membangun karena lava dan debu vulkanis yang tertimbun di lereng gunung menyebabkan lereng bertambah tebal dan tinggi. Pada erupsi campuran terdapat aliran lava dan jatuhan debu di sekitar puncak gunung yang menyebabkan gunung tersebut bertambah tinggi. Jenis erupsi campuran akan menghasilkan gunung api strato, sebagaimana yang banyak ditemukan di Indonesia.
 
Berdasarkan aliran magma ke permukaan bumi, erupsi dibedakan atas dua macam, yaitu :
 

1.    Erupsi sentral
 
Erupsi sentral yaitu jenis erupsi yang terjadi karena magma menuju permukaan bumi hanya melalui satu pipa. Pipa ini terbentuk sepanjang kulit bumi secara vertikal mulai dari dapur magma sampai kawah gunung berapi akibat gesekan gas-gas dan magma yang mendesak ke luar. Umumnya erupsi gunung berapi adalah erupsi sentral.
 

2.    Erupsi linear (satu garis)
 
Erupsi linear yaitu jenis erupsi yang terjadi sepanjang satu retakan di kulit bumi. Karena magma keluar sepanjang satu retakan, maka akan terbentuk deretan gunung api yang kecil-kecil di sepanjang retakan itu. Jenis erupsi ini tidak banyak ditemukan, gunung api di Islandia merupakan contoh dari erupsi linear.
 
Bahan-bahan atau material yang dikeluarkan pada waktu erupsi gunung berapi terdiri dari gas karbondioksida, karbon monoksida, belerang dan uap air. Sedangkan zat cair terdiri dari air yang bercampur dengan belerang dan zat padat.
 
Selain bahan tersebut, ada pula gunung api yang mengeluarkan lahar, yaitu sejenis aliran lumpur dari puncak gunung menuruni lereng. Ada dua jenis lahar, yaitu lahar panas dan lahar dingin. Lahar panas terjadi apabila di puncak gunung api terdapat danau kawah berisi lava atau bahan cair yang panas, kemudian meluap dan mengalir menuruni lereng. Lahar dingin terjadi karena endapan di sekitar lereng gunung api bercampur dengan air hujan dan berubah menjadi lumpur dan mengalir menuruni lereng.
 
jenis-jenis erupsi gunung api
Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis erupsi gunung api. Semoga tulisan ini bermanfaat.
>

loading...
Jenis-Jenis Erupsi Gunung Berapi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment