Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Endogen

loading...

Pergerakan kerak bumi akibat tenaga endogen dapat mempengaruhi relief dan bentuk muka bumi, misalnya membentuk daerah lipatan, patahan, maupun rangkaian gunung api. Berikut ini adalah berbagai bentuk muka bumi akibat tenaga endogen :

Muka bumi berbentuk lipatan


Lipatan adalah bentuk permukaan bumi yang bergelombang dan arahnya mendatar. Daerah lipatan yang tinggi atau puncak lipatan disebut antiklin, sedangkan daerah lipatan yang rendah atau lembah lipatan disebut sinklin.
 
Tekanan lebih lanjut pada lapisan kulit bumi atau pada daerah lipatan yang telah ada dapat mengakibatkan berbagai bentuk lipatan yang lebih rumit, seperti lipatan miring, lipatan rebah, lipatan menggantung, lipatan isoklin, atau lipatan rebah berpindah menjadi sesar sungkup.

 

Muka bumi berbentuk patahan


Patahan terjadi karena retaknya atau patahnya suatu bentangan. Patahan juga terjadi karena pengurangan isi lapisan dalam kerak bumi, misalnya akibat letusan gunung api sehingga satu bagian kulit bumi merosot, atau proses tekanan dari dalam bumi. Pada umumnya patahan terjadi di daerah batuan yang solid atau keras.
 
Ada 3 bentuk patahan, yaitu slenk (terban/graben), horst dan patahan bersusun. Slenk adalah bentuk patahan yang mengalami penurunan ke bawah dan terletak di antara dua bagian yang tinggi (masing-masing bagian tersebut dipisahkan oleh bidang-bidang patahan). Horst adalah bentuk patahan yang mengalami pengangkatan dan terletak di antara dua bagian yang rendah (masing-masing  bagian tersebut dipisahkan oleh bidang patahan).

 

Gunung api

Gunung api adalah salah satu bentuk muka bumi yang terbentuk akibat tenaga endogen. Gunung api adalah tonjolan di permukaan bumi sebagai akibat keluarnya magma dari dalam bumi melalui kepundan. Proses terbentuknya gunung api dapat disebabkan oleh tekanan kuat magma yang tertahan di dalam bumi serta mampu mendorong dan menembus lapisan bumi sehingga akhirnya keluar ke permukaan bumi melalui kepundan.
 
Selain itu, rangkaian gunung api juga terjadi karena proses pergerakan muka bumi yang saling mendekati (pergerakan konvergen) dan mengakibatkan salah satu lempeng terdesak (terdorong) ke bawah lempeng lainnya yang menuju ke dalam lapisan bumi yang merupakan zona subduksi).
 
Lempeng yang mengujam ke ke inti bumi ini semakin ke bawah semakin tertekan dan memanas sehingga meleleh menjadi magma. Akibat tekanan dari dalam yang begitu kuat, magma terdorong ke atas dan berusaha menembus lapisan bumi sehingga mencapai ke permukaan bumi serta membentuk pegunungan api.
 
Proses keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya disertai dengan letusan. Kekuatan letusan gunung api serta  viskositas magma berpengaruh terhadap bentuk gunung api. Berdasarkan bentuknya, gunung api dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu strato/kerucut, corong, dan perisai.
 
Gunung api strato/kerucut, memiliki puncak yang runcing atau lancip seperti kerucut, berlereng curam, dan memiliki daya letusan yang cukup tinggi.
 
Gunung api perisai berpuncak lebar, berlereng landai, memiliki frekuensi letusan yang cukup, akan tetapi lebih sering tenang.
 
Gunung api maar memiliki puncak dengan lubang kepundan yang lebar, berbentuk corong, dan berlereng sedang. Gunung ini terbentuk akibat lapisan yang sangat dahsyat. Saat meletus, sebagian puncaknya akan terlempar dan menyisakan lubang berbentuk corong yang sangat besar.

bentuk muka bumi akibat tenaga endogen
Demikianlah penjelasan mengenai bentuk muka bumi akibat tenaga endogen. semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.
loading...

0 Response to "Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Endogen"

Post a Comment