13 Faktor Kegagalan Wirausaha Yang Harus Kamu Perhatikan


Tidak ada wirausaha yang tidak pernah mengalami kegagalan dan wirausaha yang sukses selalu bangkit dari setiap kegagalan yang dialaminya. Apabila wirausaha itu berhenti mencoba lagi, maka wirausaha itu telah gagal dalam usaha. 

Adapun faktor-faktor kegagalan wirausaha yang perlu kita ketahui antara lain :
 
a. Tidak pernah atau jarang membuat perencanaan usaha secara tertulis
 
Apapun usaha yang ingin kita lakukan, maka perlu untuk direncanakan dengan baik. Banyak usaha yang tiba-tiba tutup karena tidak mempunyai perencanaan yang jelas. Keuntungan membuat rencana usaha antara lain:
  1. Sebuah rencana usaha akan membuat energi kita terpusat pada satu tekda dan mewujudkannya dengan segala upaya.
  2. Dapat mengukur kinerja usaha kita.
  3. Menjadi pedoman dalam langkah-langkah usaha.
  4. Dengan rencana usaha, kita bisa mencari rekan bisnis dan investor karena punya perencanaan ke depan
b. Usaha yang dijalankan bertentangan dengan  pendidikan, latar belakang, pengalaman, atau kesukaan wirausaha
 
Konon, usaha itu seperti pasangan jiwa. Sehingga jika kita tidak memiliki kecocokan dengan usaha yang kita jalankan, maka sudah pasti akan terjadi penolakan di dalam hati sehingga usaha yang kita jalankan akan mengalami kegagalan.
 
c.    Lokasi yang tidak tepat untuk usaha
 
Usaha yang sukses membutuhkan lokasi dengan tingkat lalu lintas yang tinggi sehingga nama perusahaan bisa cepat dikenal. Sama seperti kuliah dimana ada paham kalau “posisi menentukan nilai”, maka di dunia wirausaha pun harus kita akui bahwa lokasi menentukan kesuksesan. Tidak mungkin kita akan mengalami kesuksesan jika kita membangun toko di atas gunung.
 
d.    Tidak memiliki specialist person (karyawan yang ahli)
 
Setiap usaha pasti memiliki seorang specialist person yang menjadi faktor penentu kualitas dan perkembangan perusahaan. Contoh specialist person adalah koki di restoran, tentor di bimbingan belajar, montir di bengkel, dokter di rumah sakit, dan lain-lain.
 
e.    Perencanaan usaha tidak berorientasi ke depan
 
Usaha memerlukan perencanaan usaha yang breorientasi ke depan, baik perencanaan jangka panjang maupun jangka pendek. Visi dan misi ke depan akan menentukan arah gerak pertumbuhan perusahaan. Itulah pentingnya sebuah tujuan yang akan membentuk seperti apa perusahaan ke depan.
 
f.    Tidak melakukan riset dan analisa pasar
 
Setiap usaha membutuhkan riset/penelitian dan analisa pasar. Usaha yang tidak melakukan riset berarti usaha yang asal-asalan atau cenderung nekat sehingga mudah sekali jatuh karena tidak ada hubungan dengan pasarnya yang menyebabkan usaha mengalami kesulitan untuk berkembang.
 
g.    Masalah legalitas dan perijinan
 
Usaha juga memerlukan izin dan legalitas, baik itu izin usaha, domisili, SIUP, atau HAKI seperti merek dan nama perusahaan. Bila tidak ada legalitas dan perizinan, usaha yang dilakukan suatu saat akan dilarang beroperasi.
 
h.    Tidak kreatif dan inovatif
 
Usaha yang tidak kreatif dan inovatif suatu saat pasti akan mengalami kegagalan karena kalah bersaing dengan usaha lainnya yang cenderung mengalami perubahan dan perbaikan. Kreatifitas dan inovasi meningkatkan daya saing dengan usaha lainnya.
 
i.     Cepat puas diri
 
Dalam dunia wirausaha, cepat puas diri menjadi salah satu faktor kegagalan usaha. Seorang wirasusahawan harus mendengar kata-kata orang bijak “ pesaing itu tidak pernah tidur”
 
faktor kegagalan wirausaha

j.    Dominan
 
Tipe pemimpin yang cenderung bossy dan terlalu dominan akan menyebabkan karyawan kehilangan semngat kerja. Biasanya, karyawan yang dipimpin oleh bos semacam ini akan bekerja keras di depan bosnya, tetapi santai jika tidak ada bos di depan mereka. Terlalu dominan menyebabkan tidak adanya kerjasama antara pemimpin dengan karyawan sehingga pemimpin dengan tipe ini akan mudah mengalami kegagalan usaha.
 
k.    Anggota keluarga ikut/ masuk ke dalamnya
 
Perusahaan keluarga memang memiliki kelemahan terutama jika suami/istri ikut terlibat dalam proses operasional dan pengambilan keputusan. Jadi tampak tidak jelas lagi dan kegagalan seringkali menghinggapi usaha yang mempunyai masalah ini.
 
l.    Kesulitan keuangan
 
Ini adalah salah satu faktor kegagalan usaha yang cukup umum. Adanya masalah keuangan berarti energi sebuah bisnis juga bermasalah sehingga berdampak pada moral karyawan.
 
m.    Terjadi bencana (force majeure)
 
Kegagalan usaha disebabkan oleh bencana, baik itu bencana alam seperti gempa bumi yang dapat merobohkan usaha, banjir, tanah longsor, ataupun bencana lain seperti kebakaran yang bisa menghanguskan sebuah pabrik atau hotel.
 
Menurut Karakaya dan Kobu (1994), faktor-faktor kegagalan wirausaha dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

a.    Berkaitan dengan pasar, meliputi :
  1. Waktu peluncuran produk kurang tepat.
  2. Desain produk yang tidak disesuaikan dengan  kebutuhan pasar.
  3. Tidak mengikuti selera pasar.
  4. Strategi  distribusi tidak tepat.
  5. Kemasan produk dan kualitasnya tidak sesuai dengan target pasarnya
b.    Berkaitan dengan aspek keuangan
  1. Harga terlalu mahal dan tidak terjangkau oleh pasar.
  2. Aliran dana (cash flow) tidak lancar.
  3. Piutang macet tidak terlalu besar.
  4. Hutang perusahaan terlalu besar dan tidak bisa mengembalikan kredit atau membayar beban bunga
c.    Berkaitan dengan manajemen
  1. Manajemen kualitas yang buruk.
  2. Lemah dalam manajemen.
  3. Konsep tim tidak dibangun dengan baik.
  4. Lemah dalam proses produksi.
Demikianlah 13 faktor kegagalan wirausaha yang perlu untuk kita ketahui. Semoga dengan tulisan ini kita bisa menghindari kegagalan usaha dan memberikan manfaat bagi kita semua. Jangan lupa share ke tempat lain jika kamu merasa artikel ini bermanfaat.

0 Response to "13 Faktor Kegagalan Wirausaha Yang Harus Kamu Perhatikan"

Post a Comment