Pengertian Perseroan Terbatas (PT) dan Syarat Pendirian PT


Pengertian Perseroan Terbatas (PT)


Perseroan Terbatas (PT) adalah badan hukum perusahaan yang paling banyak digunakan dan diminati oleh pengusaha. Penyebabnya adalah karena badan hukum jenis ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan badan hukum lainnya. kelebihan Perseroan terbatas (PT) antara lain adalah luasnya bidang usaha yang dimiliki, kebebasan bergerak dalam berbagai bidang usaha serta tanggung jawab yang dimiliki terbatas hanya kepada modal yang disetor.

Ciri utama dari badan hukum berbentuk perseroan terbatas adalah :
  1. Kewajiban pada pihak luar, terbatas hanya kepada modal yang disetorkannya. Artinya, jika perusahaan menanggung hutang, maka kewajiban pemilih hanya sebatas pada modal yang disetor. Artinya, harta pribadi tidak ikut dijaminkan untuk membayar utang tersebut.
  2. Kemudahan alih kepemilikan (transfer kepemilikan) artinya jika seseorang memegang saham perusahaan dan ingin menjual saham perusahaan tersebut karena berbagai sebab, maka dengan mudah dipindahtangankan atau dijual kepada pihak lain.
  3. Usia PT tidak terbatas, artinya perusahaan berbetuk perseroan terbatas memiliki usia yang tidak terbatas, selama masih mampu untuk beroperasi atau walupun pemilik atau manajemennya meninggal dunia dan dapat dilanjutkan oleh pemegang saham lainnya.
  4. Kemampuan untuk menghimpun dana dalam jumlah besar, artinya jika perusahaan ingin memperoleh modal dalam jumlah yang besar, maka dengan mudah kreditor untuk mempercayainya.
  5. Kebebasan untuk melakukan berbagai aktivitas bisnis, baik jenis atau bidang usaha maupun wilayah organisasinya yang lebih luas dan beragam.

 

Pengertian PT menurut undang-undang perseroan terbatas adalah :
Badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

Dari pengertian perseroan terbatas (PT) di atas, maka dapat kita kemukakan beberapa hal penting, yaitu sebagai berikut :
  1. Perseroan terbatas merupakan suatu badan hukum perusahaan untuk melakukan suatu kegiatan usaha untuk mencari keuntungan.
  2. Pendirian perseroan terbatas dilakukan atas dasar suatu perjanjian antara para pihak yang ikut terlibat di dalamnya.
  3. Pendirian perseroan terbatas didasarkan atas kegiatan atau ada usaha tertentu yang dijalankan.
  4. Pendirian perseroan terbatas  dengan modal dasar yang terbagi dalam bentuk saham.
  5. Pendirian perseroan terbatas harus memenuhi peraturan yang telah ditetapkan dalam undang-undang serta peraturan pemerintah lainnya.

Kemudian untuk menjalankan aktivitasnya, setiap perseroan etrbatas memiliki Organ Perseroan, yaitu :
1.    Rapat Umum Pemegang Saham
2.    Direksi
3.    Dewan Komisaris

pengetian PT dan Syarat Pendirian PT

Jenis-jenis Perseroan Terbatas (PT)

Dalam praktiknya, kita mengenal berbagai macam jenis-jenis perseroan terbatas (PT). Masing-masing  jenis PT memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing serta syarat-syarat tertentu. Berikut ini jenis perseroan terbatas dilihat dari berbagai sudut pandang, yakni :

1.    Dilihat dari segi kepemilikan
Artinya, siapa saja yang menjadi pemilik dari saham perusahaan tersebut apakah warga negara Indonesia, asing atau pemerintah.
  • Perseroan Terbatas Biasa, merupakan PT di mana para pendiri, pemegang saham, dan pengurusnya adalah warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia (tidak ada modal asing).
  • Perseroan Terbatas Terbuka, merupakan PT yang didirikan dalam rangka penanaman modal dan dimungkinkan warga negara asing dan/atau badan hukum asing menjadi pendiri, pemegang saham,  dan/atau pengurusannya dari PT tersebut.
  • Perseroan Terbatas Persero merupakan PT yang dimiliki oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perseroan terbatas jenis ini sebagian besar pengaturannya tunduk pada ketentuan tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bisanya pada perusahaan jenis ini kata Persero ditulis di belakang nama perseroan terbatas tersebut. Contoh : PT Telko (Persero).
2.    Dilihat dari segi status, perseroan terbatas dibagi menjadi :
  • Perseroan tertutup, merupakan perseroan terbatas yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau perseroan dan tidak melakukan penawaran umum.
  • Perseroan terbuka, maksudnya adalah perseroan yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau perseroan yang akan melakukan penawaran umum, sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Pemberian nama PT jenis ini biasanya disertai dengan singkatan “Tbk” di belakang nama PT tersebut. Sebagai contoh : PT Multy Marindo, Tbk.

Syarat Pendirian PT (Perseroan Terbatas)


Ada beberapa syarat pendirian PT yang harus dipenuhi sesuai dengan undang-undang perseroan terbatas yaitu :
  1. Perseroan terbatas didirikan oleh dua orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia.
  2. Setiap pendiri perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat perseroan didirikan.
  3. Ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada Ayat (2) tidak berlaku dalam rangka peleburan.
  4. Perseroan memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya keputusan menteri mengenai pengesahan badan hukum perseroan.
  5. Setelah perseroan memperoleh status badan hukum dan pemegang saham menjadi kurang dari dua orang, dalam jangka waktu paling lama enam bula terhitung sejak keadaan tersebut pemegang saham yang bersangkutan wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada orang lain atau perseroan mengeluarkan saham baru kepada orang lain.
  6. Dalam hal ini jangka waktu sebagaimana dimaksud pada Ayat (5) telah dilampaui, pemegang saham tetap kurang dari dua orang, pemegang saham bertanggung jawab secara pribadi atas segala perikatan dan kerugian perseroan, dan atas permohonan pihak yang bekepentingan, pengadilan negeri dapat membubarkan perseroan tersebut.
  7. Ketentuan yang mewajibkan perseroan didirikan oleh dua orang atau lebih sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), dan ketentuan pada Ayat (5), serta Ayat (6) tidak berlaku lagi bagi : pertama, persero yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara dan kedua, perseroan yang mengelola bursa efek, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, dan lembaga lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pasar Modal.

Modal Perseroan Terbatas

Dalam mendirikan perseroan terbatas, diperlukan sejumlah modal yang dipersyaratkan. Artinya, besarnya modal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam praktiknya, modal perseroan terbatas terdiri dari :

1.    Modal dasar (Authorized capital)
Modal dasar perseroan terbatas terdiri atas seluruh nilai nominal saham dan merupakan modal pertama kali dan tertera dalam akta notaris pada saat perseroan terbatas tersebut didirikan. Besarnya modal dasar perseroan paling sedikit adalah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

2.    Modal ditempatkan atau dikeluarkan (issued capital)
Merupakan modal yang telah ditempatkan atau dikeluarkan para pemegang saham. Besarnya modal ditempatkan minimal 25% dari modal dasar.

3.    Modal setor (paid-up capital)
Merupakan modal yang harus sudah disetor oleh pemegang saham yang jumlahnya paling sedikit  25% dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh. Modal ditempatkan dan disetor penuh dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian Perseroan terbatas atau pengertian PTjenis-jenis PT, syarat pendirian PT dan modal PT. semoga tulisan ini bermanfaat sehingga kita bisa mengetahui definisi perseroan terbatas (PT) serta syarat untuk mendirikan Perseroan Terbatas (PT) agar kita bisa menyiapkan modal mendirikan PT dengan lebih siap.


0 Response to "Pengertian Perseroan Terbatas (PT) dan Syarat Pendirian PT"

Post a Comment