Jenis Uang : Uang Kartal dan Uang Giral

loading...
<


Jenis-jenis uang
dapat dibedakan atasdasar pihak yang mengeluarkan, bahan uang, dan nilai uang.
 

a.    Jenis uang berdasarkan pihak yang mengeluarkan

Berdasarkan pihak yang mengeluarkan, uang dibedakan menjadi uang kartal dan uang giral.
  1. Uang kartal, adalah uang kertas atau uang logam yang beredar di masyarakat. Uang ini dikeluarkan dan diatur peredarannya oleh pemerintah serta merupakan alat pembayaran yang sah.
  2. Uang giral adalah alat pembayaran yang berupa cek, bilyet giro, dan sejenisnya. Uang giral dikeluarkan oleh bank umum dan digunakan sebagai alat pembayaran.

 

b.    Jenis uang berdasarkan bahan uang

Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuat uang, uang dibedakan atas uang logam dan uang kertas.
  1. Uang logam, adalah uang yang bahannya terbuat dari logam yang berupa emas, perak atau logam lainnya yang beredar sebagai alat pembayaran.
  2. Uang kertas, adalah uang yang bahannya terbuat dari kertas serta penggunaanya diatur oleh undang-undang dan kebiasaan. Uang kertas beredar sebagai alat pembayaran.

 

c.    Jenis uang berdasarkan nilai uang

Berdasarkan perbandingan nilai bahan dengan nilai tukar, uang dibedakan atas uang bernilai penuh dan uang tidak bernilai penuh.
  1. Uang dengan nilai penuh (full bodied money), adalah uang yang nilai bahannya (nilai intrinsiknya) sama dengan nilai nominal atau nilai penuh yang terdapat pada standar emas.
  2. Uang tidak bernilai penuh (token money), adalah uang yang nilai bahannya (nilai intrinsiknya) lebih kecil daripada nilai nominalnya. Umumnya uang yang tidak bernilai penuh adalah uang kertas.
uang kartal dan uang giral
sumber gambar : juhanbamukrah.wordpress.com

Uang kartal

Secara umum, pengertian uang kartal adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia ( Perum Peruri ) yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta. 

Uang yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membeli barang dinamakan uang kartal. Misalnya saja, jika kita membeli gadget di sebuah toko, maka pihak penjual tidak boleh menolak uang tersebut karena uang tersebut dilindungi oleh undang-undang.
 
Ada dua jenis uang kartal yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, yaitu uang logam dan uang kertas.
 

Uang Logam

Uang logam digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bernilai kecil. Sebagai contoh, jika kita ingin membeli permen atau snack, maka sebaiknya gunakan uang logam yang memiliki nilai kecil. Ada 4 pecahan uang logam di Indonesia, yaitu Rp100,00, Rp200,00, Rp500,00, dan Rp.1000,00. Uang receh tersebut dibuat dengan bahan nikel bercampur tembaga.
 
Sebenarnya, pemerintah juga mengeluarkan uang logam yang bernilai besar, tetapi uang tersebut jarang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Uang logam bernilai besar tersebut terbuat dari emas yang terdiri atas uang pecahan Rp125.000,00, Rp250.000,00, dan Rp750.000,00. Sejak tanggal 18 Agustus uang tersebut sudah mulai beredar. Selain itu, pada tanggal 1 Desember 1992 pemerintah juga mengeluarkan uang logam pecahan Rp200.000,00 yang terbuat dari emas dan Rp10.000,00 yang terbuat dari perak. Meskipun demikian, uang ini lebih banyak digunakan untuk koleksi bukan transaksi.

Uang kertas


Penggunakan uang logam kadang-kadang merepotkan untuk melakukan pembayaran yang bernilai besar. Dalam jumlah besar, uang logam sulit dibawa karena berat. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka dikeluarkan uang kertas. Saat ini, pecahan uang kertas di Indonesia yaitu Rp1000,00, Rp2000,00, Rp5000,00, Rp10.000,00, Rp 20.000,00, Rp50.000,00 dan Rp100.000,00.
 
Kapan uang kertas mulai digunakan ? untuk mengetahui hal itu, maka kita harus tahu sejarah uang kertas.
Pada zaman dahulu, masyarakat menyimpan emasnya di bank. Sebagai bukti penyimpanan, mereka diberikan surat bukti tanda penitipan emas.
 
Karena menginginkan transaksi perdagangan secara cepat dan praktis, maka para pedagang bersedia menerima pembayaran dengan kertas ( surat tanda penitipan emas di bank ) sebagai alat pembayaran karena yakin bahwa sewaktu-waktu kertas tersebut dapat ditukarkan dengan emas di bank. Mereka juga percaya bahwa surat bukti setoran emas tersebut dijamin oleh bank.
 
Lama kelamaan, surat bukti penitipan emas tersebut juga digunakan sebagai alat pembayaran yang semakin luas di tengah masyarakat. Masyarakat juga enggan menukarkan surat bukti penitipan emas tersebut dengan emas di bank. Hal itu terjadi karena untuk membeli barang yang dibutuhkan, surat bukti tersebut dapat digunakan.

Uang Giral


Apa itu uang giral ? pengertian uang giral : alat pembayaran berupa surat-surat berharga, seperti bilyat giro dan cek, yang dikeluarkan oleh bank kepada seseorang atau lembaga karena mempunyai simpanan di bank yang bersangkutan.
 
Simpanan uang di bank dapat berbentuk giro ( rekening koran ) yang boleh diambil sewaktu-waktu. Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan menggunakan cek, bilyat giro dan pemindahan telegrafis ( telegraphis transfer )
 
Cek adalah surat perintah dari nasabah yang mempunyai simpanan di bank. Cek ditujukan oleh nasabah kepada bank untuk membayar sejumlah uang secara tunai kepada pihak yang disebutkan dalam surat perintah (cek) tersebut.
 
Untuk keperluan bisnis, cek sudah sangat meluas di tengah masyarakat. Dengan demikian, cek juga bisa berfungsi sebagai uang. Karena pertimbangan tertentu, misalnya sibuk atau kurang percaya bahwa cek tersebut dapat diuangkan, maka seseorang boleh menolak pembayaran dengan cek.
 
Bilyat giro adalah surat perintah dari nasabah bank yang ditujukan pada suatu bank. Tujuan bilyat giro adalah untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nasabah bank ke rekening nasabah bank lain yang ditunjuk.
 
Pembayaran dengan bilyat giro hanya bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki rekening koran di bank yang sama. Seseorang tidak bisa menukarkan bilyat giro dengan uang tunai, melainkan memindahbukukan sejumlah uang tertentu.
 
Pembayaran melalui telegrafis merupakan pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antarrekening di suatu bank yang sama. Tetapi, perintah pembayarannya dilakukan melalui telegram. Pembayaran cara itu dilakukan jika jarak antara dua orang yang membayar dengan orang yang dibayar berjauhan, sedangkan mereka ingin melakukan pembayaran secara cepat.

0 Response to "Jenis Uang : Uang Kartal dan Uang Giral"

Post a Comment