Sunday, 13 September 2015

Tujuan Dibentuknya ASEAN dan Struktur Organisasi ASEAN

loading...


Sejarah lahirnya ASEAN dan tujuan dibentuknya ASEAN

 

ASEAN merupakan singkatan dari Association of South East Asia Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. ASEAN merupakan organisasi yang berada di kawasan Asia Tenggara yang menyelenggarakan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Pada tanggal 8 Agustus 1967, ditandatangani Deklarasi ASEAN di Bangkok, Thailand oleh 5 orang mentri luar negeri yaitu Thanat Khoman ( Thailand ), Adam Malik ( Indonesia ), Narsisco Ramos ( Filipina ), Tun Abdul Razak ( Malaysia ), dan S. Rajaratnam ( Singapura ).
 
Deklarasi Bangkok dijadikan dasar didirikannya ASEAN. Dalam Deklarasi Bangkok, ditulis mengenai tujuan didirikannya ASEAN yaitu sebagai berikut:
  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan di negara-negara Kawasan Asia Tenggara.
  2. Meningkatkan stabilitas keamanan di Asia Tenggara.
  3. Meningkatkan kerja sama aktif dan bantuan bersama antara negara-negara anggota ASEAN dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan ilmu pengetahuan.
  4. Mengadakan pembahasan bersama tentang masalah-masalah bersama yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
  5. Memajukan kerja sama antara negara-negara ASEAN  dalam bidang pertanian, industri, perdagangan, komunikasi, dan peningkatan kemakmuran rakyat.
  6. Menyediakan bantuan dalam bentuk fasilitas latihan  dan penelitian bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara
  7. Meningkatkan kerja sama dengan organisasi regional dan organisasi internasional yang lain.

Lambang ASEAN menggambarkan seikat batang padi berwarna cokelat bertuliskan ASEAN dan biru pada bagian bawah. Warna dasarnya kuning dengan lingkaran warna biru. Tiga warna dari lambang ASEAN adalah cokelat, kuning, dan biru. Warna coklat melambangkan kekuatan dan stabilitas, kuning melambangkan kemakmuran dan biru melambangkan persahabatan.
 

Struktur organisasi ASEAN


Struktur organisasi ASEAN yang selama ini berdasarkan Deklarasi Bangkok mengalami perubahan pasca penandatanganan Piagan ASEAN pada KTT ASEAN ke-13 di Singapura pada tanggal 20 November 2007. Struktur organisasi ASEAN yang sesuai dengan Deklarasi Bangkok terdiri dari Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT ), Pertemuan Para Mentri Luar Negeri ASEAN ( ASEAN Ministerial Meeting/AMM ), Pertemuan Mentri-Mentri Sektoral ( Sectoral Bodies Ministerial Meeting ), dan Panitia Tetap ASEAN ( ASEAN Standing Committee/ASC ).
 
Struktur organisasi ASEAN yang baru sesuai dengan Piagam ASEAN yang telah diratifikasi terdiri dari :
  1. Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT ), sebagai pengambil keputusan utama, yang akan melakukan pertemuan minimal dua kali setahun.
  2. Dewan Koordinasi ASEAN ( ASEAN Coordinating Council ), yang terdiri dari para mentri luar negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi Dewan Komunitas ASEAN ( ASEAN Community Councils ).
  3. Dewan Komunitas ASEAN ( ASEAN Communty Councils ) dengan ketiga pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN ( ASEAN Political-Security Community Council ), Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN ( ASEAN Economic Community Council ), Dewan Komunitas Sosial-Budaya ( ASEAN Socio-Cultural Community Council ).
  4. Badan-Badan Sektoral Tingkat Mentri ( ASEAN Sectoral Ministerial Bodies ).
  5. Komite Wakil Tetap untuk ASEAN, yang terdiri dari wakil tetap Negara ASEAN pada tingkat duta besar dan berkedudukan di Jakarta. 
  6. Sekretaris Jenderal ASEAN, yang dibantu oleh 4 orang Wakil Sekretaris Jenderal dan Sekretaris ASEAN.
  7. Sekretariat Nasional ASEAN, yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN.
  8. ASEAN Human Rights Body, yang akan mendorong perlindungan dan promosi HAM di ASEAN.
  9. Yayasan ASEAN ( ASEAN Foundation ), yang akan membantu Sekjen ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN, termasuk pembentukan identitas ASEAN.
  10. Entities associated with ASEAN


Peran Serta Indonesia dalam organisasi ASEAN


Dari semua negara-negara yang menjadi anggota ASEAN, Indonesia adalah negara terbesar dengan wilayah terluas dan jumlah penduduk terbanyak. Oleh karena itu, Indonesia memiliki peranan yang sangat besar dalam organisasi ASEAN. Peran Indonesia dalam ASEAN adalah sebagai berikut :
  1. Indonesia turut memprakarsai dan mendirikan organisasi ASEAN
  2. Indonesia ditunjuk sebagai Sekretariat Tetap ASEAN pertama yang menempati gedung sekretariat ASEAN di Jakarta
  3. Indonesia berperan aktif dalam mengusahakan stabilitas keamanan dan perdamaian di Asia Tenggara
  4. Indonesia sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN I
  5. Indonesia menyediakan Kepulauan Riau sebagai pusat karantina hewan dan tanaman untuk keperluan ASEAN
  6. Indonesia memberikan kesempatan bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memanfaatkan SKSD Palapa milik Indonesia   
tujuan pembentukan ASEAN dan Struktur organisasi Asean
sumber gambar : nurrohmattriatmojo.blogspot.com

>

loading...
Tujuan Dibentuknya ASEAN dan Struktur Organisasi ASEAN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment