Thursday, 17 September 2015

Kebijakan Perdagangan Internasional dan Dampak Perdagangan Internasional Bagi Perekonomian Indonesia

loading...

dampak perdagangan internasional bagi perekonomian indonesia
sumber gambar : anneahira.com

Seperti kita ketahui, kegiatan perdagangan internasional adalah sebuah kegiatan perdagangan yang menyababkan terjadinya kegiatan ekspor dan impor. Setiap negara selalu berupaya memajukan ekspor dan menekan laju impor untuk menyeimbangkan neraca perdagangannya ataupun membuat neraca perdagangannya surplus. Neraca perdagangan dikatakan surplus jika nilai ekspor lebih besar dari pada nilai impor. Sebaliknya jika nilai komoditas ekspor lebih kecil dari pada nilai produk impor, maka neraca perdagangan dikatakan sedang mengalami defisit. Untuk mencapai neraca perdagangan surplus, maka diperlukan suatu kebijakan perdagangan internasional.

Kebijakan perdagangan internasional dibutuhkan untuk menanggulangi berbagai kerugian yang mungkin terjadi. Di era global ini, perekonomian suatu negara terancam apabila produk yang dimilikinya tidak memiliki daya saing dengan produk yang berasal dari luar negeri.
Setiap negara tentu saja berkewajiban melindungi diri dai berbagai kemungkinan yang dapat merugikan perekonomiannya. Dengan melindungi produksi dalam negeridiharapkan negara mendapatkan banyak keuntungan dari aktivitas perdagangan internasional.
Berbagai macam kebijakan perdagangan internasional yang mungkin bisa dilakukan oleh suatu  negara untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan perdagangan internasional, antara lain proteksi, perdagangan bebas, dan politik dumping.
Proteksi adalah kebijakan perdagangan internasional yang bertujuan untuk melindungi produksi dalam negeri. Adapun bentuk-bentuk proteksi yang dapat dilakukan suatu negara antara lain dalam bentuk :
  • Melarang mengimpor produk-produk yang telah diproduksi dalam negeri terutama produk-produk yang memiliki daya saing lemah.
  • Mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap barang-barang tertentu untuk mengurangi masuknya barang-barang tersebut dari luar negeri.
  • Mengurangi jumlah kuota dengan maksud untuk membatasi  masuknya jumlah barnag tertentu ke dalam negeri.
  • Memberi subsidi kepada produsen untuk meningkatkan produksinya agar dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
  • Memberikan premi kepada produsen yang memapu mencapai jumlah produksi tertentu dengan kualitas yang baik sehingga memiliki daya saing.
Kebijakan perdagangan bebas adalah kebijakan dalam perdagangan internasional untuk menghilanhkan hambatan-hambatann dalam perdagangan internasional. Penentuan dan penetapan haraga diserahkan sepenuhnya kepada hukum permintaan dan penawaran. Namun kebijakan perdagangan bebas itu hanya berlaku bagi negara-negara anggota yang tergabung dalam kelompok perdagangan bebas tersebut.
Politik dumping adalah kebijakan perdagangan internasional yang menjual hasil produksi lebih murah di luar negeri dibandingkan di dalam negeri. Tujuan politik dumping adalah untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Contoh politik dumping adalah sebagai berikut :
  • Mobil Jepang di Singapura dijual dengan harga 1 Juta Yen, sedangkan di Jepang dijual dengan harga 1,4 Juta Yen.
  • Mie Instan di Malaysia di jual Rp. 500,- sementara di dalam negeri dijual Rp. 750,-

Kebijakan-kebijakan perdagangan internasional di atas berkaitan erat dengan kegiatan ekspor dan kegiatan impor di suatu negara. Setiap negara berhak menentukan sendiri kebijakan yang dipilih dan dijalankannya. Indonesia sendiri lebih tertarik dengan kebijakan proteksi terhadap barang tertentu yang mengikuti kebijakan pasar bebas yang telah direncanakan, misalnya dalam pertemuan APEC dan ASEAN.
Adapun beberapa alternatif kebijakan ekspor perdagangan Indonesia yang bisa ditempuh meliputi kegiatan berikut ini :
a.    Memberi subsidi dan premi ekspor
b.    Diversifikasi komoditas ekspor
c.    Pengendalian harga di dalam negeri
d.    Pengandalian nilai tukar rupiah
e.    Promosi ekspor
Perdagangan internasional tentu saja membawa dampak atau pengaruh bagi negara lain, baik pegaruh positif maupun pengaruh negatif. berikut ini adalah beberapa dampak perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia.
Dampak positif perdagangan internasional untuk perekonomian Indonesia antara lain :
a.    Dapat saling mengisi kekurangan setiap negara sehingga kebutuhan masyarakatnya terpenuhi
b.    Mengurangi pengangguran
c.    Peroduktivitas perusahaan meningkat
d.    Mengatasi masalah kekurangan modal
e.    Menambah devisa negara
Dampak negatif perdagangan internasional untuk Indonesia antara lain:
  • Perekonomian negara berkembang terdesak oleh negara maju, sehingga Indonesia kalah bersaing karena sumber daya yang dimiliki lebih kecil.
  • Posisi Indonesia yang semakin bergantung kepada negara maju sebagai akibat negara Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara maju
  • Masyarakat Indonesia akan bersifat lebih konsumtif, karena banyaknya barang-barang atau jasa yang diimpor dari luar negeri

>

loading...
Kebijakan Perdagangan Internasional dan Dampak Perdagangan Internasional Bagi Perekonomian Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment