Devisa Sebagai Alat Pembayaran Internasional

loading...
pengertian devisa dan arti devisa
sumber gambar : nasional.contan.co.id

Pengertian devisa, fungsi devisa dan sumber devisa


Saat melakukan perdagangan internasional, masing-masing negara mengakui perbedaan jenis mata uang. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu alat pembaayaran yang dapat diterima oleh para pihak yang melakukan kerja sama. Alat pembayaran ini disebut dengan nama devisa.
 
Apa itu devisa ?
 
Arti kata devisa menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri. Dalam perdagangan internasional, devisa terdiri dari mata uang kuat ( hard currency ), emas, wesel aseng atau special drawing right (SDR). Hard currency adalah mata uang suatu negara yang nilainya dianggap relatif stabil, sehingga uang tersebut dipercaya dan mudah diterima oleh banyak negara. Contoh hard currency adalah dolar Amerika, Euro, da Yen Jepang. Sedangkan SDR adalah cadangan yang dimiliki International Monetary Fund (IMF) yang dapat dipinjam oleh negara anggotanya.
Fungsi devisa adalah sebagai alat pembayaran dalam kegiatan perdagangan internasional. Fungsi devisa lainnya antara lain untuk membiayai pembangunan negara, membayar utang luar negeri, dan membiayai 
kegiatan-kegiatan negara di luar negeri.
 
Sumber devisa negara dapat diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a.    Hasil penjualan barang dan jasa ke luar negeri ( ekspor barang/jasa )
b.    Kegiatan pariwisata
c.    Investasi ke luar negeri dan investasi modal asing
d.    Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri ( kiriman uang asing )
e.    Pinjaman atau bantuan dari luar negeri
 

Cara-cara pembayaran internasional


Transaksi jual beli, baik yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri, dapat dilakukan secara tunai atau secara kredit. Pada transaksi jual beli dalam negeri, kegiatan pembayaran tidak sulit dilakukan karena jaraknya dekat dan tidak melewati batas-batas negara. Lain halnya dengan perdagangan internasional yang pembayarannya lebih rumit.
 
Selain perbedaan mata uang dan tata cara pembayaran, kebijakan luar negeri di masing-masing negara turut memeperumit kegiatan perdagangan pada perdagangan internasional. Jarak antara negara yang melakukan transaksi juga merupakan suatu masalah, antara lain menimbulkan perbedaan waktu yang cukup lama antara pengiriman barang dan penerimaan barang. Hal ini tentu saja mempersulit menentukan waktu pembayaran.
Sebenarnya, permasalahan yang timbul dalam perdagangan internasional dapat diatasi melalui perjanjian-perjanjian antara eksportir dan importir berkenaan dengan tata cara pembayaran. Berkaitan dengan itu, maka berikut ini adalah cara-cara pembayaran internasional yang sering dilakukan dalam perdagangan internasional.
 

Pembayaran secara tunai ( cash payment )


Cara pembayaran internasional dengan sistem ini merupakan cara yang biasa dilakukan yaitu pembayaran dengan cara tunai. Dalam prosesnya, dapat menggunakan mata uang importir atau mata uang  eksportir, tergantung pada kesepakatan keduanya
 

Pembayaran dengan cek ( check )


Pembayaran dengan cara ini dilakukan dengan bantuan bank. Sebelum terjadi transaksi perdagangan, seorang importir harus membuka rekening yang mempunyai cabang di negara eksportir. Saat terjadi impor barang, importir tinggal mengirimkan cek pembayaran kepada eksportir. Selanjutnya eksportir tinggal mecairkan cek tersebut di bank yang ditunjuk negaranya.
 

Pembayaran dengan emas ( full bodied money )


Pembayara dengan emas adalah pembayaran dengan mengirimkan emas yang nilainya sesuai dengan barang yang diimpor kepada eksportir, tentunya harus seijin dari pemerintah.
 

Pembayaran dengan wesel ( Bill of Change )


Cara pembayaran internasional dengan wesel adalah pembayaran dengan cara mengeluarkan surat perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada orang yang ditunjuk/tertulis dalam wesel tersebut. Pada hakikatnya, wesel merupakan surat perintah dari eksportir kepada importir untuk membayarkan sejumlah uang sesuai dengan harga barang dengan cara menyetorkannya kepada bank yang ditunjuk.
 

Pembayaran dengan Letter of Credit ( L/C )


Letter of Credit (L/C) adalah surat pernyataan tertulis dari bank atas permintaan nasabahnya (importir) untuk menyediakan sejumlah uang bagi kepentingan pihak ketiga (eksportir) dengansyarat tertentu. Pencairan uang oleh eksportir dapat dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat tertentu sebagaimana dicantumkan dalam L/C tersebut.
 

Pembayaran dengan kompensasi pribadi ( private conversation )


Private conversation adalah cara pembayaran yang melibatkan beberapa orang, baik di negara importir maupun di negara eksportir, yaitu cara pembayaran dengan menukar utang piutang antara eksportir dan importir di negara yang sama. Syaratnya di negara masing-masing yang melakukan perdagangan harus ada minimal seorang importir dan seorang eksportir.
loading...

0 Response to "Devisa Sebagai Alat Pembayaran Internasional"

Post a Comment