Pengertian Permintaan dan penawaran uang serta faktor yang mempengarui permintaan dan penawaran uang

permintaan dan penawaran uang
sumber gambar : sirendi.blogspot.com

Pengertian  permintaan uang


permintaan uang adalah istilah yang digunakan oleh para ahli ekonomi untuk menerangkan mengapa individu dan perusahaan memegang uang, dan bukannya mempertahankan asset yang lain. Terdapat dua alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Alasan pertama adalah transaction demand (kebutuhan untuk melakukan transaksi), yang menunjukkan bahwa orang perlu uang untuk membeli sesuatu.  
 
Alasan kedua adalah asset demand (kebutuhan untuk berjaga-jaga), yang menunjukkan keinginan untuk memelihara aset yang sangat lancar dan bebas resiko.
 
Dengan kata lain, permintaan uang adalah jumlah unit moneter (berupa uang kartal maupun uang giral) yang ingin dipegang sebagai harta tunai (yang mudah untuk segera dibelanjakan).
 
Perlu diingat bahwa permintaan uang berbeda dengan permintaan barang. Hal ini disebabkan karena uang mudah dipegang dan bermanfaat secara langsung. Uang bermanfaat setelah ditukar. Prinsip permintaan uang sejalan dengan teori pendapatan yang dikemukakan oleh J.M. Keynes, yaitu :
 
1.    Kebutuhan bertransaksi ( transaction demand )
 
Terkait dengan fungsi uang sebagai alat tukar, kita menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa atau untuk membayar tagihan. Jika pendapatan naik, nilai barang yang kita beli akan naik, sehingga kita mmbutuhkan lebih banyak uang untuk bertransaksi.
 
2.    Kebutuhan berjaga-jaga ( precautionary demand )
 
Kebutuhan ini dipengaruhi oleh biaya menyimpan uang, yang ditentukan oleh tingkat bunga. Dalam hal ini, fungsi uang adalah sebagai penyimpan nilai kekayaan. Menurut para ekonom, orang yang realistis menyimpan uang karena tingkat bunga tabungan lebih tinggi dari pada tingkat keuntungan. Namun ketika tingkat bunga rendah orang akan menggunakan uangnya untuk kegiatan ekonomi seperti berwirausaha, menyewakan rumah, atau membeli saham perusahaan.
 
3.    Kebutuhan berspekulasi ( speculative demand )
 
Spekulasi berarti melakukan suatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan. Jika seorang spekulan meramalkan bahwa harga rumah, nilai saham, atau harga emas akan meningkat di masa depan, mereka akan membeli rumah, saham, atau emas, dan bukan menyimpan uang.
 
Jadi, dalam hal ini spekulan berharap bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga rumah, saham atau emas di masa depan. Keadaan ini dengan  sendirinya akan mengurangi permintaan uang. Sebaliknya jika seseorang kurang berani berspekulasi , mereka akan memilih menyimpan uang, yang merupakan aset paling aman untuk disimpan sebagai harta.
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang antara lain :
1.    Banyaknya kekayaan masyarakat
2.    Kepastian mendapatkan kredit
3.    Perkiraan penerimaan di kemudian hari
4.    Perkiraan tentang harga
 

Pengertian penawaran uang


Pada hakikatnya, penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. Kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur penawaran uang atau dengan kata lain mengatur jumalah uang yang beredar. Oleh sebab itu, boleh dikatakan bahwa pengaturan mengenai penawaran uang merupakan tugas pemerintah melalui bank Indonesia.
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang antara lain:
a.    Pendapatan
b.    Tingkat suku bunga
c.    Selera masyarakat
d.    Harga barang
e.    Fasilitas kredit
f.    Kekayaan masyarakat
 
Berkaitan dengan penawaran uang, Bank Indonesia memiliki wewenang untuk mengubah jumlah uang yang beredar. Adapun cara yang ditempuh adalah dengan mengubah jumlah cadangan pada sistem perbankan melalui penjualan dan pembelian obligasi pemerintah di pasar modal. Tindakan Bank Indonesia dengan menjual atau membeli obligasi menyebabkan perubahan cadangan di bank sebagai berikut :
  1. Pada saat Bank Indonesia membeli obligasi pemerintah, uang yang dibayarkan didepositokan di bank-bank sehingga jumlah cadangan di bank akan meningkat.
  2. Pada saat Bank Indonesia menjual obligasi pemerintah, uang yang diterima ditarik dari bank-bank, sehingga jumlah cadangan di bank akan menurun.
Adanya perubahan cadangan di bank yang diakibatkan dari penjualan atau pembelian obligasi tersebut, mempengaruhi kemampuan bank dalam memberikan pinjaman dan menciptakan uang.
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam mengatur penawaran uang yaitu sebagai berikut :
  1. Tingkat bunga, sebagai faktor utama yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian.
  2. Tingkat inflasi
  3. Tingkat produksi dan pendapatan nasional
  4. Kondisi kesehatan dunia perekonomian
  5. Nilai tukar rupiah.
Demikianlah penjelasan mengenai permintaan dan penawaran uang serta faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran uang. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Pengertian Permintaan dan penawaran uang serta faktor yang mempengarui permintaan dan penawaran uang"

Post a Comment