Masalah Pemerintah Pada Bidang Ekonomi Di Indonesia

loading...
Masalah Perekonomian Indonesia

Masalah kemiskinan di Indonesia


Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai factor yang saling berkaitan, seperti tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi geografis, kesetaraan gender, dan kondisi lingkungan. Mengacu pada atrategi nasional penanggulangan kemiskinan, yang dimaksud dengan kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

Besarnya angka kemiskinan menjadi factor penghambat pembangunan. Penyebab terjadinya kemiskinan antara lain:
a. rendahnya produktifitas
b. kurangnya sarana dan prasarana ekonomi
c. sector moneter yang  belum maju
d. rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan
e. rendahnya tabungan
 

Masalah Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia

 

Jumlah pengagguran terbuka di Indonesia pada tahun 2007 tercatat 12,7 juta orang.jumlah yang cukup fantastis mengingat krisis multidimensional yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. Dengan banyaknya pengangguran berarti banyak masyarakat yang tidak memiliki penghasilan karena tidak kerja. Karena tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan, mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya. Secara otomatis pengangguran telah menurunkan daya saing dan beli masyarakat, sehingga akan memberi dampak secara langsng terhadap tingkat pendapatan, nutrisi dan tingkat pengeluaran rata-rata.
 
Dampak negative pengangguran  terhadap perekonomian secara umum antara lain:
a. masyarakat tidak dapat memaksimalkan kesejahteraan yang dicapai,
b. pendapatan pajak pmerintah rendah,
c. melemahkan pertumbuhan ekonomi .
 
Pengangguran juga menimbulkan akibat buruk bagi sector swasta, diantaranya adalah:
  • Pengangguran biasanya akan diikuti dengan kelebihan kapasitas mesin-mesin perusahaan. Keadaan ini jelas tidak akan mendorong perusahaan untuk melakukan investasi dimasa yang akan datang.
  • Pengangguran yang disebabkan oleh kelesuan kegitan perusahaan menyebabkan keuntungan berkurang. Keuntungan yang rendah mengurangi keinginan perusahaan untuk melakukan investasi.

 

 

Masalah Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia


Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan perekonomian yang menyababkan bertambahnya jumlah barang dan jasa yang diproduksi masyarakat. Masalah pertumbuhan ekonomi akan selalu ada selama Negara tersebut masih ada. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi termasukvmasalah ekonomi jangka panjang.
 
Salah satu factor penting penentu pertumbuhan ekonomi adalah pendapatan nasional. Kenaikan pendapatan nasional secara langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk mewujudkan kondisi tersebut, pemerintah berusaha untuk memanfaatkan sumber daya ekonomi yang dimilikinya.
 

Tingginya Angka Inflasi di Indonesia


Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Setiap Negara mengalami inflasi, namun dalam tingkat yag berbeda-beda.
 
Dampak negative inflasi yang utama adalah inflasi cenderung menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat, yaitu mereka yang memiliki penghasilan tetap. Inflasi biasanya lebih cepat terjadi dibanding degan kenaikan upah mereka yang berpenghasilan tetap tersebut, sehingga kemempuan rill dari pendapatan mereka makin turun akibat  adanya inflasi tersebut.
 
Factor yang menyebabkan terjadinya inflasi tersebut antara lain:
a.    Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
b.    Tuntutan kenaikan upah dari pekerja.
c.    Kenaikan harga barang impor.
d.    Penambahan penawaran uang.
e.    Kekacauan politik dan ekonomi

 

Pertumbuhan Penduduk Yang Tinggi


Pertumbuhan penduduk yang tinggi berkaitan erat dengan kemiskinan. Pada umumnya Negara miskin menghadapi  pengeluaran investasi yang rendah. Akibatnya,  laju pertumbuhan produksi  akan rendah. Keadaan ini akan makin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Padahal, kenaikan pendapatan per kapita hanya akan terjadi apabila laju pertumbuhan penduduk lebih rendah dibanding laju pertumbuhan produksi.
 

Ketidakmerataan Distribusi Pendapatan


Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu berarti menguntungkan apabila diikuti dengan distribusi pendapatan  yang tidak mereta. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ketidakmerataan distribusi pendapatan di Negara berkembang, menurut Irma Adelman dan Cynthia Taft Morris, antara lain menurunnya pendapatan per kapita, inflasi,  ketidakmerataan pembangunana antar daerah, investasi yang terlalu banyak pada proyek-proyek yang padat  modal (capital Intensive), rendahya mobilitas social, pelaksanaan kebijakan industry untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitas, memburuknya nilai tukar ( term of trade) Negara berkembang dalam melakukan perdagangan Negara-negara maju, ketidakelestisan permintaan Negara-negara maju  terhadap barang-barang ekspor Negara berkembang, dan hancurnya industry-industri  kerajinan rakyat, seperti pertukangan, industry rumah tangga,  dan lain-lain.
 

Ketidak seimbangan Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran  


Negara-negara di dunia saat ini umumnya menganut perekonomian terbuka, artinya setiap Negara memiliki hubungan ekonomi dengan Negara lain. Hubungan ekonomi ini terutama dilakukan dengan kegiatan ekspor impor.
 
Seperti banyak diyakini oleh ahli ekonomi bahwa kegiatan perdagangan luar negeri memiliki beberapa 
keuntungan bagi Negara yang melakukannya. namun demikian harus tetap diwaspadai efek negative dari hubungan perdagangan ini, yaitu terjadinya defisit  neraca pembayaran. Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan transaksi yang menunjukan aliran pembayaran dari Negara-negara lain  kedalam negeri dan dari dalam negeri ke Negara-negara lain dalam satu tahun tertentu..
 
Deficit neraca pembayara menimbulkan beberapa efek buruk terhadap kegiatan dan kestabilan ekonomi suatau Negara. Deficit sebagai akibat impor yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan dalam kegiatan ekonomi dalam negeri, karena konsumen mengganti barang yang diproduksi didalam negeri dengan barang impor.
 
Akibat selanjutnya adalah meningkatnya harga valuta asing dan harga barang yang diimpor makin mahal. Hal ini akan mengurangi kegairahan pengusaha dalam negeri untuk melakukan investasi dan membangun usaha baru.

Kebijakan-kebijakan untuk Mengatasi Masalah Ekonomi


Untuk mengatasi masalah perekonomian di Indonesia, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan sebagai berikut:
  1. Meningkatkan investasi di Indonesia, baik yang bersal dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan meningkatnya investasi diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat. Selain itu,  meningkatnya investasi,  khususnya investasi padat modal , dapat makin memperluas lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.
  2. Penerapam program-program pengetasan kemiskinan, seperti inpres desa tertinggal (IDT) dan program transmigrasi. Selain itu, pemerintah juga pernah melakukan program jarring pengaman social (JPS) dan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) untuk meringankan beban penduduk miskin.
  3. Pembangunana proyek-proyek padat karya yang banyak menyerap tenaga dan program pemberdayaan usaha kecil menegah (UKM) untuk mengatasi masalah pengangguran.
  4. Penerapan kebijakan moneter dan fiscal yang bersifat kontruktif untuk mengontrol jumlah uang yang beredar, sehingga tingkat inflasi berada pada level yang ditargetkan.
  5. Meningkatkan penerimaan pemerintah, seperti dari pajak dan ekspor untuk mengatasi devisit aggaran. Pemerintah juga telah melakukan percepatan pelunasan pembayaran utang kepada IMF untuk mengurangi beban utang Negara.
  6. Menerapkan good corporate governancebuntuk system perbankan dan system moneter yang sehat dan stabil.
  7. Melakaukan penelitian dan pengembangan untuk mencari sumber energy alterative sebagai pengganti BBM. Misalnay, pengembangan bahan bakar gas dan biomassa.

loading...

0 Response to "Masalah Pemerintah Pada Bidang Ekonomi Di Indonesia"

Post a Comment