Thursday, 13 August 2015

Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial, Sifat Pengendalian Sosial Dan Cara Pengendalian Sosial

loading...


Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial, Sifat Pengendalian Sosial Dan Cara Pengendalian Sosial
sumber gambar : silvaprathama.wordpress.com

 

Lembaga Pengendalian Sosial

Dalam sistem pengendalian sosial di Indonesia, terdapat lembaga-lembaga sosial yang dapat membantu dalam menertibkan dan menciptakan keteraturan sosial. Berikut ini adalah lembaga-lembaga  pengendalian sosial di Indonesia :

a.    Lembaga kepolisian

Lembaga kepolisian adalah lembaga formal masyarakat yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban. Lembaga kepolisian bertugas untuk mengayomi masyarakat, melindungi masyarakat, melindungi masyarakat, menertibkan, dan menangkap pelaku penyimpangan. Tugas lembaga ini terutama menangani penyimpangan terhadap aturan-aturan atau hukum tertulis, dengan cara menangkap, memeriksa/menyidik dan selanjutnya mengajukan pelaku penyimpangan ke kejaksaan.
 
b.    Lembaga kejaksaan
 
Sama halnya seperti lembaga kepolisian, lembaga kejaksaan merupakan lembaga pengendalian formal yang bertugas melakukan penyelidikan dari pemeriksaan yang telah dilimpahkan polisi. Lembaga kejaksaan adalah lembaga pengendalian formal yang berfungsi menindaklanjuti kasus dari kepolisian, menyelidiki, dan memeriksa pelaku penyimpangan.
 
c.    Lembaga pengadilan
 
Pengadilan merupakan alat pengendalian sosial agar seseorang atau sekelompok orang berhati-hati dalam melakukan tindakan dan bertingkah laku sehingga tidak terjadi penyimpangan. Lembaga pengadilan bertugas untuk mengadili dan memutuskan hukuman untuk pelaku penyimpangan. Pemberian hukuman atau sanksi tergantung pada berat-ringanya kesalahan yang telah diperbuat.

d.    Lembaga adat

Lembaga adat adalah lembaga resmi namun memiliki nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Lembaga adat adalah salah satu lembaga pengendalian sosial nonformal yang bertugas mengawasi masyaraktnya dalam bertingkah laku. Adat-istiadat pada umumnya mengandung norma-norma yang bersumber pada ajaran-ajaran agama atau keyakinan masyarakat. Adat istiadat memiliki peran penting dalam pengendalian sosial karena dapat saja orang lebih hormat dan taat pada adat dari pada hukum tertulis. Namun, adat-istiadat juga dapat melengkapi aturan-aturan hukum tertulis.

e.    Tokoh-tokoh masyarakat
 
Tokoh masyarakat adalah seseorang yanng dikagumi, disegani, atau dihormati karena pengaruh wibawanya. Tokoh masyarakat dapat berperan dan memberikan nasehat, dan mengawasi tingkah laku dari masyarakat. Tokoh masyarakat adalah individu-individu yang memiliki kemampuan, pengetahuan, perilaku, usia, atau kedudukan yang dipandang penting oleh anggota masyarakat. Peran tokoh masyarakat dalam pengendalian sosial, antara lain mendamaikan perselisihan dan memberikan nasihat kepada warga masyarakat yang telah/akan melakukan penyimpangan.
 

Sifat pengendalian sosial


Berikut ini adalah sifat-sifat pengendalian sosial yang harus kita ketahui:
  • Pengendalian sosial preventif, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadi pelanggaran dengan tujuan mencegah terjadinya perilaku menyimpang. Misalnya nasihat dari ornag tua untuk anaknya.
  • Pengendalian sosial represif, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya penyimpangan. Misalnya denda bagi pelanggar yang telat membayar pajak.
  • Pengendalian sosial gabungan, yaitu gabungan antara pengendalian sosial preventif dan represif, misalnya penggabungan antara peraturan dengan sanksi.
Berdasarkan ketiga sifat pengendalian sosial tersebut dapat dilakukan secara persuasif dan koersif.
 

Cara-cara pengendalian sosial

Berikut ini adalah cara-cara pengendalian sosial:
  • Cemoohan, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara mencemooh atau mengejek orang atau sekelompok orang yang melakukan perilaku menyimpang.
  • Teguran, yaitu suatu bentuk tidakan pengendalian sosial dengan melakukan pemberian teguran atau peringatan.
  • Pendidikan, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan secara efektif sehingga bentukbentuk pengendalian sosial yang lain hanya pendukung.
  • Agama, yaitu sarana penegndalian sosial yang efektif dalam mengendalikan tingkah laku seseorang. Agama adalah pengendalian sosial yang dilakukan dengan mempelajari agama dan melaksanakannya secara sungguh-sungguh sehingga ketika berbuat dosa segera bertobat.
  • Gosip atau desas-desus, yaitu kabar berita atau kabar burung yang belum tentu keberadaannya. Pengedalian sosial dengan desas-desus atau gosip dilakukan dengan menyebarkan cerita secara cepat dan tidak berdasarkan kenyataan. Akibatnya orang yang melakukan penyimpangan akan merasa malu atau bersalah.
  • Ostrasisme, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara mengucilkan orang yang melakukan penyimpangan sosial.
  • Fraundulens, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara melakukan bantuan kepada pihak lain yang dianggap mampu mengatasi masalah.
  • Intimidasi, yaitu bentuk pengendalian sosial dengan cara melakukan penekanan , pemaksaan, mengancam, dan menakut-nakuti.
  • Hukum, merupakan pengendalian sosial yang berupa hukuman bagi orang atau pihak yang melakukan penyimpangan sosial.
Demikianlah penjelasan mengenai pengendalian sosial, semoga bermanfaat.
>

loading...
Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial, Sifat Pengendalian Sosial Dan Cara Pengendalian Sosial Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush

0 komentar:

Post a Comment