Jenis-Jenis Bank dalam Sistem Perbankan Indonesia

jenis-jenis bank dalam sistem perbankan indonesia
sumber gambar : kemandirianfinansial.com


Bank dapat dikelompokkan atas dasar jenis kegiatannya, kepemilikannya, dan keorganisasiannya. Berikut ini adalah jenis-jenis bank berdasarkan pengelompokkan tersebut di atas :

1.    Jenis Bank menurut jenis kegiatannya

Menurut jenis kegiatannya, bank dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

a.    Bank sentral

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004, yang dimaksud dengan bank sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga sistem kelancaran pembayaran,
mengatur dan mengawasi perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai leader of resort.

b.    Bank umum
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha seperti menghimpun dana dan memberikan pinjaman serta jasa lalu lintas pembayaran dalam bidang keuangan kepada masyarakat.

c.    Bank syariah

Bank syariah adalah bank yang dikelola sesuai dengan prinsip Islam yang diharamkan memungut bunga dari suatu transaksi ekonomi. Semua aktifitas ekonomi yang dibenarkan oleh syariat Islam adalah yang memenuhi syarat-syarat, seperti bersifat produktif, tidak eksploitatif, berkeadilan, tidak bersifat spekulatif, dan antiriba.


d.    Bank perkreditan rakyat
Bank perkreditan rakyat adalah bank yang menerima simpanan dari masyarakat hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, atau bentuk lainnya, dan memberikan pinjaman kepada massyarakat.


2.    Jenis Bank menurut kepemilikannya

Menurut kepemilikannya, bank terbagi menjadi 4, yaitu:

a.    Bank pemerintah, yaitu bank yang modalnya berasal dari pemerintah dan bertugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya : Bank Tabungan Negara ( BTN )

b.    Bank swasta adalah bank yang modalnya dimiliki pihak swasta. Umumnya bank ini bertujuan untuk mencari laba. Contohnya Bank NISP, Bank Niaga, dan Bank Mega.

c.    Bank campuran, adalah bank yang modalnya dimiliki pemerintah dan swasta. Contoh:
BNI 1946, Bank Mandiri, dan BRI.

d.    Bank pemerintah daerah adalah bank pembangunan milik pemerintah daerah yang terdapat pada setiap daerah tingkat satu. Contoh: Bank DKI, BPD Sumatra Barat, Bank Sultra, dan lain-lain.


3.    Jenis bank menurut keorganisasiannya

Menurut keorganisasiannya, bank terdiri atas 3 jenis, yaitu:

a.    Unit banking adalah bank yang hanya memiliki satu organisasi dan tidak memiliki cabang di tempat lainnya.

b.    Branch banking adalah bank yang memiliki cabang-cabang di tempat lainnya.

c.    Correspondence banking, yaitu bank yang melakukan kegiatan pemeriksaan dokumen ekspor atau impor dan kegiatan pokoknya di luar negeri.


Sistem perbankan Indonesia terdiri dari Bank Indonesia, seluruh bank umum, bank perkreditan rakyat, dan bank bagi hasil. Berikut ini adalah penjelasannya:

a.    Bank Indonesia (BI), merupakan lembaga keuangan independen yang diatur UU No. 23 Tahun1999 yang berperan sebagai bank sentral dengan fungsi menjalankan tugas pengawasan dan pembinaan terhadap bank-bank Indonesia.

b.    Bank umum terdiri atas bank pemerintah pusat ( BNI,BRI, Bank Mandiri, dan BTN ), bank pemerintah daerah, bank swasta nasional dan bank asing.

c.    Bank perkreditan rakyat adalah bank yang menerima simpanan yang hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. BPR terbagi atas BPR sebelum pakto 27, 1998 ( bank kredit desa, nonbadan kredit desa, lembaga desa, dan kredit pedesaan ) serta BPR setelah Pakto 27, 1998.

d.    Bank bagi hasil, adalah bank yang dalam kegiatan pengerahan dan penyaluran dana didasarkan pada prinsip bagi hasil atau jual beli ( seperti Bank Muamalat yang didirikan Mei 1992 ).
Demikianlah jenis-jenis bank yang ada dalam sistem perbankan Indonesia. semoga bermanfaat.

0 Response to "Jenis-Jenis Bank dalam Sistem Perbankan Indonesia"

Post a Comment