Fungsi dan Peran Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Syariah

loading...

Fungsi dan peran badan perkreditan rakyat ( BPR )


Bank perkreditan rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau produk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Dilihat dari namanya, Bank Perkreditan rakyat berarti suatu bank yang memberikan jasa perbankan bagi masyarakat/rakyat. BPR merupakan pegembangan dari bank desa, bank pegawai, lembaga perkreditan desa, dan lembaga-lembaga keuangan lain yang biasa terdapat di desa, baik berbentuk koperasi maupun badan usaha lainnya dengan aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah.
Menurut UU no. 10 Tahun 1998, Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
fungsi dan peran bank perkreditan rakyat dan bank syariah
Berdasarkan keputusan Mentri Keuangan RI No. 221/KMK.017/1993, BPR hanya didirikan dan menjalankan usaha dengan izin Mentri Keuangan setelah mendengarkan pertimbangan Bank Indonesia.
Bank Perkreditan Rakyat terdapat haprir di setiap kecamatan. BPR sudah berembang di seluruh wilayah Indonesia dengan nasabah yang banyak juga. Beberapa contoh BPR yaitu  Bank Desa, Bank Kredit Desa ( BKD ), dan Badan Kredit Kecamatan ( BKK ).
Bank perkreditan rakyat mempunyai banyak fungsi bagi perkembangan perekonomian nasional dan utamanya bagi rakyat pengusaha kecil. Adapun fungsi bank perkreditan rakyat yaitu :
  1. Memberikan pelayanan jasa perbankan ( seperti: memberikan kredit dan menerima penyimpanan dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu ) kepada pengusaha kecil dan masyarakat pedesaan.
  2. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil.
  3. Mengurangi praktik ijon dan pelepas uang atau lintah darat.
  4. Menunjang pertumbuhan dan modernisasi ekonomi pedesaan.
Beberapa hal yang perlu dicatat dalam pengoperasian BPR yaitu :

1. BPR hanya boleh diusahakan oleh pemerintah daerah, koperasi, swasta nasional ( WNI ), dan badan hukum yang beranggotakan warga negara Indonesia.

2.BPR hanya boleh didirikan di kota kecamatan atau desa ( di luar kota kabupaten, ibu kota provinsi dan ibu kota negara ).

3. Dalam menjalankan usahanya, Bank Perkreditan Rakyat dilarang melakukan kegiatan sebagai berikut :
  • Menerima simpanan dalam bentuk giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran ( kecuali memiliki syarat yang ditentukan oleh BI ).
  • Melakukan usaha dalam valuta asing, penyertaan modal, usaha perasuransian, dan usaha lain di luar kegiatan usaha yang diperbolehkan.
4.Status badan usaha Badan perkreditan rakyat ( BPR ) bisa berupa perusahaan daerah (Perusda), koperasi, PT, atau bentuk lain yang ditetapka oleh peraturan pemerintah.

Fungsi dan Peran Bank Syariah


Bank syariah muncul dengan adanya perubahan UU No. 7 tahun 1992 menjadi UU No. 10 Tahun 1998. Dengan adanya peraturan perundang-undangan baru tersebut, di Indonesia dikenal kegiatan bank selain bank konvensional. Hanya saja, dalam bank syariah tidak didasarkan pada sistem bunga tetapi berdasarkan prinsip syariah berdasarkan Al-Qur’an dan Al Hadis.
Aktivitas perbankan yang dibenarkan oleh syariah islam harus memenuhi beberapa hal berkut ini:
  1. Bersifat produktif, merupakan prinsip utama,
  2. Tidak eksploitatif atau tidak boleh ditujukan demi keuntungan satu pihak dan menguntungkan pihak yang lain,
  3. Berkeadilan, berarti kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak boleh merugikan, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pihak-pihak yang terlibat,
  4. Tidak bersifat spekulatif,
  5. Antiriba, tidak mengenal tambahan yang ditetapkan dalam perjanjian atas suatu barang yang dipinjam ketika barang tersebut dikembalikan lagi.
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh bank syariah sesuai dengan syariat Islam, yaitu berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.    Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasi ( mudharabah )
2.    Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal ( musyarakah )
3.    Prinsip jual beli barang berdasarkan prinsip memperoleh keuntungan ( murabahah )
4.    Pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan ( ijarah ) atau dengan pilihan 
pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh bank lain ( ijarah wa iqtina )
Terdapat beberapa perbedaan prinsip antara bank konvensional dan bank syariah, terutama dalam hal pembiayaan kredit kepada nasabah. Berikut ini adalah beberapa perbedaan bank konvensional dan bank syariah:


No
Segi perbedaaan
Bank konvensional
Bank syariah
1
Penentuan bunga atau imbalan
Perjanjian pengenaan bunga tidak berdasarkan keuntungan atau kerugian
Perjanjian imbalan berdasarkan pada keuntungan atau kerugian
2
Perhitungan bunga atau imbalan
Presentasi dari total dana nasabah
Berdasarkan nisbah atau bagi hasil antara bank dengan nasabah
3
Kewajiban pembayaran bunga atau imbalan
a.       bunga harus dibayar meski nasabah mengalami keugian usaha
b.      besarnya pembayaran bungan tetap meskipun keuntungan lebih besar dari perkiraan
a.       imbalan dilakukan bila nasabah memperoleh keuntungan dan bila terjadi kerugian, maka ditanggung kedua belah pihak.
b.      Besarnya imbalan tergantung keuntungan yang diperoleh nasabah
4
Jaminan pembiayaan
Penyerahan barang atau harta nasabah
Jaminan tidak mutlak diberikan
5
Jenis usaha yang boleh dibiayai
Segala macam usaha asalkan memenuhi syarat yang ditentukan oleh bank
Harus sesuai dengan ketentuan syariah

Di Indonesia, pada awalnya terdapat dua bank umum yang termasuk ke dalam bank syariah, yaitu Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri. Selain itu, beberapa bank umum juga menjalankan unit usaha berprinsip syariah, seperti Bank IFI, BNI, BRI, Bank Danamon, Bank Bukopin, Bank Internasional Indonesia, dan Hongkong Shanghai Bank Corporation ( HSBC ), serta 82 bank perkreditan syariah.

Demikianlah penjelasan mengenai funsi dan peran bank perkreditan rakyat dan bank syariah serta perbedaan bank konvensional dan bank syariah.
Semoga bermabfaat.
loading...

0 Response to "Fungsi dan Peran Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Syariah"

Post a Comment