Agen-Agen Sosialisasi Atau Media Sosialisasi

loading...
<
agen sosialisasi atau media sosialisasi
sumber gambar : rumahpintar-kembar.com

Agen sosialisasi atau media sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi. Menurut Jacobs dan Fuller ( 1973 ), mengidentifikasi 4 agen sosialisasi ata media sosialisasi utama, yaitu keluarga, kelompok pertemanan, lembaga pendidikan, dan media massa. Para ahli sosiologi juga menambahkan lingkungan kerja sebagai bagian dari media sosialisasi.

Berikut ini adalah penjelasan dari media sosialisasi atau agen sosialisasi :

1.    Keluarga Sebagai Media Sosialisasi


Media awal dari seorang individu untuk mengenal lingkungannya adalah keluarga. Orang tua memberikan perhatian dan pendidikan kepada anak agar memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik melalui penanaman disiplin, kebebasan, dan penyerasian.

Terdapat dua macam sosialisasi di dalam keluarga, yaitu sosialisasi partsipatif dan sosialisasi represif. Keluarga merupakan media sosialisasi yang paling awal sehingga memiliki pengaruh paling kuat.
Keluarga merupakan satuan sosial yang didasarkan pada hubungan darah. Keluarga sebagai agen sosialisasi dapat berupa keluarga inti ( ayah, ibu, dan atau anak-anak, baik yang dilahirkan maupun yang diadopsi ) dan keluarga luas, yaitu keluarga yang terdiri atas lebih dari satu keluarga inti baik yang secara vertikal maupun horizontal.
Nilai dan norma yang disosialisasikan dalam keluarga adalah nilai norma dasar yang diperlukan oleh seseorang agar nanti dapat berinteraksi dengan orang-orang dalam masyarakat yang lebih luas. Pihak yang terlibat pada masa ini adalah:
  1. Pada keluarga inti, misalnya ayah, ibu, dan saudara kandung.
  2. Pada keluarga luas, misalnya nenek, kakek, pama, dan bibi.
  3. Pada masyarakat menegah perkotaan sejalan dengan meningkatnya partisipasi kerja perempuan, misalnya baby sitter, pembantu rumah tangga, petugas penitipan anak, guru pada play group, dan sebagainya.

 

2.    Kelompok pertemanan sebagai media sosialisasi


Dalam lingkungan kelompok bermain, seorang anak akan belajar untuk berinteraksi dengan orang orang yang sederajat atau sebayanya. Tahap sosialisasi pada media sosialisasi kelompok pertemanan adalah tahap dimana anak-anak akan mempelajari nilai-nilai keadilan, persahabatan, dan kesetiakawanan.
Ketika berkembang ke masa remaja, kelompok pertemanan akan menjadi tempat dimana seseorang belajar untuk mengembangkan keterampilan, mengungkapkan rasa kecewa, khawatir, dan sebagainya. Dalam media sosialisasi pertemanan, seseorang bisa mendapatkan pengaruh negatif ataupun positif.
Dalam lingkungan sosial pertemanan, sosialisasi yang terjadi umumnya adalah sosilisasi equaliter. Seseorang belajar bersikap dan berperilaku terhadap orang-orang yang setara kedudukannya, baik tingkat umum maupun pengalaman hidupnya.
Melalui lingkaran teman sepermainan, seseorang mempelajari nilai-nilai dan norma-norma yang dan interaksinya dengan orang lain yang bukan anggota keluarganya. Pada media sosialisasi inilah seseorang belajar mengenai keterampilan sosial seperti kerja sama, mengelola konflik, jiwa sosial, kerelaan untuk berkorban, kemampuan untuk mengalah, keadilan dan solidaritas.
Pada kalangan remaja, kelompok persahabatan berfungsi sebagai penyaluran berbagai perasaan dan aspirasi, bakat, minat, serta perhatian yang tidak mungkin disalurkan di lingkungan keluarga atau yang lain.
  1. Peran positif kelompok permainan adalah:Memberikan rasa aman dan rasa yang dianggap penting dalam kelompok yang berguna bagi pengembangan jiwa.
  2. Menumbuhkan dengan baik kemandirian dan kedewasaan tempat yang baik untuk mencurahkan berbagai perasaan, misalnya kecewa, takut, khawatir, suka ria, dan cinta.
  3. Merupakan tempat yang baik untuk mengembangkan keterampilan sosial, misalnya kemamuan memimpin, menyamakan persepsi, mengelola konflik, dan sebagainya

 

3.    Lingkungan sekolah sebagai media sosialisasi

Di lingkungan sekolah, guru memiliki peranan yang sangat penting untuk membentuk pola perilaku anak. Siswa  di lingkungan sekolah mempelajari hal-hal yang mungkin belum dipelajari di lingkungan keluarga maupun lingkungan bermain. Lingkungan sekolah berperan sebagai tempat bersosialisasi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai kebudayaan yang dipandang luhur dan akan dipertahankan kelangsungannya dalam masyarakat melalui pewarisan budaya dari generasi ke generasi berikutnya.
Sekolah mempunyai peran penting dalam media sosialisasi, antara lain:
  1. Mengenali dan Mengembangkan karakteristik diri serta melestarikan kebudayaan.
  2. Merangsang partisipasi demokrasi melalui pengeajaran keterampilan berbicara dan pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, rasional dan objektif.
  3. Memperkaya kehidupan dengan cakrawala intelektual serta cita rasa keindahan.
  4. Mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri dan kemandirian.
  5. Membelajarkan tentang hidup sehat, prestasi, universalisme,dan sebagainya

 

4.    Lingkungan kerja sebagai agen sosialisasi

Lingkungan kerja berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian individu. Dalam limgkungan ini, individu mampu untuk membentuk kepribadiannya sesuai dengan lingkungan tempat dimana ia bekerja.
Dalam lingkungan kerja, manusia akan belajar mengenai cara menghormati atasan dan bagaimana menghargai bawahan. Selain itu, di lingkungan kerja juga manusia akan belajar tentang nilai, norma dan cara hidup.

 

5.    Media massa sebagai agen sosialisasi

Sebagai agen sosialisasi, media massa memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan kepribadian. Seseorang dapat medapatkan pengaruh baik maupun buruk dari media massa.
Beberapa penelitian menyatakan bahwa sebagian besar waktu anak-anak remaja dihabiskan untuk menonton televisi, bermain game online, chatting di internet, dan lain-lain. Banyak pihak yang mengakui bahwa media massa telah berperan dalam proses homogenisasi, bahwa akhirnya masyarakat dari berbagai belahan dunia memiliki struktur  dan kecendrungan cara hidup yang sama.
Demikianlah penjelasan mengenai agen-agen sosialisasi dan media sosialisasi. Semoga bermanfaat. 

0 Response to "Agen-Agen Sosialisasi Atau Media Sosialisasi"

Post a Comment