Ilmu Pengetahuan Sosial

Tempat Belajar Ekonomi Geografi dan Sosiologi

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peran Pasar Persaingan Sempurna

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peran Pasar Persaingan Sempurna

Pengertian pasar persaingan sempurna


Pasar persaingan sempurna harus menggambarkan suatu keadaan, di mana penjual dan pembeli tidak mempengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran. Dengan kata lain, harga yang terbentuk adalah cerminan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen sedangkan penawaran merupakan cerminan keinginan produsen atau penjual.


Ciri-ciri pasar persaingan sempurna


Ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :


a.    Terdapat banyak pembeli, tetapi tidak mampu mempengaruhi harga

Harga di pasar ditentukan oleh kekuaran permintaan dan penawaran. Berapa pun jumlah barang yang dibeli oleh konsumen, tidak akan dipengaruhi oleh harga. Di sini, pembeli dikatakan sebagai pengikut harga (price-taker).


b.    Terdapat banyak penjual

Seperti halnya pembeli, penjual di pasar persaingan sempurna juga tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga. Biasanya penjual merupakan perusahaan-perusahaan kecil. Penjual yang menjual barangnya di bwah harga pasar akan menderita kerugian, sementara apabila ia menjual di atas harga pasar, tidak akan ada konsumen yang mau membelinya. Dengan kata lain, penjual tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga, meskipun dia bisa menentukan berapa kuantitas yang akan dia jual.


c.    Barang dan jasa yang dijual bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan

Semua produk di dalam pasar persaingan sempurna terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C. Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh.


d.    Adanya kebebasan untuk masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna

Jika industri di dalam pasar ini mendapat keuntungan yang besar, maka banyak perusahaan-perusahaan baru yang akan ikut masuk ke pasar. Begitu pula sebaliknya, jika industri tersebut mengalami kerugian, maka beberapa perusahaan akan meninggalkan pasar. Tidak ada hambatan bagi setiap perusahaan untuk masuk dan keluar pasar ini.

pasar persaingan sempurna

e.    Setiap pihak dapat mengetahui keadaan pasar dengan mudah (perfect information)

Pembeli mengetahui jenis barang dan harga yang dikenakan oleh perusahaan. Demikian pula penjual mengetahui tingkat permintaan konsumen, harga, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan produk.


f.    Adanya kebebasan untuk mengambil keputusan

Tidak ada kekuatan luar yang bisa mempengaruhi keputusan yang diambil oleh penjual dan pembeli, termasuk dalam hal ini pemerintah.

Sebenarnya, di dunia nyata masih sulit mencari contoh pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya. Akan tetapi, untuk bisa memahami bagaimana pasar persaingan sempurna bekerja, kita bisa melihat pada pada perusahaan beras.

Sesuai dengan karakteristik pasar persaingan sempurna, jumlah penjual dan pembeli beras sangat banyak sekali karena memang merupakan kebutuhan pokok di negara kita. Setiap pembeli dan penjual merupakan pihak yang tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga. Artinya, setiap perusahaan merupakan pengikut harga. Setiap penjual dan pembeli juga mempunyai informasi lengkap dan sama tentang produk yang mereka perjualbelikan, dan beras merupakan produk yang homogen.


Peran pasar persaingan sempurna bagi masyarakat


Harga barang pada pasar persaingan sempurna bersifat datum. Artinya, produsen tidak akan dapat mempengaruhi harga dengan cara menambah atau mengurangi produksi. Oleh karena itu harga yang terbentuk di pasar merupakan suatu batas apakan produsen sudah bekerja efektif dan efisien dalam menekan biaya dan berproduksi secara optimal. Produsen yang berproduksi dengan biaya di atas harga pasar akan mengalami kerugian.

Sebaliknya produsen yang menerapkan teknologi maju, cara kerja baru, dan dapat menekan biaya seminimal mungkin sehingga dapat memproduksi dengan harga pokok di bawah harga pasar akan mendapatkan keuntungan. Jadi pasar persainga sempurna mendidik masyarakat melakukan proses produksi secara efisien, sehingga produk yang sampai ke masyarakat adalah produk dengan mutu terbaik dan harga yang murah.


Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna


Kebaikan pasar persaingan sempurna


Salah satu ciri dari pasar persaingan sempurna adalah harga yang terbentuk berdasarkan interaksi permintaan dan penawaran. Harga menjadi indikator bagi kinerja produsen. jika produsen memproduksi barang di atas harga pasar maka perusahaan itu akan rugi. Agar dapat bertahan, perusahaan harus memperbaiki kinerja.

Di lain pihak, jika perusahaan dapat menawarkan barang di bawah harga pasar, itu berarti fungsi produksinya telah berlangsung secara efisien. Dengan demikian pasar persaingan sempurna memberikan barang yanag harganya logis, sesuai dengan permintaan pasar. Pasar persaingan sempurna terpacu untuk berproduksi dengan efisien. Di samping itu, sumber daya produksi bebas keluar atau masuk, sehingga kegiatan ekonomi lebih sehat dan bergairah.

Keburukan pasar persaingan sempurna


Pada pasar persaingan sempurna, barang yang diperdagangkan bersifat homogen. Tidak ada keunggulan suatu produk dibandingkan produk lain. Inovasi menjadi terhambat. Ini merupakan kekurangan pasar persaingan sempurna.

Pengertian Motif Ekonomi

Pengertian Motif Ekonomi
Pengertian motif ekonomi secara umum adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran. Dengan motif ekonomi orang melakukan kegiatan ekonomi, misalnya memproduksi suatu barang atau menjalankan suatu perusahaan. Akan tetapi yang jelas motif ekonomi mula-mula adalah dorongan untuk kesejahteraan diri sendiri dan keluarga. Setelah hasrat diri terpenuhi barulah muncul kehendak menyejahterakan pihal lain, ataupun tetap ada hubungannya dengan yang termotivasi.
Berdasarkan subjeknya, motif ekonomi terbagi dua, yaitu motif ekonomi individu dan motif ekonomi perusahaan.

Motif ekonomi individu


Motif ekonomi individu atau perorangan adalah keinginan untuk meningkatkan taraf hidup. Jika selama ini misalnya seseorang hanya makan dengan tahu tempe, maka dengan bekerja tentu saja ia mengharapkan bisa makan daging,  sayuran segar, buah, atau menu makanan lainnya.
Walaupun orang tersebut sudah makmur, tetap saja ia ingin membuka usaha baru. Membuka usaha baru ini motifnya adalah perluasan usaha. Orang yang sudah maju perusahaannya, sudah luas kegiatannya, tetapi ia tetap memperluas usahanya. Memperluas usaha ini motifnya adalah aktualisasi diri atau harga diri. Akan tetapi, ada orang yang membuka usaha untuk menolong orang lain, maka inilah motif yang paling tinggi atau paling mulia.

Motif ekonomi perusahaan


Perusahaan mempunyai tiga motif ekonomi, yaitu :

1.    Motif mencari keuntungan
Setiap perusahaan termotivasi melakukan kegiatan adalah dalam rangka mencari keuntungan. Dengan kata lain, perusahaan selalu berorientasi pada keuntungan. Keuntungan inilah yang menjadi motor penggerak dalam melakukan usaha.

2.    Motif memproduksi barang dengan harga murah
Dalam rangka menang dalam persaingan, perusahaan memiliki motif untuk memproduksi barang dengan harga murah tetapi tetap mempunyai mutu yang tinggi.

3.    Motif menjaga kontinuitas perusahaan
Perusahaan didirikan dalam waktu yang tidak terbatas, tetapi perusahaan tetap ada jika kesinambungannya dijaga yaitu tetap memiliki laba. Dengan demikian, pihak-pihak yang ada di perusahaan tetap dapat melaksanakan aktivitasnya.

Keinginan  atau  motif yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi ada bermacam-macam. Secara garis besar, motif ekonomi dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
1.    Motif untuk memenuhi kebutuhan.
2.    Motif untuk berbuat sosial.
3.    Motif untuk memperoleh penghargaan.
4.    Motif untuk memperoleh kekuasaan.

Berikut ini adalah penjelasan motif-motif ekonomi tersebut.


Motif untuk memenuhi kebutuhan


Motif paling penting yang mendorong manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi yaitu ingin memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Setiap aktivitas yang dilakukan manusia dengan harapan memperoleh penghasilan. Penghasilan itulah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Apabila penghasilannya tidak mencukupi, maka seseorang akan berusaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan melakukan kegiatan ekonomi lainnya. sebagai contoh : Bu Tuti membuka war ung di rumah dengan tujuan membantu menambah penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh pabrik. Tambahan penghasilan keluarga ini dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan keluarga ini.


Motif berbuat sosial


Rasa kemanusiaan selalu ada pada setiap orang. Selain ingin memenuhi kebutuhan, manusia juga ingin bisa menolong orang lain atau ingin membantu sesama manusia. Sebagai contoh, seorang guru yang mengajar di sekolah juga membuka les di rumah dengan harapan ingin mendapatkan penghasilan tambahan dan keinginan untuk membantu siswa belajar.


Motif untuk mendapatkan penghargaan


Selain motif memenuhi kebutuhan dan motif bebuat sosial ada juga keinginan lain manusia, yaitu mendapatkan penghargaan. Penghargaan yang dimaksud bukan sekedar mendapatkan pujian atau piagam tetapi juga ingin mendapatkan status sosial yang lebih tinggi dari masyarakat sekitar. Kita bisa melihat banyak orang yang selain ingin mendapatkan harta yang melimpah juga ingin memperoleh penghargaan atau menjadi orang terpandang di dalam masyarakat.

pengertian motif ekonomi

Motif untuk mendapatkan kekuasaan


Motif lain yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah motif memperoleh kekuasaan. Kekuasaan ini merupakan kekuasaan untuk diri sendiri. Sebagai manusia yang memang tidak puas terhadap apa yang ia peroleh, maka wajar jika manusia memiliki keinginan untuk terus maju dan memperluan bidang usahanya. Banyak contoh di sekitar kita orang yang sudah sukses pada satu bidang usaha mencoba bidang usaha lainnya.

Pengertian Pendapatan Nasional dan Konsep Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional dan Konsep Pendapatan Nasional

Pengertian pendapatan nasional


Apa itu pendapatan nasional dan bagaimana konsep pendapatan nasional ?
 
Tujuan suatu perusahaan untuk melakukan kegiatan ekonomi adalah untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat. Apabila keseluruhan produk dan jasa yang dihasilkan dalam satu  tahun dihitung, maka akan diperoleh produk nasional atau pendapatan nasional.
 
Produk dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dinyatakan dalam unit yang berbeda seperti ton, barel, helai, dan lain-lain. Oleh karena itu, untuk menentukan jumlahnya dinyatakan dalam nilai uang. Dengan demikian, pendapatan nasional merupakan nilai barang akhir dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu.
 
Selain pengertian pendapatan nasional di atas, ada juga beberapa definisi pendapatan nasional sebagai berikut :
  1. Pendapatan nasional adalah jumlah barang yang jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya diukur dalam waktu  watu tahun.
  2. Pendapatan nasional merupakan keseluruhan pendapatan yang diterima oleh semua faktor produksi dalam suatu negara selama satu tahun.
  3. Pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam satu negara selama satu periode tertentu.
Orang pertama yang berusaha menaksir pendapatan negaranya adalah Sir William Petty dari Inggris. ia menaksir pendapatan negaranya pada tahun 1665.

Pendapatan nasional merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi perekonomian suatu negara. Secara umum, definisi pendapatan nasional adalah ukuran nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun dan dinyatakan dalam satuan uang.


Konsep pendapatan nasional


Beberapa konsep yang harus dipahami dalam perhitungan pendapatan nasional antara lain :

 

Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)


Produk domestik bruto merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Di mana di dalamnya termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/ orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.
 
Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, maka jumlahnya masih bersifat kotor atau bruto. Di dalam perhitungan PDB, dikenal istilah factor income payment to abroad dan factor receipt from abroad.
 
Semua hasil produksi orang/ perusahaan asing di dalam negeri harus dibayarkan disebut sebagai factor income payment to abroad, sedangkan hasil produksi luar negeri yang diterima disebut factor income receipt from abroad.
 
Apabila dibayarkan lebih kecil dari pada yang diterima, maka sisanya terjadi pembayaran di dalam negeri. Selisihnya merupakan pendapatan neto ke dalam negeri atau net factor income to domestic, sebaliknya apabila dibayarkan lebih besar dari pada yang diterima, maka terjadi pembayaran neto ke luar negeri atau disebut net factor income payment to abroad.
 
Jika net factor income dinotasikan dengan n, maka :
GDP-n = GNP atau GNP + n = GDP

Bagaimana halnya dengan penggunaan faktor produksi asing ? jika pendapatan neto faktor produksi yang diperoleh dari luar negeri cukup besar, maka GDP merupakan cara yang lebih baik untuk menghitung pendapatan nasional di negara yang bersangkutan.

 

Produk Nasional Bruto (Gross National Product)


Produk Nasional Bruto atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun. Dalam pengertian GNP ini, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
 
Apabila ada hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara Indonesia, harus dikurangkan. Perbedaan antara GDP dan GNP terletak pada net factor income. Jika GDP dikurangi net factor income, maka akan diperoleh GNP.
 
Jika GDP lebih besar dari GNP, maka penanaman modal asing lebih besar dari penanaman modal negara itu di luar negeri. Keadaan seperti ini merupakan indikasi bahwa negara itu belum meluaskan usahanya ke luar negeri dan masih banyak menerima modal dari luar negeri demikian pula sebaliknya.

 

Produk Nasional Neto (Net National Product)


Dalam penghitungan NNP dikenal istilah replacement, yaitu penggantian barang modal/ penyusutan bagi peralatan produksi yang terpakai dalam proses produksi. Replacement umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil. Rumus untuk mencari nilai NNP yaitu :
NNP = GNP – Penyusutan (Replacement)

 

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income)


Pendapatan nasional neto (NNI) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain, contohnya pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, dan cukai-cukai. Rumus pendapatan nasional neto adalah :
NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

 

Pendapatan Perseorangan (Personal Income)


Pendapatan perseorangan adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang yang dalam masyarakat termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan suatu kegiatan berupa apa pun. Dalam pendapatan perseorangan termasuk juga pembayaran transfer (transfer payment).
 
Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa proses produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun yang lalu. Contohnya, pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran dan bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya.
 
Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, terlebih dahulu NNI harus dikurangi dengan:
  1. Pajak laba perusahaan, yaitu pajak yang dibayar oleh setiap badan kepada pemerintah.
  2. Laba yang tidak dibagi, yaitu sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu, misalnya keperluan perluasan perusahaan.
  3. Iuran pensiun, yaitu iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja (pensiun), juga termasuk iuran jaminan sosial dan iuran asuransi.
Rumus perhitungan personal income adalah :
PI = NNI – (Pajak Perusahaan + laba ditahan + iuran jaminan sosial ) + Transfer Payment

 

Pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income)


Disposable income adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi, dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung.
 
Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. Rumus Disposable Income adalah :
DI = Personal Income – Direct Tax (pajak penghasilan)


pengertian pendapatan nasional
Demikianlah penjelasan mengenai pendapatan nasional dan konsep-konsep pendapatan nasional. Semoga tulisann ini bermanfaat untuk kita semua dan menambah wawasan kita. 

Pengertian Penawaran dan Bunyi Hukum Penawaran

Pengertian Penawaran dan Bunyi Hukum Penawaran

Pengertian penawaran


Sadar atau tidak sadar, hampir semua barang yang kita gunakan adalah produksi orang lain atau pihak lain. Banyak peralatan atau pakaian yang kita kenakan diproduksi di kecamatan lain, di propinsi lain, atau bahkan di negara lain. Penawaran tidak mempersoalkan jauh dekatnya produsen, tetapi mempersoalkan kuantitas barang yang ditawarkan berkaitan dengan variabel harga.
 
Dengan kata lain, maka pengertian penawaran adalah kualitas barang dan jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Definisi penawaran ini berlaku dengan menganggap hal-hal lain selain harga tetap konstan (ceteris paribus).

 

Bunyi hukum penawaran


Selain faktor harga, penwaran pun dipengaruhi beberapa faktor lain seperti harga bahan baku, tingkat teknologi, jumlah produsen di pasar, serta harapan atau perkiraan. Namun demikian, speerti halnya dalam permintaan, kita tidak dapat memahami pengaruh semua variabel tersebut sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, untuk memudahkan analisis, para ekonom biasanya memisahkan faktor-faktor tersebut dan menganaslisisnya secara terpisah.
 
Di antara semua faktor di atas, harga dianggap memainkan peran yang sangat penting dan menjadi acuan dalam melakukan analisis penawaran.

pengertian pendawaran dan bunyi hukum penawaran

 

Sebelum mengetahui bunyi hukum penawaran, maka terlebih dahulu perhatikan ilustrasi berikut ini :
 
Pada tingkat harga Rp 1.000,- per kilogram, Toko Buah Segar hanya bersedia menjual jeruk sebanyak 20 kilogram. Sekarang, jika harga jeruk naik menjadi Rp 2.000,- per kilogram, maka Toko Buah Segar bersedia menambah penawarannya menjadi 30 kilogram. Begitu seterusnya sampai harga buah jeruk menembus Rp 5.000 per kilogram, maka Toko Buah Segar berani menawarkan kuantitas jeruk makin tinggi, yaitu 60 kilogram.
 
Semakin tinggi harga, semakin tinggi pula kuantitas jeruk yang ia tawarkan. Hal ini jelas karena keuntungan yang akan ia peroleh semakin tinggi. Toko Buah Segar pun semakin giat mencari jeruk dari para petani jeruk untuk ia jual kemabali.
 
Sekarang, jika tiba-tiba harga jeruk turun dari Rp 5.000,- per kilogram menjadi Rp 2.000,- per kilogram. Pada tingkat rendah ini, Toko Buah Segar hanya bersedia menjual sebanyak 30 kilogram. Ia berpikir agar lebih baik buah jeruk tersebut disimpan di dalam lemari pendingin dan menjualnya ketika harga meningkat lagi.
 
Dari ilustrasi tersebut, kita dapat melihat bahwa harga memanikan peranan penting dalam mempengaruhi kuantitas yang ditawarkan. Semakin tinggi harga, semakin tinggi pula kuantitas barang dan jasa yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang dan jasa, semakin rendah pula kuantitas barang dan jasa tersebut ditawarkan.
 
Terlihat di sini bahwa ada hubungan searah antara tingkat harga dan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Feomena ini pada intinya merupakan pokok dari hukum permintaan. Secara lebih jelas, bunyi hukum permintaan adalah : “ apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya, jika harga suatu barang dan jasa menurun, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan semakin menurun, ceteris paribus”.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian penawaran dan bunyi hukum penawaran. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. 

Pengertian Permintaan dan Bunyi Hukum Permintaan

Pengertian Permintaan dan Bunyi Hukum Permintaan

Pengertian permintaan


Permintaan tercipta apabila kita memiliki keinginan untuk membeli barang atau jasa yang disertai oleh kemampuan untuk membayarnya. Jadi, secara sederhana dapat kita katakan bahwa pengertian permintaan adalah keinginan yang diseratai oleh kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu.
 
Ada tiga hal yang berkaitan dengan konsep permintaan. Pertama, kuantitas yang diminta merupakan kuantitas yang diinginkan. Hal ini menunjukkan berapa banyak yang ingin dibeli konsumen berdasarkan harga barang tersebut, harga barang lain, pendapatan, dan selera. Kedua, keinginan konsumen tersebut disertai oleh kemampuan serta ketersediaan untuk membeli. Ketiga, kuantitas yang diminta dinyatakan dalam satuan waktu.
 
Artinya, jika disebutkan bahwa kuantitas kipas angin yang diminta kota Surabaya adalah 30.000 unit, maka haruss jelas apakah 30.000 unit itu per hari, per bulan, atau per tahun. Penjualan kipas angin 30.000 unit perhari adalah hal yang sangat fantastis. Berbeda jika kita katakan penjualan tersebut adalah per tahun.

 

Bunyi hukum permintaan


Berdasarkan ulasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menentukan besarnya permintaan. Di antaranya adalah harga barang dan jasa itu sendiri, harga barang dan jasa lain, pendapatan, selera, juga jumlah penduduk. Akan tetapi, kita tidak dapat memahami  pengaruh semua variabel tersebut sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
 
Oleh karena itu, untuk memudahkan analisis, para ekonom biasanya memisahkan faktor-faktor tersebut dan menganalisisnya secara terpisah. Jadi, jika kita ingin menganalisis pengaruh perubahan harag terhadap permintaan, maka faktor lain yang juga mempengaruhi harga kita anggap tidak berubah atau konstan.
 
Dalam ilmu ekonomi, anggapan bahwa hal-hal lainnya konstan dinamakan ceteris paribus. Jika kita ingin memisahkan faktor-faktor lainnya seperti ini, barulah kita dapat menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh harga secara jelas.
 
Perhatikan contoh berikut :
 
Ana membeli 5 kilogram buah jeruk. Padahal semula ia hanya berniat untuk membeli 2 kilogram saja. Akan tetapi, karena di Toko Buah Segar sedang ada promosi dengan menurunkan harga buah jeruk, ia memutuskan membeli 5 kilogram. Sebelumnya ia juga berniat membeli 5 kilogram buah apel. Akan tetapi karena ternyata harga apel naik, maka ia terpaksa membeli  2 kilogram saja. Ia pun terpaksa mengurungkan niatnya membeli buah durian karena buah durian mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi.
 
Dari ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa harga barang memainkan peranan penting dalam menentukan jumlah kuantitas yang diminta. Semakin tinggi harga, semakin rendah jumlah yang diminta. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang dan jasa, semakin banyak jumlah yang diminta. Terlihat di sini bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat harga barang dan jasa yang diminta.
 
Fenomena ini pada intinya merupakan isi dari hukum permintaan. Secara lebih jelas, bunyi hukum permintaan : “ apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang diminta akan menurun. Sebaliknya jika harga suatu barang dan jasa menurun, maka kuantitas yang diterima meningkat, atau ceteris paribus”.
 
pengertian permintaan dan bunyi hukum permintaan


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian permintaan dan bunyi hukum permintaan.

Masalah Pokok Ekonomi : Permasalahan Ekonomi Klasik dan Permasalahan Ekonomi Moderen

Masalah Pokok Ekonomi : Permasalahan Ekonomi Klasik dan Permasalahan Ekonomi Moderen
Secara garis besar, permasalahan ekonomi dibedakan menjadi 2, yaitu permasalahan ekonomi klasik dan permasalahan ekonomi moderen. Berikut ini adalah penjelasan mengenai  masalah-masalah pokok ekonomi.

 

Permasalahan ekonomi klasik


Permasalahan ekonomi menurut kaum klasik terdiri dari produksi, distribusi dan konsumsi.

 

Masalah produksi


Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan produksi diartikan sebagai kegiatan untuk menciptakan/ membuat barang. Namun sebenarnya, kegiatan produksi tidak hanya sebatas aktivitas untuk membuat atau menciptakan barang.
 
Kegiatan produksi dibagi menjadi 2, yaitu :
 

1.    Produksi jasa
 
Produksi jasa yaitu perbuatan manusia untuk menambah nilai guna barang tanpa mengubah bentuk. Produksi jasa ada yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan ada yang ditujukan untuk meningkatkan nilai kegunaan barang sebelum digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
 
Contoh : produksi jasa yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia antara lain pendidikan, pengobatan, angkutan penumpang, dan kecantikan. Adapun jasa yang ditujuka untuk meningkatkan nilai guna, antara lain asuransi dan jasa pergudangan.
 

2.    Produksi barang
 
Produksi barang yaitu perbuatan manusia untuk menambah guna suatu barang dengan mengubah bentuk atau sifat dasar. Produksi barang dibedakan menjadi 2, yaitu produksi barang konsumsi dan produksi barang modal. Barang konsumsi yaitu barang yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Adapun barang modal yaitu barang yang berguna untuk menghasilkan barang lain untuk mencukupi kebutuhan manusia. Barang modal harus melalui serangkaian proses terlebih dahulu sebelum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
 
Menurut kaum klasik, permasalahan produksi yang dialami manusia adalah bagaimana usaha untuk menciptakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh orang banyak. Kaum klasik hanya menitikberatkan pada kualitas benda (barang dan jasa) yang harus diproduksi. Kaum klasik tidak begitu memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera masing-masing individu.

Masalah distribusi


Permasalahan ekonomi yang kedua menurut kaum klasik adalah distribusi. Setelah benda pemuas kebutuhan selesai diproduksi, selanjutnya yaitu bagaimana usaha yang harus dilakukan agar benda-benda yang telah diproduksi dapat sampai ke tangan konsumen. Suatu benda yang telah diproduksi harus sampai di tangan konsumen agar keguaan benda tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.
 
Kaum klasik menyatakan bahwa distibusi dapat dilakukan secara langsung. Distribusi langsung yaitu distribusi yang dilakukan tanpa melalui jasa perantara. Dengan kata lain, produsen dapat langsung menemui konsumen untuk menawarkan barang atau jasa yang dihasilkan.
 
Selain distribusi secara langsung, kaum klasik juga menyebutkan keberadaan pasar sebagai salah satu sarana distribusi. Pasar menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk memperjualbelikan barang.

 

Masalah konsumsi


Kesesuaian antara barang yang diproduksi dengan kebutuhan masyarakat merupakan permasalahan konsumsi. Oleh karena itu, produsen harus memperhatikan kebutuhan, keinginan, dan kemampuan konsumen sebelum melakukan proses produksi.
 
masalah ekonomi klasik dan masalah ekonomi moderen
Suatu barang menjadi tidak berguna apabila tidak sesuai dengan kebutuhan, selera, dan daya beli masyarakat. Kegiatan produksi dan distribusi harus memeprhatikan ketiga hal tersebut, misalnya suatu produsen elektronik akan mengalami kerugian apabila membuat DVD player untuk didistribusikan kepada masyarakat ekonomi lemah.


 

Permasalahan ekonomi modern


Permasalahan ekonomi modern terdiri dari apa (what), bagaimana (how), siapa pelaku produksi (who), dan untuk siapa (for whom).

 

Apa (what)


Masalah apa menyangkut permasalahan jenis dan jumlah barang yang hendak diproduksi agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, ketepatan dalam menentukan jenis dan jumlah barang akan berpengaruh terhadap keuntungan maksimum yang nantinya akan diperoleh. Kesalahan dalam menentukan prioritas jenis dan jumlah barang akan dapat mendatangkan kerugian sebab dalam proses produksi, produsen tentunya mengeluarkan sejumlah biaya tertentu.

 

Bagaimana (how)


Permasalahan teknologi dan pemilihan sumber daya merupakan masalah yang menyangkut bagaimana produksi dilakukan. Secara rinci, permasalahan bagaimana (how) terdiri dari :
  1. Siapa yang akan melaksanakan kegiatan produksi ?
  2. Sumber daya apa yang digunakan ?
  3. Teknologi apa yang sesuai untuk diterapkan ?
  4. Berapa besar skala kuantitas produksinya ?

Sebelum melakukan produksi, produsen perlu melakukan riset untuk mengetahui kondisi pasar yang hendak dituju. Hasil riset diperlukan sebagai bahan untuk membuat perencanaan produksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perencanaan antara lain :
  1. Kombinasi sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi.
  2. Perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dengan keuntungan yang dihasilkan.
  3. Teknologi yang nantinya diterapkan dalam proses produksi.
  4. Faktor-faktor di luar perusahaan di mana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kondisi perusahaan, seperti kondisi perekonomian, kurs valuta asing, dan tingkat inflasi.

 

Siapa pelaku produksi (who)


Permasalahan mengenai siapa pelaku produksi menyangkut pihak mana yang memiliki kewenangan untuk melakukan produksi. Adanya spesialisasi produksi selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata, juga untuk menerapkan prinsip efisiensi dalam mengolah sumber daya serta menghindari terjadinya monopoli oleh individu atau kelompok tertentu.

 

Untuk siapa (for whom)


Masalah untuk siapa menyangkut siapa yang memerlukan serta menikmati barang dan atau jasa. Produsen harus menentukan segmen pasar yang hendak dituju. Penentuan segmen pasar merupakan dasar untuk memilih sistem distribusi.

Pelaku Ekonomi dan Interaksi Antarpelaku Ekonomi

Pelaku Ekonomi dan Interaksi Antarpelaku Ekonomi

Para pelaku ekonomi


Dalam ilmu ekonomi, pelaku ekonomi terdiri dari pelaku ekonomi rumah tangga keluarga, rumah tangga produsen, pemerintah, dan masyarakat luar negeri. Berikut in i adalah uraian lebih rinci mengenai para pelaku ekonomi.

 

Rumah tangga keluarga


Ada dua peran yang dimainkan oleh rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi, yaitu sebagai konsumen dan sebagai penyedia jasa faktor produksi. Sebagai konsumen, rumah tangga keluarga membeli barang-barang dan jasa-jasa yang disediakan rumah tangga produsen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Rumah tangga juga beperan sebagai penyedia faktor produksi. Faktor produksi yang dimaksud adalah berupa tenaga kerja, tanah, dan juga modal. Dari fakktor-faktor produksi tersebut, rumah tangga keluarga memperoleh peenghasilan barang dan jasa sebagai pemuas kebutuhan.

 

Rumah tangga produsen


Rumah tangga produsen, atau sering disebut sebagai perusahaan, merupakan kesatuan yuridis ekonomiss dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencri laba atau memberi layanan kepada masyarakat.
 
Dilihat dari sisi kepemilikannya, perusahaan dapat dibedakan atas perusahaan milik negara dan perusahaan swasta. Perusahaan negara pada umumnya menekankan layanan kepada masyarakat tanpa bertujua mencari laba. Perusahan swasta dan perusahaan negara berbentuk persero hampir sebagian besar bertujuan mencari laba.

 

Pemerintah


Pada Pasal 33 ayat 2 UUD 1945 berbunyi “cabang-cabang produksi yang penting  bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” Selanjutnya pada Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 disebutkan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang dikandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Atas dasar Pasal 33 ayat 2 dan 3 tersebut, maka pemerintah harus berperan sebagai pelaku ekonomi.
 
Oleh karena itu, maka pemerintah mendirikan berbagai Bdan Usaha Milik Negara, misalnya Pertamina. Di samping itu, pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi. Konsumsi itu dapat dilihat misalnya pada belanja barang untuk penyelenggaraan negara dan biaya perawatan harta negara.
 
Selain itu, pemerintah juga ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tugas ini diwujudkan dengan berbagai tindakan antara lain membangun sarana dan pra sarana umum seperti jalan raya, jembatan, terminal, dna taman umum. Pemerintah juga berusaha menciptakan kondisi yang baik untuk berusaha dengan menjaga stabilitas harga-harga dan memberlakukan peraturan yang mendorong iklim berusaha.
 
Peran pemerintah yang tidak kalah penting lainnya adalah melakukan distribusi pendapatan agar tidak timbul jurang pemisah yang terlalu lebar antara si kaya dan si miskin. Distribusi pendapatan ini misalnya diakukan pemerintah melalui penerapan sistem perpajakan yang dapat membantu masyarakat miskin.

 
pelaku ekonomi

Masyarakat luar negeri


Masyarakat luar negeri juga merupakan pelaku ekonomi yang harus diperhitungkan. Tanpa hubungan dengan masyarakat luar negeri, keadaan ekonomi akan semakin memburuk. Berikut ini adalah keuntungan-keuntungan yang diperoleh melalui kerja sama dengan masyarakat luar negeri.
  1. Pemerintah dapat memperoleh pinjaman untuk membiayai pembangunan.
  2. Hasil bumi dan hasil kerajinan Indonesia dapat diekspor ke luar negeri untuk membebaskan devisa.
  3. Memungkinkan pengiriman tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri.
  4. Memungkinkan dilakukannya alih teknologi maju dari masyarakat luar negeri yang sangat bermanfaat bagi negara kita yang sedang membangun.
  5. Memungkinkan negara kita untuk melakukan impor berbagai barang kebutuhan konsumsi dan barang-barang modal untuk menunjang pembangunan.

Interaksi antarpelaku ekonomi


Dalam melakukan kegiatan ekonomi, keempat pelaku ekonomi akan saling berinteraksi sesuai dengan ragam transaksi yang dilakukan. Rumah tangga keluarga membeli barang-barang konsumsi dari rumah tangga produsen. sebaliknya, rumah tangga produsen membeli faktor-faktor produksi dari rumah tangga  keluarga. Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah dan sebaliknya pemerintah membangun berbagai sarana dan prasarana umum yang kesemuanya  untuk kepentingan rumah tangga keluarga dan produsen. Rumah tangga keluarga, produsen, dan luar negeri mengekspor barang ke luar negeri. Sebaliknya, masyarakat luar negeri juga mengimpor barang.

Demikianlah penjelasan mengenai macam-macam pelaku ekonomi dan interaksi antarpelaku ekonomi. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.
Copyright © Ilmu Pengetahuan Sosial. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design